Kontroversi ini juga mendapat perhatian dari aktivis Bali, Ni Luh Djelantik. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (8/3/2026), ia memberikan tanggapan panjang terhadap pernyataan Adine. Dalam unggahannya, Ni Luh menulis caption dalam Bahasa Inggris yang artinya sebagai berikut.
“Dear Adine, seorang influencer lain yang ingin terkenal dengan memanfaatkan Bali.
Pertama-tama:
Kami meminta maaf atas jalan yang rusak, terima kasih atas pengingatnya. Kami sedang bekerja tanpa lelah untuk memperbaikinya bersama pihak berwenang setempat.
Kami juga meminta maaf atas pengalaman yang kamu alami dengan money changer. Ya, memang ada banyak yang kemungkinan merupakan penipuan, itulah mengapa kamu perlu pergi ke money changer resmi, bukan memilih hanya berdasarkan nilai tukar yang tinggi.
Kamu telah menghina masyarakat kami, makanan kami, budaya kami, dan kepercayaan kami. Dengarkan, kamu mendapatkan apa yang kamu bayar. Tolong gunakan sedikit pengetahuanmu, mungkin lakukan sedikit riset tentang tempat yang akan kamu kunjungi dan anggaran yang bersedia kamu keluarkan. Bisa?
Jika kamu ingin makan seperti yang biasa kamu makan di negaramu, bersiaplah untuk mengeluarkan setidaknya 15 Euro untuk satu kali makan. Berapa banyak uang yang kamu keluarkan untuk nasi dan ayam di Bali?
Kami melakukan yang terbaik untuk melayani jutaan wisatawan yang datang ke pulau kami. Ya, kami tidak sempurna dan kami terus belajar setiap hari.
Bali tidak untuk semua orang, terutama bagi seseorang yang manja dan bertingkah seperti anak kecil, yang menghina pulau yang tidak melakukan apa pun yang buruk kepadamu.
Sebesar apa pun kamu membenci Bali, ada 6,5 juta wisatawan domestik dan 6 juta wisatawan internasional yang datang ke Bali setiap tahun.
Jadi jika berkurang satu wisatawan seperti kamu bisa membawa kedamaian bagi semua orang, maka saya sarankan kamu pergi dan membawa energi negatifmu ke tempat lain.”