Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Itinerary One Day Trip Salatiga: Main Air sampai Wisata Kuliner Legendaris
ilustrasi Kota Salatiga (unsplash.com/Visual Karsa)

Salatiga sering kali dijuluki sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. Namun lebih dari itu, kota kecil di kaki Gunung Merbabu ini menyimpan pesona wisata yang gak ada habisnya. Udara yang sejuk, suasana yang tenang, serta deretan kuliner legendaris membuat Salatiga jadi destinasi favorit buat kamu yang ingin healing singkat tanpa harus merasa capek di perjalanan.

Kalau kamu cuma punya waktu satu hari, tenang saja. Salatiga itu kota yang cukup ringkas, jadi kamu bisa mengunjungi banyak tempat ikonik sekaligus dalam waktu singkat. Berikut adalah panduan itinerary one day trip Salatiga yang bisa kamu ikuti agar liburanmu maksimal dan tetap seru.

1. Pagi hari: bermain air di Mata Air Senjoyo

ilustrasi melompat ke sungai (unsplash.com/Ryoji Hayasaka)

Mulailah perjalanan kamu sepagi mungkin dengan mengunjungi Mata Air Senjoyo. Lokasinya memang agak sedikit ke pinggir kota, tapi ini adalah titik awal yang sempurna untuk mencari udara segar. Mata air ini merupakan kolam pemandian alami yang airnya sangat jernih dan dingin.

Kamu bisa sekadar merendam kaki atau bahkan berenang di sini. Uniknya, di dasar kolam terdapat relief-relief batu kuno yang konon merupakan peninggalan sejarah. Suasana di sekitar Senjoyo sangat asri dengan pohon-pohon besar, sehingga kamu gak akan merasa gerah meskipun matahari mulai naik. Jangan lupa untuk mencicipi gorengan hangat atau jajanan pasar di warung-warung sekitar untuk sarapan ringan.

2. Menjelang siang: wisata religi dan budaya di Kalenteng Hok Tek Bio

Kelenteng hok tek bio (commons.wikimedia.org/Avelin Mulyati)

Setelah puas bermain air, arahkan kendaraanmu menuju pusat kota untuk mengunjungi Kelenteng Hok Tek Bio. Tempat ini bukan sekadar rumah ibadah, melainkan simbol keberagaman dan sejarah panjang kota Salatiga. Bangunan klenteng ini didominasi warna merah cerah dengan arsitektur khas Tionghoa yang sangat artistik.

Kamu bisa berfoto di depannya atau melihat detail ornamen yang ada. Lokasi klenteng ini sangat strategis karena berada di dekat kawasan pasar lama. Mengunjungi tempat ini bakal memberikan kamu perspektif baru tentang betapa kentalnya toleransi di kota ini. Ingat, tetap jaga ketenangan dan hormati orang yang sedang beribadah, ya!

3. Sore hari: santai sejenak di Lapangan Pancasila

ilustrasi kulineran di pasar (unsplash.com/Damar Handyanjaya)

Waktu sore adalah saat paling pas untuk menjadi "warga lokal". Langsung saja meluncur ke Lapangan Pancasila. Ini adalah pusat keramaian dan titik nol kilometer Salatiga. Lapangan ini baru saja direvitalisasi sehingga areanya sangat bersih dan tertata rapi.

Kamu bisa jalan santai memutari lapangan, duduk-duduk di bangku taman, atau sekadar melihat anak-anak bermain. Di sore hari, udara Salatiga biasanya mulai terasa dingin dan sejuk. Suasana di sini sangat ramah dan santai, cocok banget buat kamu yang ingin istirahat sejenak sebelum memulai petualangan kuliner malam.

4. Malam hari: pesta kuliner di Jalan sudirman

ilustrasi kulineran malam hari (unsplash.com/Indira Tjokorda)

Begitu matahari terbenam, perjalanan kamu belum lengkap kalau tidak menyambangi Jalan Sudirman. Kawasan ini berubah menjadi pusat kuliner malam yang sangat meriah. Ada dua menu wajib yang gak boleh kamu lewatkan sama sekali:

  1. Sate sapi suruh: Ini adalah kuliner paling legendaris di Salatiga. Satenya memiliki tekstur yang sangat empuk dengan bumbu kacang yang gurih dan sedikit manis. Rasanya benar-benar khas dan gak bisa kamu temukan di tempat lain.

  2. Wedang ronde: Menutup hari di tengah udara Salatiga yang dingin paling pas dengan semangkuk wedang ronde hangat. Isian bola-bola ketan, kacang tanah, dan kuah jahe yang pedas-manis akan membuat badan kamu terasa segar kembali.

Meskipun Salatiga kecil, menggunakan motor atau mobil pribadi sangat disarankan agar kamu lebih fleksibel berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Pastikan kamu membawa jaket atau sweater, karena saat malam tiba, suhu udara di sini bisa turun cukup signifikan.

Salatiga memang bukan kota besar yang penuh mal, tapi keramahan dan keasriannya selalu berhasil bikin kangen. Dengan itinerary di atas, satu hari kamu di Salatiga pasti akan terasa sangat berkesan. Jadi, kapan kamu mau berangkat?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team