Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Kota di Eropa dengan Arsitektur ala Bridgerton, Romantis!
Budapest, Hungaria (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Artikel menyoroti enam kota di Eropa yang masih mempertahankan arsitektur bergaya Regency, menghadirkan nuansa romantis seperti dalam serial Bridgerton.
  • Kota-kota tersebut meliputi Edinburgh, Wina, Warwickshire, Budapest, East Sussex, dan Dublin dengan ciri khas bangunan klasik serta suasana elegan abad ke-19.
  • Setiap kota menawarkan pengalaman unik—dari kastel megah hingga rumah Georgian—yang membuat pengunjung seolah melangkah ke dunia cinta bangsawan masa lampau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau kamu penggemar serial seperti Bridgerton (2020—sekarang), pasti tahu betapa memikatnya suasana era Regency, taman-taman luas dan bangunan klasik. Meski era itu sudah lama berlalu, jejak arsitekturnya masih bisa ditemukan di berbagai kota di Eropa. Kota-kota ini jadi latar sempurna untuk kisah cinta bangsawan penuh drama dan bisik-bisik manis di balik kipas renda.

Dari kastel megah hingga deretan rumah bergaya Georgian yang anggun, ini beberapa kota di Eropa dengan arsitektur ala Bridgerton. Masing-masing menghadirkan nuansa romantis yang terasa seperti dunia fantasi abad ke-19!

1. Edinburgh, Skotlandia

Edinburgh (pexels.com/Daniel Reynaga)

Edinburgh punya pesona romantis yang terasa alami. Jalan-jalan berbatu di Old Town, pub temaram dengan cahaya lilin, dan panorama dari Arthur’s Seat menciptakan suasana dramatis yang sulit ditandingi. Kota ini seperti panggung besar dengan latar kastel dan langit kelabu yang justru menambah sentuhan puitis.

Saat melangkah ke kawasan New Town, suasananya berubah jadi lebih elegan dan tertata. Deretan bangunan Georgian yang simetris dan alun-alun rapi langsung mengingatkan pada arsitektur era Regency. Rasanya seperti berjalan di antara keluarga bangsawan yang sedang bersiap menghadiri pesta dansa malam hari.

2. Wina, Austria

Wina (pexels.com/Dominika Gregušová)

Vienna dikenal sebagai kota musik dan istana. Namun, di balik itu ada aura romantis yang berkelas. Jalan-jalan besarnya yang mengelilingi pusat kota dipenuhi bangunan megah dan kafe klasik yang cocok untuk duduk lama sambil berbincang. Suasananya terasa anggun tanpa perlu berlebihan.

Salah satu ikon yang tak boleh dilewatkan adalah Schönbrunn Palace. Istana ini memancarkan kemewahan khas kekaisaran dengan taman luas dan detail arsitektur abad ke-18. Berjalan di sana seperti kembali ke masa ketika pesta dansa dan etika sosial adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.

3. Warwickshire, Inggris

Warwickshire (pexels.com/Mike Bird)

Wilayah Warwickshire menawarkan pemandangan perbukitan hijau, desa-desa klasik, dan sungai yang tenang. Nuansanya terasa lembut, apalagi karena daerah ini erat kaitannya dengan sejarah Inggris yang panjang. Cocok banget untuk kamu yang ingin suasana pedesaan romantis ala novel klasik.

Di sana berdiri megah Warwick Castle yang menjulang di atas Sungai Avon. Tak jauh dari situ, kota Royal Leamington Spa menampilkan teras-teras Regency yang rapi dan promenade elegan. Kawasan ini mencerminkan gaya hidup sosial kelas atas Inggris di awal 1800-an.

4. Budapest, Hungaria

Budapest (pexels.com/Justice Ejele)

Budapest punya daya tarik romantis lewat panorama Sungai Danube dan bangunan megah di kedua sisinya. Saat matahari terbenam, cahaya keemasan memantul di air dan menciptakan suasana yang dramatis sekaligus intim. Kota ini terasa hidup, tapi tetap menyimpan sisi klasik yang anggun.

Di sepanjang Andrássy Avenue, pemanadangan bangunan yang tertata rapi dengan balkon dekoratif menghadirkan kesan aristokrat. Tradisi bersantai di pemandian air panas seperti Széchenyi Thermal Bath juga mengingatkan pada budaya sosial abad ke-19. Semua elemen itu membuat Budapest terasa seperti latar kisah cinta penuh intrik.

5. East Sussex, Inggris

East Sussex (Pexels.com/JacLou- DL)

Wilayah East Sussex, khususnya Brighton dan Hove, memadukan suasana pantai dengan arsitektur Regency yang memesona. Deretan rumah berwarna pastel yang melengkung mengikuti garis pantai menciptakan tampilan yang simetris dan lembut. Angin laut dan langit biru membuat semuanya terasa ringan dan romantis.

Ikon paling mencolok tentu saja Royal Pavilion dengan kubah eksotisnya. Bangunan ini menjadi simbol masa ketika kawasan tersebut jadi tempat pelarian bangsawan untuk berlibur. Hingga kini, afternoon tea di sekitar pavilion masih terasa seperti tradisi elegan dari masa lalu.

6. Dublin, Irlandia

Dublin (pexels.com/Alexandre Scornet)

Dublin memancarkan romantisme lewat alun-alun Georgian dan rumah-rumah bata merahnya yang ikonik. Pintu-pintu berwarna cerah di kawasan Merrion Square memberi sentuhan unik sekaligus klasik. Tata kota yang harmonis mencerminkan selera estetika awal 1800-an yang rapi dan proporsional.

Menyusuri tepi Sungai Liffey, kamu akan menemukan jembatan-jembatan cantik dan jalanan yang terasa intim. Dublin bukan hanya tentang sejarah, tapi juga tentang percakapan hangat di pub tradisional dan budaya sastra yang kental. Kota ini terasa seperti tempat sempurna untuk kisah cinta yang tumbuh perlahan.

Kota di Eropa dengan arsitektur ala Bridgerton ini membuktikan bahwa nuansa romantis era Regency masih bisa dinikmati hingga sekarang. Kalau kamu bisa memilih satu kota untuk merasakan fantasi Regency secara langsung, mana yang paling ingin kamu kunjungi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team