gambar turis di bandara (unsplash.com/Erik Odiin)
Menyandang status sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, gak heran jika Petra menjadi lokasi favorit banyak wisatawan. Pada 2023 lalu, Petra bahkan dikunjungi oleh lebih dari 1,1 juta pengunjung.
Sayangnya, situasi di Timur Tengah yang memanas pada awal tahun 2026 ini, disusul oleh perang antara Iran dan Israel-Amerika, membuat banyak wisatawan khawatir dan akhirnya melakukan pembatalan kunjungan. Gak tanggung-tanggung, pada pembatalan wisata ke Petra di bulan Maret ini mencapai angka 100 persen. Sedangkan untuk kunjungan bulan April, tingkat pembatalannya mencapai angka 60 persen.
Dilansir Jordan News, Ketua Dewan Komisaris Otoritas Pengembangan dan Pariwisata Wilayah Petra, Adnan Al-Sawa'ir, menyatakan bahwa pembatalan ini sangat berdampak pada masyarakat sekitar yang bergantung secara ekonomi pada sektor wisata. Lebih lanjut, Al-Sawa'ir juga menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai langkah untuk melindungi para pekerja di sektor tersebut, serta memanfaatkan periode kekosongan wisata ini untuk melaksanakan proyek pembangunan, pembersihan, serta rehabilitasi infrastruktur di Petra.
Perang antara Iran dan Israel-Amerika memang memberikan dampak yang sangat buruk. Bukan hanya pihak yang terlibat, tetapi negara sekitar di Timur Tengah juga merasakan dampaknya. Termasuk Yordania, yang harus menerima kenyataan bahwa sektor pariwisata mengalami keterpurukan di bulan ini.