Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret Gua Es Narusawa
Potret Gua Es Narusawa (photo-ac.com/Jownaka)

Gunung Fuji sebagai wisata alam ikonik selalu menjadi destinasi menarik untuk dikunjungi saat liburan ke Jepang. Sebagian orang sudah puas melihatnya dari kejauhan. Sebagian lagi rela menempuh jarak lebih jauh lagi, agar dapat menyaksikan keindahan dari dekat dan menjelajahinya.

Di balik kemegahan Gunung Fuji, terdapat danau, hutan, serta gua yang terbuka bagi wisatawan. Penasaran dengan sisi lain Guning Fuji yang gagah sekaligus cantik ini? Nah, kamu dapat mengunjungi salah satu dari tiga gua di Gunung Fuji berikut ini!

1. Gua Angin Fugaku

Erupsi vulkanik pada masa lampau membentuk gua lava di sekitar area Lima Danau Fuji di Prefektur Yamanashi, salah satunya Gua Angin Fugaku. Dahulu, gua tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan alami untuk biji ek dan kepompong ulat sutra. Alasannya karena suhunya relatif tetap pada 0–3 derajat Celsius sepanjang tahun.

Pengunjung masih dapat melihat fasilitas penyimpanan tersebut. Selain itu, terdapat pula lapisan lava dan pilar es yang bisa dijelajahi dengan perjalanan santai selama 15 menit. Panjangnya sekitar 201 meter, mudah dijelajahi, karena tidak terlalu curam dan langit-langit guanya tidak serendah yang lain. 

Gua Angin buka mulai pukul 09.00 dan tutup antara pukul 16.30 dan 18.00, tergantung musim. Harga tiket masuknya 350 Yen (Rp37 ribu). Pengunjung juga dapat membeli tiket terusan untuk Gua Angin dan Gua Es dengan harga lebih terjangkau.

2. Gua Kelelawar Saiko

Pintu masuk Gua Kelelawar Saiko (commons.wikimedia.org/Sakaori)

Di dekat Danau Saiko, terdapat Gua Kelelawar, yang menjadi gua lava terbesar di kaki Gunung Fuji. Gua tersebut punya cabang yang relatif besar dengan total panjang lebih dari 350 meter. Langit-langit di beberapa terowongannya cukup rendah, sehingga perlu hati-hati saat menjelajah.

Gua Kelelawar Saiko terbentuk ketika lava yang mengalir selama erupsi Gunung Fuji bersentuhan dengan udara terbuka. Kemudian mengeras sambil melepaskan komponen eksplosif (gas). Lava pun membentuk stalaktit dan menyerupai tali di permukaan bagian dalam gua.

Berbeda dari gua lainnya, suhu di dalam Gua Kelelawar tidak terlalu dingin saat musim panas. Sedangkan, saat musim dingin, suhunya menjadi hangat. Oleh karena itu, banyak kelelawar menjadikannya tempat hibernasi.

Gua tersebut biasanya akan tutup mulai 1 Desember hingga 19 Maret. Kamu dapat mengunjunginya di luar periode tersebut, yakni pada pukul 09.00–17.00. Harga tiketnya 350 Yen (Rp37 ribu). 

3. Gua Es Narusawa

Satu lagi gua di kaki Gunung Fuji yang bisa kamu kunjungi, namanya Gua Es Narusawa. Sesuai dengan namanya, pada awal tahun 1900-an sebelum adanya lemari es, gua tersebut digunakan untuk menyimpan es. Sebab, suhu di dalam gua biasanya tetap di bawah titik beku, bahkan saat musim panas.

Saat ini, jalan setapak di dalam gua masih dipenuhi balok-balok es besar, termasuk pada musim panas. Rute untuk susur gua berbentuk melingkar sepanjang 150 meter. Meski paling pendek, tetapi lokasinya menurun 21 meter di bawah langit-langit yang rendah dan perlu menuruni tangga yang licin.

Gua Es ini dapat dikunjungi kapan saja, karena buka setiap hari. Jam operasionalnya pukul 09.00–17.00, akan akan tutup lebih cepat saat musim dingin. Harga tiketnya 350 Yen (Rp37 ribu).

Seluruh gua tersebut dapat diakses menggunakan bus dari Stasiun Kawaguchiko. Jika ingin menuju Gua Kelelawar dan Gua Angin, maka naik Omni Bus Green Line. Sedangkan, tujuan Gua Es dan Gua Angin, perlu naik Omni Bus Blue Line.

Bagi kamu yang merasa tertantang, dapat mengunjungi ketiganya dalam sehari, karena mudah dijangkau satu sama lain dengan berjalan kaki. Kamu juga dapat menyewa pemandu atau peralatan khusus, helm biasanya sudah disediakan di pintu masuk. Tertarik mengunjungi gua-gua tersebut?

Editorial Team