Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret padang bunga di Pegunungan Alpen
potret padang bunga di Pegunungan Alpen (pexels.com/PHILIPPE SERRAND)

Intinya sih...

  • Musim semi jadi awal magis padang bunga Alpen mekarAntara akhir Mei hingga awal Juli, salju musim dingin telah mencair, memunculkan lautan bunga yang spektakuler di Swiss.

  • Musim panas adalah puncak keindahan bunga di dataran tinggiDi bulan Juli dan Agustus, keindahan bunga berpindah ke tempat yang lebih tinggi dengan flora Alpen yang lebih tangguh dan langka.

  • Setiap ketinggian punya pesona dan jadwal mekar yang unikWaktu mekar sangat bergantung pada ketinggian, memberi jendela waktu yang cukup panjang untuk menikmati hamparan padang bunga Alpen di Swiss.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bicara soal Swiss, mungkin yang langsung terlintas di benak adalah deretan jam tangan mewah, cokelat yang lumer di mulut, atau keju dengan kualitas nomor wahid. Namun, negara di jantung Eropa ini menyimpan pesona lain yang tak kalah magis, yaitu hamparan padang bunga liarnya yang seolah tak berujung. Setiap tahunnya, lereng-lereng pegunungan Alpen berubah menjadi karpet warna-warni yang memanjakan mata, menawarkan sebuah pemandangan yang membuat siapa pun berdecak kagum.

Bagi para pelancong yang mendamba pengalaman berbeda, menyaksikan langsung fenomena alam ini adalah sebuah keharusan. Keindahan ini bukanlah pertunjukan yang berlangsung sepanjang tahun. Ada waktu-waktu tertentu di mana bunga-bunga ini berada dalam kondisi terbaiknya. Mengetahui kapan harus datang dan ke mana harus melangkah adalah kunci untuk membuka rahasia keindahan padang bunga Alpen di Swiss.

1. Musim semi jadi awal magis padang bunga Alpen mekar

potret padang bunga di Pegunungan Alpen (Grigory Heaton, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Waktu emas untuk menyaksikan ledakan warna pertama di padang rumput Swiss adalah antara akhir Mei hingga awal Juli. Ini adalah periode di mana salju musim dingin telah sepenuhnya mencair di lembah-lembah dan dataran rendah, memberi jalan bagi kehidupan baru untuk tumbuh. Sinar matahari yang hangat seolah membangunkan benih-benih yang tertidur, mengubah padang hijau menjadi lautan bunga yang spektakuler.

Pada periode inilah berbagai jenis bunga mekar secara serentak, menciptakan palet warna yang luar biasa kaya. Padang rumput akan dipenuhi dengan bunga buttercup yang kuning mengilap, anggrek tutul (common spotted orchid) yang memesona, hingga globe flower yang menyala seperti bola api kecil. Momen ini adalah kesempatan terbaik untuk melihat lembah-lembah Swiss dalam kondisi paling subur dan penuh warna, sebelum para petani mulai memotong rumput untuk jerami dan kawanan sapi naik untuk merumput.

2. Musim panas adalah puncak keindahan bunga di dataran tinggi

potret padang bunga di Pegunungan Alpen (pexels.com/PHILIPPE SERRAND)

Ketika musim semi berlalu dan suhu udara semakin hangat di bulan Juli dan Agustus, pertunjukan bunga tidak berakhir begitu saja. Sebaliknya, keindahan itu hanya berpindah ke tempat yang lebih tinggi. Saat bunga-bunga di lembah mulai layu, giliran lereng-lereng gunung yang lebih tinggi dan jalur pendakian di ketinggian yang menunjukkan pesonanya. Ini adalah waktu bagi para petualang dan pendaki untuk menyaksikan flora Alpen yang lebih tangguh dan langka.

Di ketinggian ini, kamu berkesempatan menemukan bunga-bunga ikonik yang lebih jarang terlihat. Ada Genthiana biru yang warnanya begitu pekat, Alpenrose yang merupakan sejenis rhododendron berwarna pink cerah, dan berbagai jenis bellflower yang cantik. Jika beruntung, kamu bahkan bisa menemukan bunga Edelweiss yang legendaris, meskipun bunga nasional Swiss ini sebenarnya cukup langka. Beberapa wilayah seperti Bernese Oberland, Valais, dan sekitar Zermatt menjadi destinasi favorit para pendaki untuk berburu pemandangan bunga di musim panas.

3. Setiap ketinggian punya pesona dan jadwal mekar yang unik

potret padang bunga di Pegunungan Alpen (pxhere.com)

Salah satu "rahasia" terbesar untuk menikmati bunga Alpen adalah memahami bahwa waktu mekar sangat bergantung pada ketinggian. Ini adalah kabar baik bagi para pelancong, karena artinya jendela waktu untuk menikmati bunga sebenarnya cukup panjang. Aturan praktisnya sederhana: semakin tinggi lokasinya, semakin akhir musim mekarnya. Bunga-bunga di ketinggian 2.000 meter tentu akan mekar lebih lambat dibandingkan yang ada di dasar lembah.

Bahkan, beberapa spesies bunga yang paling tangguh baru akan menunjukkan kelopaknya di puncak musim panas di dekat batas salju abadi. Ada sekitar 52 spesies bunga yang mampu bertahan hidup di ketinggian hingga 3.500 meter di atas permukaan laut. Jadi, jika kamu melewatkan puncak musim mekar di bulan Juni, jangan khawatir. Kamu hanya perlu merencanakan pendakian ke rute yang lebih tinggi pada bulan Juli atau Agustus untuk menemukan surga bunga tersembunyi yang tak kalah indahnya.

Pada akhirnya, merencanakan perjalanan ke Swiss untuk menikmati padang bunganya adalah tentang memilih petualanganmu sendiri. Apakah kamu ingin berlari-lari di padang bunga lembah yang luas di awal musim panas, atau kamu lebih tertantang untuk mendaki puncak demi melihat bunga langka yang mekar di ketinggian? Swiss menawarkan keduanya, sebuah simfoni alam yang mekar indah dari musim semi hingga akhir musim panas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team