Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ho Chi Minh City, Vietnam
Ho Chi Minh City, Vietnam (unsplash.com/Georgios Domouchtsidis)

Intinya sih...

  • Tokyo, Jepang: Kota yang menyeimbangkan tradisi lama dengan inovasi modern tanpa terasa dipaksakan, diminati karena musim semi dan gugur.

  • Jaipur, India: Kota dengan arsitektur megah, pengalaman kuliner khas Rajasthan, dan budaya lokal autentik.

  • Ho Chi Minh City, Vietnam: Menawarkan suasana santai di kawasan pesisir dan ketertarikan bergeser ke wilayah yang jarang dikunjungi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahun 2025 jadi momen menarik buat dunia traveling, terutama di kawasan Asia. Banyak traveler mulai mengubah cara liburan, dari sekadar buru-buru checklist tempat populer ke pengalaman yang lebih dalam.

Kamu mungkin juga merasakan tren serupa, ingin liburan yang lebih santai tapi tetap berkesan. Kota besar masih diminati, tapi destinasi dengan nuansa lokal kuat ikut naik daun.

Perjalanan bukan cuma soal foto, tapi juga soal rasa terhubung dengan tempat. Dari perubahan itu, muncul tujuh kota di Asia yang paling diburu traveler pada 2025 berikut ini. Kamu wajib banget memasukkan salah satunya ke dalam itinerary tahun ini.

1. Tokyo, Jepang

Tokyo, Jepang (unsplash.com/Jezael Melgoza)

Tokyo kembali membuktikan diri sebagai destinasi yang gak pernah kehilangan pesona. Kota ini selalu berhasil menyeimbangkan tradisi lama dengan inovasi modern tanpa terasa dipaksakan. Kamu bisa berpindah dari kuil kecil yang tenang ke kawasan penuh neon, kafe baru, dan galeri seni kontemporer dalam waktu singkat.

Minat traveler ke Tokyo juga dipengaruhi faktor musim. Musim semi dengan sakura dan musim gugur dengan dedaunan merah masih jadi primadona. Perjalanan musim dingin justru mulai dilirik karena suasana kota terasa lebih lokal dan tenang. Banyak traveler menganggap Tokyo bukan destinasi sekali datang, melainkan kota untuk dikunjungi berulang kali.

2. Jaipur, India

Jaipur, India (unsplash.com/Aditya Siva)

Jaipur mencuri perhatian sebagai salah satu kota paling memikat di India sepanjang 2025. Daya tarik utamanya terletak pada arsitektur megah, seperti benteng di atas bukit dan istana penuh detail. Namun, pesona Jaipur gak berhenti di bangunan bersejarah saja.

Perkembangan hotel butik, ruang kriya modern, dan pengalaman kuliner khas Rajasthan bikin kota ini terasa hidup. Traveler merasakan budaya lokal yang autentik, bukan sekadar pertunjukan untuk wisatawan. Identitas kuat Jaipur membuat kunjungan terasa lebih personal dan bermakna.

3. Ho Chi Minh City, Vietnam

Ho Chi Minh City, Vietnam (unsplash.com/Huỳnh Tấn Hậu)

Vietnam terus menikmati peningkatan minat traveler sepanjang 2025. Kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh City tetap ramai berkat sejarah serta kekayaan kuliner. Di sisi lain, kawasan pesisir menawarkan suasana santai buat kamu yang ingin rehat dari hiruk-pikuk kota.

Hoi An masih jadi favorit, terutama untuk aktivitas fotografi dan eksplorasi pagi hari. Ketertarikan juga mulai bergeser ke wilayah yang jarang dikunjungi. Kondisi ini menandakan banyak traveler kembali ke Vietnam untuk menjelajah lebih dalam, bukan sekadar mengunjungi destinasi utama.

4. Manila, Filipina

Manila, Filipina (pexels.com/Jewel Jordan)

Manila muncul dengan wajah baru sebagai tujuan wisata utama, bukan hanya sekadar kota transit. Traveler mulai penasaran dengan berbagai kawasan, mulai dari distrik bersejarah hingga area penuh jajanan kaki lima. Kota ini menawarkan pengalaman yang terasa apa adanya.

Energi Manila terasa kuat berkat sejarah panjang serta kehidupan urban yang dinamis. Kamu yang menyukai kota dengan karakter apa adanya dan sarat cerita kemungkinan akan merasa betah. Meningkatnya popularitas Manila mencerminkan ketertarikan traveler pada kota yang memberi ruang untuk rasa ingin tahu dan eksplorasi mendalam.

5. Bangkok dan Phuket, Thailand

Phuket, Thailand (unsplash.com/M o e)

Thailand masih jadi destinasi favorit di Asia sepanjang 2025. Bangkok dan Phuket terus menarik traveler baru dengan fasilitas lengkap dan akses mudah. Namun, pola perjalanan mulai berubah, terutama di kalangan pengunjung lama.

Minat bergeser ke wilayah, seperti Surat Thani atau pulau-pulau yang belum terlalu ramai. Traveler ingin merasakan kenyamanan infrastruktur Thailand sambil menemukan suasana baru. Liburan jadi lebih lambat, lebih santai, tapi tetap terasa aman dan familier.

6. Daegu, Korea Selatan

Daegu, Korea Selatan (unsplash.com/Finn)

Daegu mulai dikenal sebagai kota alternatif menarik di Korea Selatan. Ritme kota ini lebih santai dibanding Seoul, tapi tetap kaya budaya. Kamu bisa menikmati suasana kota tanpa tekanan keramaian berlebihan.

Lokasi Daegu dekat dengan alam, lengkap dengan jalur hiking dan pemandangan indah. Pasar tradisional, budaya kafe, serta komunitas kreatif tumbuh pesat. Semua itu membentuk karakter kota yang terasa hangat dan mudah didekati traveler.

7. Luang Prabang menawarkan ketenangan mendalam

Luang Prabang, Laos (unsplash.com/Long (lTiga) Nguyen)

Luang Prabang terus menarik traveler pencari ketenangan sepanjang 2025. Suasana pagi di tepi Sungai Mekong dengan kabut tipis dan prosesi biksu jadi pengalaman ikonik. Kota ini mengajak kamu untuk memperlambat langkah.

Pelestarian warisan budaya berjalan seimbang dengan pariwisata berskala kecil. Traveler merasakan liburan yang lebih mindful tanpa tekanan agenda padat. Luang Prabang membuktikan bahwa melakukan lebih sedikit justru bisa memberi pengalaman lebih dalam.

Tujuh destinasi Asia paling diburu di 2025 menunjukkan perubahan cara pandang traveler terhadap liburan. Kota besar masih digemari, tapi tempat dengan identitas kuat dan ritme tenang makin diminati. Kamu gak cuma diajak melihat, tapi juga merasakan kehidupan setempat. Tren ini kemungkinan berlanjut ke tahun berikutnya. Pertanyaannya sekarang, destinasi mana yang sudah masuk wishlist perjalananmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team