potret acara United Buddy Bears di Pyongyang (commons.wikimedia.org/Martin Tutsch)
Mungkin ini sudah jadi hal umum yang dibicarakan di dunia internasional. Ya, selama berkunjung ke Korea Utara, wisatawan mancanegara pasti akan merasakan suasana penuh propaganda pemerintah dalam berbagai bentuk. Dari yang paling simpel, kita pasti akan mendengar musik-musik nasionalisme yang diputar di jalanan kota, patung atau lukisan kepala negara terdahulu dan sekarang, sampai ornamen-ornamen yang menggambarkan pemerintahan serta militer di Korea Utara.
Nah, sekalipun ada banyak propaganda di mana-mana, wisatawan mancanegara sebenarnya tak perlu khawatir jadi korban tindakan kriminal di Korea Utara. Dilansir loveEXPLORING, tingkat kriminalitas pada wisatawan di sana terbilang rendah. Selama wisatawan tidak melanggar aturan yang berlaku, kita hampir tak perlu khawatir jadi korban pencopetan atau semacamnya. Kemungkinan besar, hal ini merupakan implikasi dari penerapan aturan yang begitu ketat sehingga pelaku kriminal, khususnya kriminal jalanan, sulit beroperasi di Korea Utara.
Meski terkenal tertutup dengan dunia luar, Korea Utara jelas tidak mau melepas potensi ekonomi dari kedatangan wisatawan mancanegara. Dengan dunia yang semakin terhubung, sebenarnya ada beberapa akses yang dapat digunakan calon wisatawan untuk berkunjung ke sana. Ini tinggal bagaimana cara calon wisatawan mancanegara menyikapi soal kunjungan ke Korea Utara yang pastinya lebih butuh persiapan dari biasanya.
Pada beberapa aspek, wisata di Korea Utara terlihat sangat ketat dan penuh hal-hal yang tak wajar. Namun, kalau kita menyingkirkan masalah itu untuk sesaat, wisatawan mancanegara masih bisa, kok, untuk melihat keadaan dan budaya di Korea Utara dari perspektif yang berbeda. Nah, dari pembahasan ini, kamu jadi tertarik mengunjungi Korea Utara, gak, nih?