Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret orang mendapat hasil tangkapan dari ice fishing
Potret orang mendapat hasil tangkapan dari ice fishing (pexels.com/putulik-jaaka)

Musim dingin identik dengan salju dan es, terutama negara empat musim di belahan bumi utara. Sebagian perairan, seperti sungai dan danau, akan membeku. Hal tersebut bukan menjadi halangan untuk menikmati musim yang menyenangkan.

Warga setempat selalu punya cara untuk menikmati musim dingin, bahkan telah menjadi budaya sejak lama. Salah satunya ice fishing, aktivitas memancing di perairan yang telah membeku. Kira-kira destinasi mana saja negara di Asia yang punya budaya ice fishing? Mari cari tahu dari penjelasan di bawah ini!

1. Kazakhstan

Kondisi geografis negara-negara di Asia Tengah cukup unik, salah satunya Kazaskhtan. Negara itu punya ibu kota yang terdingin kedua di dunia, namanya Nursultan Nazarbayev atau lebih sering disebut Nur-Sultan.

Awalnya bernama Akmola, kemudian dikenal sebagai Astana pada 1998, dan menyandang nama saat ini sejak 2019, untuk menghormati mantan presidennya. Nur-Sultan terletak di Kazakhstan bagian utara, tepi Sungai Ishim. Iklimnya sangat keras, suhunya dapat mencapai -35 derajat Celcius. Musim dingin bisa terasa lebih panjang, Sungai Ishim akan membeku sekitar November hingga awal April.

Kondisi tersebut dimanfaatkan warga setempat untuk memancing di atas es. Selain Sungai Ishim, tempat lain yang menjadi favorit para pemancing berpengalaman, yakni Cagar Alam Korgalzhyn. Hal ini menjadi kesempatan emas, karena dilarang memancing di cagar alam selama musim panas untuk melindungi spesies burung yang ada di sana.

Kota lain yang dapat menjadi tujuan untuk ice fishing, yakni Kapchagay, sekarang bernama Konaev. Kota tersebut terletak 80 kilometer dari Almaty, terdapat Waduk Kapchagay yang membeku saat musim dingin. Para pemancing akan menjumpai beragam jenis ikan di sini, seperti ikan perch dan ikan mas.

2. Mongolia

Musim dingin di Mongolia (pexels.com/soo-ann-woon)

Beralih ke Asia Timur, Mongolia punya 4.000 sungai dan 30 danau yang menjadikannya tujuan utama untuk memancing. Ice fishing ternyata telah menjadi tradisi dan budaya berusia berabad-abad yang masih dilakukan hingga saat ini.

Masyarakat setempat mengandalkan ikan sebagai sumber protein utama, dan memancing di atas es merupakan cara untuk memastikan pasokan ikan selama musim dingin. Belakangan ini, aktivitas tersebut juga dipromosikan sebagai daya tarik wisata.

Ditambah lagi kondisi alam, terutama airnya yang masih jernih dan terbebas dari bahan kimia maupun polusi. Ada beberapa lokasi terbaik untuk ice fishing di Mongolia, antara lain Sungai Tuul, Orkhon, Kharaa, Yoroo, Kherlen yang tidak jauh dari Ulaanbaatar.

Selain sungai, beberapa danau juga dapat dikunjungi untuk memancing di atas es, seperti Danau Ugii, Khagiin, Khar, dan Terkhiin Tsagaan. Sedangkan, yang ingin memancing di wilayah Mongolia Barat, ada Danau Khoton dan Khurgan, Tsagaan gol, dan Danau Achit. Aktivitas memancing sering dilakukan pada Desember hingga Maret.

3. China

Bergeser sedikit ke negara tetangga, China juga punya budaya serupa. Tempat yang paling populer sebagai tujuan wisata musim dingin, yakni Harbin. Kota tersebut manjadi tuan rumah Ice and Snow Festival yang digelar setiap tahunnya.

Festival Salju dan Es di Harbin menawarkan berbagai aktivitas menarik. Tidak hanya menyaksikan ornamen dari salju dan es yang dihiasi lampu, tetapi juga dapat memancing. Sungai Songhua yang mengalir di Harbin akan membeku saat musim dingin dan menjadi tempat favorit untuk memancing di atas es.

Tempat lain yang lebih ramai adalah Danau Chagan, Provinsi Jilin. Danau tersebut menjadi tuan rumah Festival Memancing Musim Dingin setiap tahunnya. Festival ini menunjukkan metode memancing Mongolia kuno yang masih terjaga hingga saat ini.

Para pemancing akan mengebor lapisan es tebal. Setelah itu, menebar jaring ke bawah dan menariknya beramai-ramai. Keterampilan dan tradisi tersebut telah menjadi warisan budaya tak benda di China.

4. Korea Selatan

Musim dingin di Korea Selatan (pixabay.com/anykeep)

Negara lain yang punya budaya serupa selanjutnya adalah Korea Selatan. Aktivitas memancing di atas es menjadi salah satu rangkaian acara Festival Es Hwacheon Sancheoneo. Hwacheon merupakan kota pegunungan di Provinsi Gangwon yang berjarak sekitar 90 km dari Seoul.

Warga lokal maupun wisatawan mancanegara dapat berpartisipasi dalam festival tersebut. Orang dewasa maupun anak-anak pun bisa menjajal keseruan memancing di atas es. Biasanya akan berlangsung pada pertengahan Januari hingga awal Februari.

Jenis ikan yang akan dipancing saat festival berlangsung adalah sancheoneo. Ikan tersebut merupakan spesies ikan trout yang dikenal hanya hidup di air tawar yang sangat bersih. Artinya, lokasi yang digunakan sebagai tempat memancing harus benar-benar terjaga kebersihannya dan tidak tercemar. 

5. Jepang

Jepang juga punya budaya ice fishing yang disebut wakasagi. Aktivitas tersebut menjadi salah satu budaya masyarakat di bagian utara, seperti Hokkaido. Salah satu wilayah terdingin di Jepang itu memang menjadi tujuan favorit untuk wisata musim dingin.

Sebagian besar danau di Hokkaido akan membeku ketika musim dingin. Oleh sebab itu, danau-danau tersebut dimanfaatkan untuk memancing sambil menikmati pemandangan sekitarnya. Para pemancing dapat menyewa peralatan, sekaligus tenda untuk menjaga tubuh tetap hangat.

Beberapa tempat yang populer untuk ice fishing di Hokkaido, yakni Danau Abashiri dan Danau Akan. Pilihan lain di luar wilayah itu, antara lain Danau Gando (Iwate), Danau Hibara (Fukushima), dan Danau Suwa (Nagano). Jika ingin lebih dekat dengan Gunung Fuji, bisa mengunjungi Danau Yamanaka di Yamanashi.

Ternyata budaya ice fishing di kelima negara tersebut bukan hanya untuk tujuan festival, tetapi sudah ada sejak zaman dulu. Berawal dari kebutuhan akan sumber makanan saat musim dingin, kini menjadi aktivitas wisata yang menarik. Kamu tertarik untuk menjajalnya?

Editorial Team