Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi walking tour
ilustrasi walking tour (commons.wikimedia.org/Kenneth Allen)

Intinya sih...

  • Paris memiliki pusat kota yang saling terhubung

  • Barcelona memiliki kawasan lama yang tidak ramah kendaraan

  • Amsterdam memungkinkan eksplorasi tanpa banyak belokan rumit

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Walking tour bukan tren baru di Eropa, tetapi cara paling masuk akal untuk menikmati kota-kota tua yang sejak awal dirancang untuk dilalui dengan kaki. Banyak pusat kota di Eropa punya jarak pendek antarbangunan penting, jalur pejalan kaki yang menyambung alami, serta area bebas kendaraan yang justru nyaman dijelajahi tanpa transportasi.

Walking tour ini cocok bagi pelancong yang ingin eksplorasi kota tanpa agenda berlebihan. Berikut lima kota Eropa yang paling ideal dinikmati lewat walking tour.

1. Paris menyediakan area inti kota yang saling terhubung

Le Marais (commons.wikimedia.org/RG72)

Paris punya pusat kota yang secara alami mendukung walking tour karena jarak antardestinasi utamanya berdekatan. Kawasan Le Marais, Latin Quarter, dan Île de la Cité bisa dijelajahi dalam satu jalur tanpa perlu naik transportasi umum. Jalur di tepi Sungai Seine juga berfungsi sebagai koridor pejalan kaki yang menghubungkan Notre-Dame, Louvre, hingga Musée d’Orsay.

Berjalan kaki di Paris memberi akses langsung ke detail kota yang sering terlewat, seperti gang kecil di sekitar Rue Mouffetard atau deretan toko buku di Left Bank. Transisi dari area wisata yang ramai ke gang-gang kecil jauh lebih menyenangkan. Paris cocok untuk walking tour singkat maupun seharian penuh tanpa rasa lelah berlebihan.

2. Barcelona memiliki kawasan lama yang tidak ramah kendaraan

Gothic Quarter (commons.wikimedia.org/Ramblasbacardi)

Barcelona justru terasa paling nyaman saat dijelajahi dengan berjalan kaki, terutama di kawasan Gothic Quarter. Banyak jalan di area ini sempit dan tidak dirancang untuk kendaraan, sehingga walking tour menjadi pilihan paling realistis. Rute dari Plaça de Catalunya menuju El Born atau Plaça Reial bisa ditempuh sambil berhenti di berbagai titik tanpa perlu itinerary rumit.

Blok kota Barcelona yang rapi juga memudahkan wisatawan yang baru pertama kali. Jalan menuju Sagrada Família atau Park Güell relatif jelas meski ditempuh sebagian dengan berjalan kaki. Ditambah jalur pejalan kaki di area pantai Barceloneta, kota ini menawarkan kombinasi eksplorasi wisata urban dan ruang terbuka.

3. Amsterdam memungkinkan eksplorasi tanpa banyak belokan rumit

Dam Square (commons.wikimedia.org/Suicasmo)

Amsterdam termasuk kota yang ramah untuk walking tour karena permukaan wilayahnya yang datar dan tata jalannya terstruktur. Kanal-kanal di pusat kota membentuk pola melingkar yang memudahkan kamu bernavigasi kesana kemari tanpa perlu sering membuka peta. Dari Dam Square, wisatawan bisa berjalan kaki ke Anne Frank House, Jordaan, hingga Nine Streets.

Walking tour di Amsterdam terasa praktis karena hampir semua kebutuhan berada di jalur yang sama. Kafe, toko suvenir, toko keju, dan galeri kecil tersebar di sepanjang jalan pejalan kaki. Kota ini sangat santai untuk kamu jelajahi sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin eksplorasi tanpa terburu-buru.

4. Praha merupakan pusat kota yang padat tapi pas untuk kamu jelajahi

Mala Strana (commons.wikimedia.org/VitVit)

Praha memiliki Old Town yang relatif kecil tetapi kaya akan beragam destinasi. Jalan berbatu di sekitar Old Town Square, Charles Bridge, dan Mala Strana membentuk jalur walking tour yang saling terhubung. Hampir seluruh ikon utama kota dapat dijangkau dengan berjalan kaki tanpa perlu naik atau menggunakan transportasi tambahan.

Berjalan kaki di Praha membantu wisatawan memahami perbedaan karakter tiap kawasan dalam jarak  yang begitu dekat. Area ramai wisatawan dan sudut kota yang lebih tenang sering hanya dipisahkan oleh satu atau dua ruas jalan saja. Kondisi ini membuat walking tour terasa efisien.

5. Florence memusatkan destinasi utama dalam satu area

Duomo (commons.wikimedia.org/Francesco Bini)

Florence dikenal sebagai kota dengan pusat sejarah yang sangat kece. Duomo, Piazza della Signoria, Ponte Vecchio, hingga kawasan Oltrarno berada dalam jarak yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja. Tata kota ini mendukung walking tour tanpa memerlukan perencanaan rute yang rumit.

Berjalan kaki di Florence memudahkan wisatawan berpindah dari museum ke area kuliner lokal tanpa perlu melewati perjalanan panjang. Banyak lorong kecil di sekitar Palazzo Vecchio justru menjadi akses tercepat antararea yang menarik untuk kamu sambangi. Kota ini sangat cocok bagi pelancong yang ingin eksplorasi intens tapi hanya punya waktu  yang terbatas.

Walking tour memberi cara paling praktis untuk memahami kota-kota Eropa tanpa kehilangan detail penting di sepanjang jalan. Paris sampai  Florence menunjukkan bahwa berjalan kaki bukan pilihan opsional, tetapi strategi  menjelajahi kota paling efektif. Kalau harus memilih satu kota untuk dijelajahi hanya dengan kaki, kota mana yang paling masuk daftar perjalananmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team