KTX (commons.wikimedia.org/Takeshi Aida.)
Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan perkembangan kereta api tercepat dalam dua dekade terakhir setelah meluncurkan Korea Train eXpress atau KTX pada 1 April 2004. Nama KTX berasal dari singkatan Korea Train eXpress, yakni layanan kereta cepat nasional yang dikembangkan berdasarkan teknologi TGV milik Prancis sebelum kemudian dimodifikasi sendiri oleh insinyur lokal Korea Selatan. Jalur awal Seoul–Busan mampu memangkas waktu perjalanan dari hampir 5 jam menjadi sekitar 2 jam 40 menit sehingga mobilitas bisnis nasional berubah drastis hanya dalam hitungan tahun.
Keunggulan utama sistem rel Korea Selatan terletak pada integrasi antarmoda yang sangat rapi antara KTX, metro perkotaan, kereta regional, hingga bus antarkota. Seoul Metropolitan Subway bahkan dikenal sebagai salah satu sistem metro paling padat sekaligus efisien di dunia karena memiliki penunjuk arah multibahasa, jaringan internet stabil, serta sistem pembayaran terintegrasi menggunakan kartu T-money. Kehadiran pintu pengaman otomatis di peron juga membantu mengurangi kecelakaan penumpang sekaligus mempercepat proses naik turun saat jam sibuk.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan terus memperluas jaringan rel cepat hingga wilayah selatan dan timur negara tersebut. Teknologi kereta generasi baru bernama KTX-Eum mulai digunakan pada 2021 menggunakan sistem Electric Multiple Unit atau EMU, yakni rangkaian kereta listrik tanpa lokomotif kepala sehingga akselerasi menjadi lebih cepat dan konsumsi energi lebih efisien. Inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana Korea Selatan tidak hanya mengejar kecepatan, melainkan juga efisiensi operasional jangka panjang.