Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wah, Shinjuku Station Dinobatkan Stasiun Kereta Paling Sibuk di Dunia!
ilustrasi pintu keluar selatan Stasiun Shinjuku (commons.wikimedia.org/MaedaAkihiko)
  • Stasiun Shinjuku di Tokyo dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai stasiun kereta paling sibuk di dunia dengan rata-rata 2,7 juta penumpang per hari.
  • Kesibukan Shinjuku berasal dari perannya sebagai simpul transportasi utama yang digunakan banyak operator kereta dan menghubungkan berbagai wilayah Tokyo serta kota satelit sekitarnya.
  • Dengan puluhan peron, ratusan pintu keluar, dan infrastruktur luas, Shinjuku beroperasi hampir tanpa henti untuk melayani jutaan penumpang setiap hari secara efisien dan tertib.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jepang dengan sistem transportasinya yang terkenal efisien ternyata memiliki satu stasiun yang menonjol karena tingkat kesibukannya yang luar biasa, yaitu Shinjuku Station di Tokyo. Stasiun ini bahkan dinobatkan sebagai stasiun kereta paling sibuk di dunia oleh Guinness World Records karena mampu melayani jutaan penumpang setiap harinya.

Setiap hari, jutaan komuter, wisatawan, hingga pekerja kantoran berlalu-lalang melalui stasiun raksasa ini untuk menuju berbagai penjuru kota. Aktivitas yang berlangsung hampir tanpa henti ini menjadikan Shinjuku sebagai salah satu titik mobilitas paling penting di Tokyo.

Maka dari itu, predikat stasiun tersibuk di dunia membuat Shinjuku bukan hanya sekadar tempat untuk naik dan turun kereta, melainkan juga simbol betapa masif serta terorganisirnya sistem transportasi di Jepang. Lantas, apa saja yang membuat stasiun ini begitu sibuk hingga memegang rekor dunia? Nah, supaya tidak penasaran, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Rekor dunia sebagai stasiun kereta paling sibuk

ilustrasi aktivitas penumpang yang sibuk di Stasiun Shinjuku, Tokyo (pexels.com/Gu Ko)

Stasiun Shinjuku di Tokyo, Jepang, resmi dinobatkan sebagai stasiun kereta paling sibuk di dunia berdasarkan catatan dari Guinness World Records. Pada data yang dirilis, stasiun ini mampu melayani rata-rata sekitar 2,7 juta penumpang setiap harinya, termasuk penumpang kereta komuter maupun kereta bawah tanah.

Bahkan beberapa tahun sebelum pandemik COVID-19, jumlah itu mencapai lebih dari 3,5 juta per harinya. Angka tersebutlah yang menjadikan Shinjuku jauh melampaui banyak stasiun besar lain di dunia, seperti Gare du Nord di Paris yang melayani setidaknya 600 ribu orang per hari.

Setiap harinya, jutaan orang menggunakan stasiun ini untuk berangkat kerja, pergi ke sekolah, maupun melakukan aktivitas lainnya di berbagai wilayah kota. Bahkan pada jam sibuk, arus manusia yang keluar-masuk stasiun terlihat hampir tanpa henti, menggambarkan dinamika kehidupan perkotaan yang sangat padat.

Tingginya angka pergerakan penumpang ini menunjukkan betapa vitalnya peran Stasiun Shinjuku dalam sistem transportasi di Tokyo. Menariknya, meskipun jumlah penumpang sempat menurun selama masa pandemik,  aktivitas di Stasiun Shinjuku kini kembali meningkat secara signifikan.

2. Simpul transportasi raksasa dengan banyak operator kereta

ilustrasi operator kereta di Stasiun Shinjuku (commons.wikimedia.org/007 Tanuki)

Salah satu alasan utama mengapa Stasiun Shinjuku begitu sibuk adalah karena stasiun ini menjadi simpul transportasi utama yang menghubungkan banyak jalur kereta sekaligus. Tak hanya melayani satu operator, stasiun ini digunakan oleh berbagai perusahaan kereta besar, seperti JR East, Odakyu Electric Railway, Keio Corporation, Tokyo Metro, serta Toei Subway. Banyaknya operator kereta ini membuat Shinjuku menjadi titik transit penting bagi jutaan orang setiap hari.

Selain melayani perjalanan di dalam kota Tokyo, berbagai jalur dari stasiun ini juga menghubungkan wilayah pinggiran hingga kota-kota satelit di sekitar Tokyo. Hal tersebut juga membuat Stasiun Shinjuku menjadi tempat perpindahan moda transportasi bagi para komuter yang ingin melanjutkan perjalanan ke berbagai distrik penting di Tokyo maupun bagi mereka yang tinggal di kawasan luar kota, tetapi bekerja di pusat bisnis Tokyo.

Aliran penumpang yang datang dari berbagai arah inilah yang membuat stasiun ini selalu dipadati pengguna transportasi. Bahkan dalam skala tahunan, lebih dari 1,1 miliar penumpang tercatat menggunakan Stasiun Shinjuku.

Alhasil, Shinjuku Station tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga berkembang menjadi pusat aktivitas urban yang sangat besar. Kombinasi antara banyaknya jalur kereta, lokasi strategis, serta tingginya mobilitas warga menjadikan Shinjuku sebagai jantung transportasi kota metropolitan.

3. Kompleks stasiun raksasa dengan infrastruktur super sibuk

ilustrasi infrastruktur Stasiun Shinjuku (commons.wikimedia.org/番記者)

Selain jumlah penumpang yang sangat besar, Shinjuku Station juga dikenal karena ukurannya yang sangat luas dan kompleks. Stasiun ini memiliki puluhan peron kereta serta ratusan pintu masuk dan keluar, sehingga sering disebut sebagai kota kecil di dalam sistem transportasi Tokyo.

Alhasil, tidak mengherankan jika bagi wisatawan yang pertama kali datang, stasiun ini sering terasa seperti labirin karena banyaknya jalur, pintu keluar, serta area komersial di dalamnya seperti restoran dan pusat perbelanjaan. Infrastruktur yang besar tersebut memang dirancang khusus agar mampu menampung arus jutaan penumpang setiap hari.

Berkat kapasitasnya yang sangat besar, stasiun ini mampu mengoperasikan ribuan perjalanan kereta setiap harinya. Kereta datang dan berangkat hampir setiap beberapa menit, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Selain itu, sistem operasional stasiun yang efisien dan disiplin menjadi kunci agar arus penumpang yang sangat besar tetap dapat bergerak dengan tertib dan aman.

Justru kompleksitas inilah yang membuat stasiun tersebut mampu melayani mobilitas masyarakat dalam skala yang sangat besar. Maka dari itu, tak mengherankan jika Shinjuku Station tetap menjadi simbol betapa majunya sistem transportasi kereta di Jepang.

Itu tadi gambaran tentang betapa sibuk dan besarnya Shinjuku Station yang menjadi pusat mobilitas jutaan orang setiap hari di Tokyo. Jika suatu saat kamu berkesempatan liburan ke Jepang, sempatkanlah mampir ke stasiun legendaris ini untuk merasakan langsung atmosfer salah satu stasiun kereta tersibuk di dunia ini, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team