Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Rute Walking Tour di Kyoto, Menyusuri Kota Seribu Kuil
potret Kiyomizu Temple di Kyoto saat musim gugur (pexels.com/Natsuko Aoyama)

Kyoto selalu punya cara untuk membuat siapa pun jatuh cinta sejak menginjakkan kaki pertama kali ke sini. Kota ini bukan hanya tentang kuil, tapi juga gang sunyi, rumah kayu tua, dan suasana tenang yang terasa personal. Kalau kamu ingin benar-benar merasakan denyut Kota Kyoto, walking tour adalah cara terbaik untuk menikmatinya.

Berjalan kaki di Kyoto memberi kesempatan untuk berhenti sejenak, mengamati detail, dan menyerap atmosfer lokal. Kamu bisa menyusun rute sesuai minat, tanpa terburu-buru mengejar jadwal transportasi. Berikut lima rute walking tour di Kyoto yang cocok untuk kamu yang ingin menyusuri kota seribu kuil dengan santai.

1. Rute Gion–Higashiyama, paling ikonik di Kyoto

potret Higashiyama (commons.wikimedia.org/663highland)

Rute walking tour Gion–Higashiyama adalah pilihan klasik yang tak pernah gagal. Kawasan ini dipenuhi kuil terkenal seperti Yasaka Shrine dan Kiyomizu-dera yang mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan, kamu akan melewati jalan berbatu dan bangunan tradisional khas Kyoto.

Suasana di rute ini terasa hidup sekaligus tenang, terutama di pagi hari. Banyak toko suvenir dan kedai matcha yang bisa disinggahi tanpa mengganggu ritme jalan kaki. Rute ini sangat cocok untuk first timer yang ingin merasakan wajah paling terkenal dari Kyoto.

2. Rute Philosopher’s Path, jalan santai penuh makna

potret Philosopher’s Path (commons.wikimedia.org/David Monniaux)

Philosopher’s Path atau Tetsugaku no Michi adalah rute walking tour yang tenang dan reflektif. Jalur ini mengikuti kanal kecil yang dikelilingi pepohonan dan berubah sangat indah saat musim semi dan gugur. Sepanjang rute, kamu akan menemukan kuil-kuil kecil yang sering terlewat wisatawan.

Berjalan di sini terasa seperti meditasi ringan di tengah kota. Suasananya sunyi, cocok untuk kamu yang ingin menikmati Kyoto tanpa keramaian. Rute ini juga ideal untuk pencinta fotografi yang mencari sudut-sudut estetik alami.

3. Rute Arashiyama, perpaduan alam dan kuil

potret Arashiyama Bamboo Forest, Jepang (pexels.com/Francesco Albanese)

Walking tour di Arashiyama menawarkan pengalaman berbeda dari pusat Kota Kyoto. Rute ini menggabungkan bambu hutan Arashiyama, Sungai Katsura, dan Kuil Tenryu-ji yang megah. Berjalan kaki di area ini terasa segar karena udara lebih sejuk dan pemandangan alam terbuka.

Kamu bisa mengatur rute melingkar agar tidak melewati jalan yang sama. Banyak spot istirahat alami untuk sekadar duduk dan menikmati suasana. Rute ini cocok untuk kamu yang ingin Kyoto versi alam dan spiritual dalam satu perjalanan.

4. Rute Fushimi Inari, menyusuri ribuan gerbang Torii

potret Fushimi Inari Taisha (pixabay.com/Michelle_Pitzel)

Rute walking tour Fushimi Inari terkenal dengan ribuan gerbang torii berwarna merah. Jalur ini menanjak dan membutuhkan stamina, tapi pemandangannya sepadan dengan usaha. Sepanjang jalan, terdapat kuil-kuil kecil yang memberi nuansa sakral dan intim.

Kamu tidak harus menyelesaikan seluruh jalur hingga puncak gunung. Banyak wisatawan memilih berhenti di titik tertentu lalu kembali turun. Rute ini ideal untuk kamu yang suka walking tour dengan tantangan fisik ringan.

5. Rute Kyoto Imperial Palace–Nijo Castle, jejak sejarah kota

potret Nijo Castle (commons.wikimedia.org/CCP2017)

Rute ini membawa kamu menyusuri pusat sejarah dan politik Kyoto. Kyoto Imperial Palace dan Nijo Castle berada di area yang ramah pejalan kaki dengan taman luas. Jalanan di sekitarnya rapi, tenang, dan mudah diikuti.

Walking tour di rute ini terasa santai dan edukatif. Kamu bisa menikmati taman, bangunan bersejarah, dan kafe modern yang tersebar di sekitarnya. Rute ini pas untuk kamu yang ingin melihat sisi Kyoto yang lebih formal dan bersejarah.

Kyoto selalu punya cerita di setiap langkah, tinggal bagaimana kamu memilih rutenya. Jadi, siapkan sepatu ternyamanmu dan biarkan kaki membawamu menemukan sisi Kyoto yang mungkin tak ada di itinerary wisata biasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy