Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret petani Indonesia
Potret petani Indonesia (pexels.com/Danang DKW)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah menyiapkan kereta khusus bagi petani dan pedagang. Layanan ini dirancang demi kemudahan akses masyarakat mendistribusikan hasil pertanian maupun barang dagangan mereka ke kota, dengan jadwal operasi pada pagi hari.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, menyatakan keberadaan kereta tersebut akan mengisi kebutuhan transportasi yang belum terlayani kereta lokal. Kereta penumpang kelas ekonomi (K3) yang disiapkan untuk para petani dan pedagang ini mengedepankan desain yang lebih leluasa, aman, dan efisien.

1. Desain yang lebih lapang

Kehadiran kereta ini memang sangat ditunggu, terutama para petani dan pedagang yang sehari-hari mengandalkan distribusi hasil panen maupun barang dagangan. Kereta ini didesain dengan tempat duduk dipasang sejajar di sisi kiri dan kanan, sehingga ruang tengah lebih lapang untuk menaruh hasil pertanian atau barang dagangan.

Lebar pintu bordes diperbesar dari 800 milimeter menjadi 900 milimeter, sekat partisi dan bordes dihilangkan untuk memperlancar akses barang, dan jumlah kursi dikurangi menjadi 73 kursi dari sebelumnya 106 kursi. Meskipun kursinya berkurang, toilet tetap tersedia satu unit per kereta dan rak bagasi tetap dipertahankan demi kenyamanan penumpang.

Konsep kereta khusus ini sebenarnya terinspirasi dari China yang sudah lebih dulu menghadirkan layanan serupa. Harapannya, fasilitas ini bisa memangkas biaya logistik, memperluas akses pasar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha kecil.

2. Rute kereta khusus petani dan pedagang

Potret kereta api (unsplash.com/Fachry Hadid)

Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) yang dikhususkan untuk petani dan pedagang merupakan hasil modifikasi dari PT KAI. Proses perombakannya dilakukan UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng.

Uji coba statis sudah digelar pada 14–15 Agustus 2025, sedangkan uji coba dinamis dilakukan pada 15 Agustus 2025 di jalur Surabaya Gubeng–Lamongan (PP). Meski demikian, hingga kini PT KAI belum merilis secara resmi rute mana saja yang akan dilayani. Jadi, masyarakat masih perlu menunggu pengumuman lebih lanjut.

3. Jadwal kereta khusus petani dan pedagang

Soal jadwal, PT KAI juga belum menetapkan jam operasional secara resmi. Namun, rencananya kereta khusus ini akan berangkat di waktu sangat pagi, bahkan sebelum subuh. Hal ini bertujuan agar perjalanan tidak berbenturan dengan jadwal KRL reguler, sekaligus memastikan hasil tani maupun barang dagangan bisa sampai ke pasar tepat waktu.

Hadirnya kereta khusus petani dan pedagang jadi angin segar bagi dunia pertanian dan perdagangan rakyat. Meskipun informasi rute dan jadwal masih menunggu kepastian, layanan ini diharapkan bisa membantu menekan biaya distribusi, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Jadi, jangan lupa untuk terus mengikuti update resmi dari PT KAI terkait rute maupun jadwal kereta khusus ini! Dengan begitu, kamu bisa memanfaatkan layanan transportasi baru ini secara maksimal begitu resmi diluncurkan.

Editorial Team