Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jika Penerbangan Dibatalkan, Apakah Uangnya Kembali?
Potret penumpang pesawat di bandara (pexels.com/Negative Space)

Pembatalan massal penerbangan kembali terjadi setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, termasuk serangan ke ibu kota Teheran. Sejumlah maskapai yang melayani rute Timur Tengah terpaksa membatalkan dan mengalihkan penerbangan demi alasan keselamatan.

Laporan The Guardian menyebutkan ratusan ribu pelancong terlantar atau dialihkan ke bandara lain setelah sejumlah negara, seperti Qatar, Suriah, Irak, Kuwait, dan Bahrain, menutup wilayah udaranya.

Berdasarkan data dari situs pelacak penerbangan Flightradar24, tidak ada aktivitas penerbangan di atas Uni Emirat Arab setelah pemerintah setempat mengumumkan penutupan sementara dan sebagian wilayah udara. Dampaknya, bandara penghubung utama seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Doha ikut terdampak, dengan lebih dari 1.000 penerbangan dibatalkan oleh maskapai besar Timur Tengah seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways.

Situasi ini tentu memunculkan pertanyaan penting bagi penumpang, jika penerbangan dibatalkan, apakah uang tiket bisa kembali? Daripada hanya berspekulasi, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Secara umum, penumpang berhak atas refund

Jika pembatalan dilakukan oleh maskapai, penumpang pada dasarnya berhak mendapatkan pengembalian dana (refund) penuh atau opsi penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan. Kebijakan ini berlaku terutama jika pembatalan bukan disebabkan kesalahan penumpang. Maskapai biasanya menawarkan pilihan refund ke metode pembayaran semula atau dalam bentuk travel voucher.

Dalam kasus konflik geopolitik, penutupan wilayah udara biasanya dikategorikan sebagai force majeure atau keadaan kahar. Meski demikian, mayoritas maskapai tetap memberikan opsi refund atau reschedule. Namun, perlu diketahui bahwa proses pengembalian dana dalam situasi force majeure terkadang memerlukan waktu lebih lama, karena tingginya jumlah pengajuan.

Proses refund bisa memakan waktu beberapa hari hingga beberapa pekan, tergantung kebijakan maskapai dan metode pembayaran. Untuk pembayaran kartu kredit, dana biasanya dikembalikan ke rekening yang sama. Sementara untuk transfer bank atau dompet digital, waktunya bisa berbeda. Simpan seluruh bukti pembatalan dan korespondensi sebagai arsip jika diperlukan.

2. Alternatif selain refund

Potret penumpang di bandara (unsplash.com/Jackie Alexander)

Jika perjalanan bersifat mendesak, reschedule atau pengalihan rute bisa menjadi opsi yang lebih praktis dibandingkan menunggu refund. Maskapai terkadang menawarkan penerbangan alternatif melalui rute berbeda atau tanggal lain tanpa biaya tambahan. Pertimbangkan kebutuhan perjalanan sebelum memutuskan mengambil refund penuh.

3. Cek perlindungan asuransi perjalanan

Jika kamu memiliki asuransi perjalanan, ada kemungkinan pembatalan akibat konflik atau penutupan wilayah udara termasuk dalam perlindungan polis. Klaim asuransi bisa membantu menutup biaya tambahan, seperti akomodasi atau transportasi darurat. Baca detail polis, agar memahami cakupan manfaatnya.

Pembatalan penerbangan dalam situasi konflik internasional memang di luar kendali penumpang. Namun, secara umum, uang tiket bisa kembali jika pembatalan dilakukan maskapai.

Kuncinya adalah segera hubungi maskapai atau agen perjalanan, memahami opsi yang tersedia, serta menyimpan seluruh bukti transaksi. Dengan langkah yang tepat, kerugian bisa diminimalkan meski situasi sedang tidak menentu.

Editorial Team