Shibuya Crossing (unsplash.com/Denys Nevozhai)
Di awal episode pertama drama Can This Love Be Translated? yang ditayangkan di Netflix, terdapat cuplikan jalan raya yang ramai. Nah, cuplikan ini diambil di Shibuya Crossing, sebuah persimpangan paling ramai di Tokyo. Saking ramainya, di jam sibuk, persimpangan ini dilewati oleh 1.000 - 2.500 orang setiap dua menit.
Buat kamu yang pernah liburan ke Jepang,kamu pasti tahu kalau Shibuya ini merupakan distrik hiburan paling populer di Tokyo. Sepanjang jalan, kamu bisa menemukan pusat perbelanjaan, bioskop, hingga tempat makan. Terakhir, jangan lupa mengunjungi patung Hachiko yang merupakan landmark paling terkenal di Shibuya.
Kalau kamu penggemar drakor, dan kebetulan punya rencana liburan ke Jepang dalam waktu dekat, kamu bisa lho mampir ke beberapa lokasi syuting drama Korea "Can This Love Be Translated?". Beberapa di antaranya memang gak berada di pusat kota, tetapi tetap aja lokasi-lokasi ini layak banget untuk dikunjungi. Gimana, tertarik berkunjung?
Drama Can This Love Be Translated? bercerita tentang apa? | Drama ini mengisahkan Ju Hoo Jin, seorang penerjemah, dan Cha Mu Hee, aktris papan atas, yang terlibat dalam proyek acara realitas kencan. Keduanya memiliki pandangan dan kepribadian yang berbeda soal cinta, sehingga memunculkan dinamika hubungan yang menarik. |
Kapan drama ini rilis dan tayang di platform apa? | Drama Can This Love Be Translated? dirilis pada 16 Januari 2026 dan tayang di Netflix. |
Lokasi syuting di Jepang ada di mana saja? | Beberapa lokasi syuting yang disebutkan adalah Pulau Enoshima, Enoden Railway Crossing (jalur kereta Enoden), distrik Gion di Kyoto, Gokurakuji Station di Kamakura, serta Shibuya Crossing di Tokyo. |
Bagaimana cara menuju Pulau Enoshima dari Tokyo dan berapa perkiraan waktunya? | Dari Tokyo, kamu bisa naik kereta JR Tokaido lalu lanjut dengan kereta Enoden menuju Enoshima. Total perjalanan sekitar 1 jam dengan perkiraan biaya sekitar 1.000 yen per orang. |