Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Tiket Melonjak Akibat Perang, Turis Asia Serbu Destinasi Lokal

Harga Tiket Melonjak Akibat Perang, Turis Asia Serbu Destinasi Lokal
ilustrasi wisatawan mengunjungi Dubai (pexels.com/Siarhei Nester)
Intinya Sih
  • Lonjakan harga tiket pesawat akibat konflik di Timur Tengah membuat banyak turis Asia membatalkan perjalanan ke luar negeri dan mencari opsi liburan yang lebih terjangkau.
  • Destinasi lokal dan regional di Asia seperti Singapura dan Vietnam kini jadi pilihan utama karena biaya lebih hemat, perjalanan singkat, serta risiko perubahan jadwal lebih rendah.
  • Transportasi alternatif seperti feri, kereta, dan mobil semakin diminati karena menawarkan liburan praktis dan ekonomis tanpa harus bergantung pada penerbangan mahal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Liburan ke luar negeri kadang memang bisa berubah total hanya karena situasi global yang tak terduga. Konflik di Timur Tengah kali ini bikin banyak traveler Asia berpikir ulang, karena harga tiket pesawat naik tajam dan jalur penerbangan makin terbatas.

Jika sebelumnya Dubai dan kawasan sekitarnya menjadi destinasi impian, sekarang biayanya terasa jauh lebih berat di kantong. Faktor keamanan juga ikut masuk hitungan sebelum orang memutuskan untuk memesan tiket. Akibatnya, banyak wisatawan mulai melirik tujuan yang lebih dekat, lebih hemat, sekaligus mudah dijangkau.

Menariknya, perubahan ini justru membuat destinasi lokal dan regional di Asia semakin ramai peminat. Kamu mungkin merasakannya juga.

1. Harga tiket luar negeri jadi makin sulit dijangkau

ilustrasi naik pesawat
ilustrasi naik pesawat (pexels.com/Sourav Mishra)

Dilansir CNBC, lonjakan harga tiket menjadi alasan paling terasa kenapa banyak turis Asia membatalkan rencana ke Timur Tengah. Traveler asal Vietnam bahkan menemukan harga tiket bisa menyentuh 1.500 hingga 2.000 dolar AS hanya untuk satu perjalanan dengan transit. Nominal sebesar itu terasa terlalu tinggi untuk liburan singkat, terlebih ketika harga bahan bakar ikut naik akibat konflik.

Kondisi ini juga diperkuat oleh pengamatan Jay Ellenby, Presiden Safe Harbors Travel Group, sebuah perusahaan agen perjalanan internasional yang memantau perilaku pemesanan pelanggan Asia. Ia menjelaskan bahwa biaya perubahan tiket yang gak bisa dikembalikan menjadi pemicu besar gelombang pembatalan perjalanan. Kenaikan pembatalan untuk rute Timur Tengah bahkan disebut naik sekitar 20–30 persen dari klien Asia mereka. Situasi seperti ini membuat banyak orang lebih memilih liburan yang tetap seru tanpa harus menguras tabungan.

2. Destinasi Asia dan lokal jadi pilihan paling realistis

ilustrasi wisatawan mengunjungi Ubud, Bali
ilustrasi wisatawan mengunjungi Ubud, Bali (pexels.com/Lumeon Labs)

Saat tiket internasional melonjak, destinasi dalam kawasan Asia otomatis terasa jauh lebih menarik. Banyak traveler akhirnya beralih ke Singapura, Vietnam, atau rute intra-Asia lain karena lebih aman dari sisi biaya dan fleksibilitas. Pilihan seperti ini terasa lebih nyaman karena durasi perjalanan lebih singkat dan risiko perubahan jadwal gak sebesar penerbangan jarak jauh.

Pandangan ini juga sejalan dengan penjelasan David Mann, Chief Economist Asia Pacific di Mastercard, lembaga jasa keuangan global yang sering membaca tren konsumsi kawasan. Ia menilai bahwa perjalanan di dalam kawasan kini jadi pilihan paling masuk akal bagi wisatawan Asia karena biaya ke Timur Tengah terlalu berat untuk ditanggung.

Selama harga minyak dan avtur masih tinggi, tren liburan dekat rumah kemungkinan tetap berlanjut. Artinya, destinasi lokal yang sebelumnya dianggap “nanti saja” justru sekarang naik jadi prioritas.

3. Transportasi alternatif ikut terdorong naik

ilustrasi traveling
ilustrasi traveling (pexels.com/veerasak Piyawatanakul)

Moda transportasi, seperti kapal feri, kereta, atau mobil, juga ikut makin diminati. Saat harga penerbangan mahal, liburan singkat ke kota atau pulau terdekat terasa lebih praktis tapi tetap memuaskan. Opsi seperti ini jadi menarik bagi siapa saja yang ingin refreshing tanpa tekanan biaya besar.

Jacqueline Tan, CEO Singapore Cruise Centre yang mengelola layanan perjalanan laut populer Singapura, menjelaskan bahwa rute feri Singapura-Batam tetap memiliki permintaan yang kuat. Banyak perusahaan memanfaatkan perjalanan dekat untuk meeting, corporate retreat, sampai kunjungan bisnis ringan dengan biaya lebih rendah.

Hal serupa juga terlihat dari traveler yang memilih perjalanan domestik lewat kereta atau mobil karena tiket pesawat lokal ikut naik dua kali lipat. Dari sisi pengalaman, liburan regional memberi kepuasan cepat tanpa perlu banyak pertimbangan panjang.

Kenaikan harga tiket akibat konflik global ternyata mengubah pola liburan wisatawan Asia secara cukup drastis. Jika sebelumnya perjalanan jauh terasa lebih prestisius, sekarang destinasi lokal justru unggul dari sisi harga, keamanan, dan kemudahan akses. Momen seperti ini jadi pengingat bahwa liburan menyenangkan gak selalu harus jauh atau mahal. Kadang, tempat yang dekat justru memberi pengalaman paling relevan, hemat, dan tetap memorable.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More