Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Itinerary Dieng 2 Hari 1 Malam yang Berkesan, Bisa Berburu Sunrise!
Kawah Sikidang di Dieng, Jawa Tengah (commons.wikimedia.org/Nanterjen)
  • Itinerary Dieng 2 hari 1 malam menawarkan pengalaman lengkap menjelajahi Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Telaga Warna, hingga panorama Bukit Sikunir dalam waktu singkat namun tetap berkesan.
  • Hari pertama diisi dengan kunjungan ke situs sejarah dan alam seperti Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Telaga Warna, serta menikmati pemandangan dari Batu Pandang Ratapan Angin.
  • Hari kedua dimulai dini hari menuju Bukit Sikunir untuk berburu sunrise memukau sebelum menutup perjalanan dengan belanja oleh-oleh khas Dieng seperti carica dan purwaceng.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menyimpan pesona alam dan sejarah yang sulit ditemukan di tempat lain. Kawasan ini berada di ketinggian sekitar 2 ribu meter di atas permukaan laut (mdpl), menjadikannya salah satu destinasi pegunungan paling populer di Indonesia sepanjang tahun.

Bagi kamu yang ingin menjelajahi kawasan ini secara maksimal dalam waktu singkat, itinerary Dieng 2 hari 1 malam bisa menjadi solusi terbaik. Simak panduan lengkap perjalananmu berikut ini agar setiap momen di Dieng terasa berkesan dan tidak ada spot yang terlewat.

1. Hari pertama dimulai dengan kunjungan ke Candi Arjuna dan Kawah Sikidang

Candi Arjuna (commons.wikimedia.org/Nanterjen)

Perjalanan menuju Dieng dari Jakarta biasanya dimulai pukul 05.00 agar kamu tiba di kawasan wisata sekitar pukul 10.00–11.00 WIB. Setelah istirahat sejenak dan menikmati camilan ringan khas daerah, pemberhentian pertama yang paling tepat adalah Candi Arjuna, kompleks candi Hindu tertua di Pulau Jawa yang diperkirakan dibangun pada abad ke-7 hingga ke-8 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Kompleks ini terdiri dari lima candi utama, yakni Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Uniknya, semua candi menghadap ke arah barat sebagai simbol persembahan kepada dewa matahari terbenam dalam kepercayaan Hindu Kuno.

Setelah puas menelusuri situs bersejarah itu, perjalanan dilanjutkan ke Kawah Sikidang yang berjarak hanya sekitar 1,5 kilometer dari kompleks Candi Arjuna. Kawah Sikidang adalah kawah aktif vulkanik yang unik karena posisi semburan lumpur panasnya kerap berpindah-pindah, layaknya seekor kijang yang melompat. Itulah asal-usul nama Sikidang dalam bahasa Jawa yang berarti kijang. Aktivitas geotermal di kawah ini menghasilkan semburan uap belerang yang cukup kuat, sehingga kamu disarankan membawa masker penutup hidung saat berkunjung.

2. Sore hari menjadi waktu terbaik untuk menikmati Telaga Warna dan Batu Pandang

Telaga Warna (commons.wikimedia.org/RizkyJogja)

Saat jam makan siang, kamu bisa menyantap mi ongklok, yaitu mi kuning khas Wonosobo yang disajikan dengan kuah kental berbumbu kanji dan ebi. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Telaga Warna. Telaga ini mendapat namanya dari fenomena optik yang membuat permukaan airnya tampak berubah warna, mulai dari hijau, biru, hingga kuning, tergantung sudut pandang dan kondisi cahaya matahari. Perubahan warna tersebut terjadi karena kandungan belerang yang tinggi di dalam air danau bereaksi dengan sinar matahari, menciptakan pantulan cahaya yang berbeda-beda.

Tepat di sisi telaga terdapat Batu Pandang Ratapan Angin, sebuah tebing batu yang menjadi titik pandang terbaik untuk menikmati pemandangan Telaga Warna dan Telaga Pengilon secara bersamaan dari ketinggian. Waktu berkunjung ideal ke Batu Pandang adalah pukul 14.00–16.00 WIB saat langit masih cerah dan kabut belum turun menutupi telaga.

Sesudah itu, kamu bisa mampir ke Dieng Plateau Theater pukul 16.00 WIB untuk menonton film dokumenter berdurasi sekitar 20 menit yang mengisahkan sejarah panjang Dataran Tinggi Dieng, mulai dari asal-usul geografisnya sebagai kawasan vulkanik aktif hingga jejak peradaban Hindu yang pernah berkembang di sana. Menarik banget, kan?

3. Malam hari di homestay menjadi pengalaman yang gak kalah berkesan

ilustrasi Dataran Tinggi Dieng (commons.wikimedia.org/Mhd Redha Maha)

Check-in ke homestay dilakukan sekitar pukul 17.00, tepat sebelum suhu udara di Dieng mulai turun drastis. Perlu kamu tahu, suhu malam hari di Dieng bisa mencapai 8 derajat Celsius, bahkan lebih rendah pada musim kemarau antara Juni—Agustus, sehingga membawa jaket tebal, kaus kaki, dan sarung tangan bukan sekadar pilihan melainkan kebutuhan utama.

Makan malam bersama di homestay biasanya menjadi momen paling hangat dalam perjalanan, di mana tuan rumah sering menghidangkan masakan rumahan, seperti sayur lodeh, tempe goreng, dan nasi putih panas, yang terasa begitu menyenangkan setelah seharian beraktivitas di udara dingin pegunungan.

Istirahat lebih awal sekitar pukul 19.00—20.00 WIB sangat dianjurkan, karena kamu harus bangun kembali pukul 03.00  untuk mengejar momen sunrise di Bukit Sikunir. Pilih homestay yang berlokasi tidak terlalu jauh dari jalur menuju bukit agar perjalanan dini hari tidak menguras terlalu banyak tenaga. Booking homestay sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari, terutama pada musim liburan sekolah dan akhir tahun, karena ketersediaan kamar di sekitar Dieng bisa habis dalam hitungan hari.

4. Pagi kedua di Bukit Sikunir menghadirkan panorama matahari terbit yang memukau

Bukit Sikunir (commons.wikimedia.org/Grombyang Pictures)

Pukul 03.00 WIB, perjalanan menuju Bukit Sikunir dimulai. Bukit Sikunir berada di Desa Sembungan, Kabupaten Wonosobo, yang tercatat sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian sekitar 2,3 ribu mdpl. Jalur trekking menuju puncak Sikunir membutuhkan waktu sekitar 30–45 menit dengan medan berupa tangga batu dan jalan setapak tanah yang cukup menanjak, sehingga penggunaan senter kepala sangat disarankan karena perjalanan dilakukan dalam kegelapan.

Pukul 05.00 WIB, saat langit mulai memerah di ufuk timur, panorama matahari terbit dari puncak Sikunir akan menyajikan pemandangan yang nyaris tidak tertandingi. Dari titik ini, kamu bisa melihat Telaga Cebong yang membentang di bawah bukit dengan pantulan cahaya keemasan matahari pagi, sekaligus deretan gunung-gunung besar seperti Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, bahkan Gunung Slamet di hari-hari dengan visibilitas tinggi. Momen ini adalah alasan utama mengapa banyak wisatawan rela mengorbankan jam tidur mereka demi datang ke Dieng.

5. Oleh-oleh khas Dieng yang sayang untuk dilewatkan sebelum pulang

ilustrasi oleh-oleh khas Dieng (commons.wikimedia.org/Akhsan Bae)

Setelah sarapan dan bersih-bersih di homestay sekitar pukul 07.00 WIB, sebelum memulai perjalanan pulang pukul 12.00 WIB, sempatkan diri untuk berbelanja oleh-oleh khas Dieng. Carica adalah buah utama yang wajib kamu bawa pulang. Buah ini merupakan pepaya dataran tinggi berukuran kecil berwarna kuning cerah yang hanya tumbuh subur di kawasan Dieng dan beberapa daerah pegunungan Wonosobo dengan ketinggian tertentu. Carica biasanya dijual dalam bentuk manisan atau sirup dengan rasa manis-asam yang segar dan aroma yang khas.

Selain carica, purwaceng juga menjadi oleh-oleh favorit wisatawan. Purwaceng merupakan tanaman herbal yang hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng dan secara tradisional dipercaya memiliki khasiat meningkatkan stamina dan vitalitas tubuh pria, sehingga kerap dijuluki sebagai ginseng Jawa.

Tanaman ini biasanya dijual dalam bentuk serbuk, kopi, atau bahkan teh herbal siap seduh. Keripik jamur, kentang Dieng goreng, dan berbagai camilan berbahan dasar hasil bumi dataran tinggi juga tersedia melimpah di sepanjang kios oleh-oleh kawasan wisata.

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Dieng

Hari 1 – Jelajah alam dan budaya Dieng

Waktu

Kegiatan

05.00

Penjemputan di Jakarta dan mulai perjalanan ke Dieng.

10.00

Tiba di Dieng, lalu istirahat sebentar.

11.00

Kunjungan ke Candi Arjuna dan Kawah Sikidang.

13.00

Makan siang di warung lokal khas Dieng.

14.00

Wisata ke Telaga Warna dan Batu Pandang.

16.00

Menonton dokumenter di Dieng Plateau Theater.

17.00

Check-in homestay dan makan malam bersama.

19.00

Istirahat untuk persiapan sunrise esok pagi.

tabel itinerary hari pertama liburan di Dieng

Hari 2 – Sunrise dan kembali ke Jakarta

Waktu

Kegiatan

03.00

Perjalanan menuju Bukit Sikunir.

05.00

Menikmati sunrise dan pemandangan Telaga Cebong.

07.00

Sarapan dan bersih-bersih di homestay.

09.00

Kunjungan ke Telaga Menjer atau belanja oleh-oleh lokal.

12.00

Perjalanan pulang ke Jakarta.

19.00

Estimasi tiba kembali di rumah.

tabel itinerary hari kedua liburan di Dieng

Itinerary 2 hari 1 malam di Dieng di atas terbukti cukup untuk menjelajahi situs terbaik kawasan ini tanpa harus terburu-buru. Dari Candi Arjuna yang berusia lebih dari 12 abad, kawah aktif Sikidang, telaga berwarna menakjubkan, hingga sunrise spektakuler di Bukit Sikunir, semua bisa kamu nikmati dalam satu paket perjalanan yang padat namun tetap menyenangkan. Pastikan kamu mempersiapkan pakaian hangat, memesan akomodasi lebih awal, dan berangkat sebelum subuh agar tidak ada satu pun momen terbaik Dieng yang terlewatkan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team