Siapa yang suka percaya dengan merek terkenal untuk menentukan segalanya? Faktanya, belum tentu merek terkenal menjadi yang terbaik. Kamu harus teliti membaca ulasannya di berbagai platform.
Berdasarkan data yang dihimpun Which?, terdapat enam perusahaan kapal pesiar ternama yang paling banyak direkomendasikan. Sayangnya, beberapa nama seperti Cunard, P&O, dan Fred Olsen tidak masuk sebagai kapal pesiar terbaik.
Banyak wisatawan yang mengeluhkan pelayanan kapal pesiar milik P&O, khususnya mengenai koneksi internet yang harus membayar £6,75-24,95 (sekitar Rp120-443 ribuan) per harinya.
Selaku editor Which? Travel, Rory Boland, menilai perjalanan naik kapal pesiar harusnya tidak dibatasi dengan hal remeh seperti itu. Pasalnya, wisatawan telah membayar mahal untuk sebuah perjalanan dengan kapal pesiar.
Berwisata dengan kapal pesiar tidak seharusnya membuat penumpang mengeluarkan uang tambahan cukup banyak. Menurut dua, wisatawan juga tidak seharusnya mengantre panjang.
MSC Cruises juga menjadi sorotan dalam hasil survei kali ini. Perusahaan pelayaran sejak 1989 yang berpusat di Jenewa, Swiss, ini sering membuat antrean panjang untuk pengunjungnya.
Parahnya lagi, banyak keluhan terhadap pelayanan di dalam kapal yang mampu mengangkut lebih dari 6.000 orang ini. Makanannya biasa saja dan banyak pegawai kurang ramah.
Menanggapi hal tersebut, juru bicara MSC Cruises mengonfirmasinya kepada MailOnline Travel. Mereka merasa kecewa dengan hasil survei dari Which?. Sampel yang digunakan pun cukup kecil, hanya 67 penumpang.
Menurut MSC Cruises, hal tersebut belum bisa mewakili pengalaman penumpang secara keseluruhan. Berdasarkan data milik MSC Cruises, jumlah penumpang asal Inggris telah meningkat 37 persen pada 2019. Bahkan, mereka telah meraih 50 penghargaan dari seluruh dunia terhadap kualitas produknya pada tahun lalu.