Foto Salvador Dali di salah satu bagian museumnya di Costa Brava, Catalonia. (IDN TImes/Umi Kalsum)
Jangan lewatkan Teater Museum Salvador Dali jika kamu mengunjungi Catalonia. Museum Dali dibangun di atas reruntuhan bekas Teater Kota Figueres, yang digagas dan dirancang sendiri oleh sang seniman. Diresmikan tahun 1974, Teater-Museum Dali adalah rumah bagi koleksi karya sang seniman terlengkap di dunia. Pengunjung bisa mempelajari karier Dali, dari pengalaman kreatifnya yang paling awal dan kreasi surealis ikoniknya hingga karya-karya di tahun-tahun terakhir hidupnya.
Kamu bisa menggunakan jasa pemandu untuk mendalami karya-karya Dali. Seperti para seniman besar Renaisans, karya kreatif Salvador Dali mencakup berbagai bidang. Meskipun ia dikenal sebagai salah satu pelukis hebat abad ke-20, ia juga unggul dalam seni patung dan karya tiga dimensi, menggambar dan seni grafis, bahkan film dan mode. Selain itu, ia juga seorang penulis yang produktif, khususnya esai dan novel. Singkatnya, Salvador Dali adalah seniman serba bisa yang meninggalkan jejak tak terhapuskan dalam sejarah seni abad ke-20.
Karya Salvador Dali yang dipamerkan di museumnya. (IDN Times/Umi Kalsum)
Membahas Dali, belum afdol jika belum membahas Gala, sang istri. Karya-karya Dali sangat dipengaruhi Gala. Bahkan, Gala tidak hanya menjadi istri tetapi juga inspirasi utama, model, dan manajer bisnisnya. Banyak kritikus seni meyakini bahwa kesuksesan dan karier Dali tidak akan sebesar itu tanpa dukungan Gala. Wajah dan sosok Gala sering muncul dalam berbagai lukisan Dali, terkadang secara langsung sebagai subjek atau disembunyikan sebagai ilusi optik.
Gala, istri Salvador Dali, yang kerap menjadi model lukisannya. (IDN TImes/Umi Kalsum)
Dali sangat bergantung pada Gala secara emosional. Kehadiran Gala membantu menyalurkan dan mengendalikan imajinasi liar serta obsesi surealis Dali menjadi karya seni yang nyata.
Peralada Castle di Costa Brava, Catalonia. (IDN Times/Umi Kalsum)
Selepas dari Museum Teater Salvador Dali, kami mengunjungi Peralada Castle (Kastil Peralada) yang berada di jantung desa kecil Alt Empordà. Peralada sekilas tampak seperti kastil Renaisans Prancis, namun sebenarnya Peralada adalah benteng abad pertengahan dengan sejarah yang membentang hingga abad ke-13. Tahun 1870-an keluarga Rocaberti, mengubah menara utama abad pertengahan ini menjadi salah satu rumah megah paling mewah di Catalonia.
Kastil Peralada dibangun pada 1285. Selama berabad-abad berikutnya, kastil ini berfungsi sebagai kediaman para Pangeran Peralada yang berkuasa, berpindah tangan melalui beberapa keluarga bangsawan sebelum keluarga Rocaberti melakukan renovasi besar-besaran pada abad ke-19.
Saat ini, kastil tersebut menyimpan koleksi yang luar biasa. Museum Kaca yang memiliki lebih dari 4.000 koleksi, mulai dari bejana Romawi hingga karya seni kaca Katalan modern. Museum Kartu Remi adalah salah satu yang terbaik di dunia, dengan koleksi kartu langka yang berasal dari abad ke-15. Perpustakaan yang menyimpan sekitar 80.000 jilid buku, termasuk lebih dari 1.000 edisi Don Quixote, salah satu koleksi terbesar di dunia. Kastil ini dibuka untuk umum dengan harga tiket 10-15 Euro.
Ribuan botol wine yang tersimpan di bawah tanah Peralada. (IDN Times/Umi Kalsum)
Peralada juga memiliki perkebunan anggur seluas 450 hektar dan tempat pembuatan wine sejak abad pertengahan, salah satu yang terbesar di Catalonia. Peralada menggabungkan teknologi paling modern untuk menciptakan anggur yang memanfaatkan tanah dan tanaman anggur Emporda. Kami mendapat kesempatan mengunjungi tempat penyimpanan anggur bawah tanahnya yang memanfaatkan teknologi modern.
Peralada mulai terhubung dengan dunia anggur pada 1647, di mana terdapat catatan transaksi pertama dari salah satu kilang anggurnya, Chivite. Keluarga Suque Mateu , pemilik Perelada & Chivite , berupaya mempertahankan identitas dari berbagai daerah penghasil anggur.
Hubungan langsung keluarga ini dengan dunia anggur berawal dari sosok Miguel Mateu , yang pada tahun 1923 membeli Kastil Perelada. Salah satu harapan utama mereka adalah untuk menghidupkan kembali tradisi pembuatan anggur yang berasal dari abad keempat belas, ketika para biarawan Karmelit yang tinggal di biara yang terhubung dengan kastil tersebut sudah memproduksi anggur berkualitas tinggi yang mereka pasok ke seluruh wilayah. Saat ini kendali perusahaan berada di tangan Javier Suque, sang cucu.
Di Peralada kami mendapat kesempatan mencicipi aneka jenis wine yang mereka produksi dan menikmati gastronomi dari chef andal mereka, antara lain sup lentil berempah.
Reruntuhan kota kuno Yunani - Romawi di Costa Brava, Catalonia. (dok. Catalunya Tourism Board)
Dari Kastil Peralada, kami menuju destinasi bersejarah lainnya, yakni reruntuhan bangunan kuno peninggalan Yunani dan Romawi yang berada di situs arkeologi Empuries. Situs ini terletak di L'Escala, Semenanjung Iberia, Costa Brava, yang menjadi satu-satunya jejak bahwa koloni Yunani (Emporion) dan kota Romawi (Emporiae) pernah hidup berdampingan secara damai.
Sejarah mencatat kota ini didirikan para pedagang Yunani pada 575 SM yang kemudian direbut dan diperuas oleh Kekaisaran Romawi. Situs ini terdiri dari dua bagian, yakni Neapolis (Yunani) yang saat ini sisa-sisa tembok kota, pemukiman, dan tempat suci dewa Asklepios dan Zeus masih bisa dilihat.
Bagian lainnya disebut Romana atau Romawi, di mana menampilkan tata kota bergaya Romawi, sisa-sisa forum, amfiteater, pemandian umum, dan vila-vila dengan lantai mozaik yang masih terpelihara dengan baik. Untuk menjaga kualitas mozaik, di musim-musim tertentu pengelola akan menutup rapat lantai untuk menghindari kerusakan.
Tidak hanya meninggalkan jejak bangunan, peradaban ini juga meninggalan jejak gastronomi. Wilayah ini dikenal dengan area pabrik pengasinan. Bangsa Romawi memproduksi garum, saus dari jeroan ikan yang menjadi penyedap rasa utama sebelum garam populer. Garum bisa ditemui di beberapa toko-toko di kawasan sekitar Costa Brava dengan harga antara 5-10 Euro.
La Miranda Restaurant di Girona, Costa Brava, Catalonia. (IDN Times/Umi Kalsum)
Menikmati hidangan makan malam di restoran La Miranda menjadi penutup perjalanan kami di hari ketiga. Restoran ini terletak di sebuah bangunan yang sangat unik di jalan paling bersejarah dan ramai di Girona, Catalonia. Bangunannya dirancang dengan menghormati dan memulihkan elemen arsitektur aslinya, penuh detail dan elemen botani. Dindingnya masih terlihat alami dengan tumpukan batu dan bata tua tanpa plester dengan sentuhan modern.
Memasuki restoran suasana terlihat santai namun berkelas. Kami memilih kursi di sudut ruangan dengan jendela bawah tanah. Dari jendela ini kami bisa menyaksikan para pejalan kaki yang melintas.