Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Tradisi Unik selama Ramadan di Turki, Seru dan Menarik!
Grand Bazaar di Istanbul, Turki (pexels.com/enginakyurt)

Ramadan menjadi bulan yang spesial bagi umat muslim di seluruh dunia. Setiap negara dan daerah tentunya memiliki beberapa tradisi unik dan menarik untuk menyambut bulan Ramadan, tak terkecuali di Turki.

Selama bulan Ramadan, warga Turki memiliki tradisi-tradisi khas yang unik dan menarik.  Berikut ini adalah beberapa tradisi unik selama Ramadan di Turki yang mungkin bisa kamu temukan jika kamu berlibur ke Turki saat bulan Ramadan. Mari simak pembahasannya!

1. Askıda ekmek

potret tradisi Askıda Ekmek (instagram.com/muglapostasi)

Askıda ekmek merupakan tradisi membelikan sisa roti dari toko roti untuk orang yang kurang mampu selama Ramadhan di Turki. Dilansir Daily Sabah, tradisi ini berasal dari praktek para sahabat Nabi Muhammad yang selalu berusaha untuk membagikan makanan mereka dengan orang-orang yang membutuhkan, terutama selama bulan Ramadan. 

Dalam tradisi askıda ekmek, orang-orang di Turki biasanya membeli roti lebih dari toko roti selama bulan Ramadan dan menggantungkannya di depan toko roti sehingga bisa diambil oleh orang-orang yang membutuhkan, seperti para pengemis atau orang-orang kurang mampu yang tinggal di lingkungan sekitar mereka.

Ini adalah cara sederhana namun efektif untuk membantu mereka yang membutuhkan dan berbagi kebahagiaan selama bulan suci Ramadan.

2. Zimem defteri

ilustrasi kepingan koin (unsplash.com/joshappel)

Zimem defteri merupakan salah satu tradisi penting sekaligus unik di Turki yang dilakukan selama bulan Ramadan untuk membersihkan hutang dan memulai kehidupan yang lebih baik dengan bersih dari utang. Zimem defteri memiliki arti secara harfiah yang berarti "daftar utang".

Dalam tradisi ini, orang-orang yang lebih mampu berusaha untuk membayar hutang orang-orang kurang mampu sebelum akhir Ramadan. Para pembayar utang akan mencoba untuk mencapai kesepakatan dengan kreditor yang umumnya merupakan pemilik toko dan berupaya untuk melunasi utang mereka secara bertahap sebelum bulan Ramadan berakhir.

Sungguh tradisi yang sangat unik, bukan?

3. Mahya

lampu mahya (instagram.com/diyanethbr)

Mahya adalah sebuah tradisi setiap bulan Ramadan di Turki yang telah ada sejak era Ottoman ratusan tahun yang lalu dan masih dipraktikkan hingga saat ini. Pada awalnya, mahya adalah sebuah pesan yang dituliskan dengan lampu kecil atau lilin yang diatur sedemikian rupa sehingga membentuk kata-kata atau kalimat-kalimat tertentu yang dapat dilihat dari jauh. 

Seiring berjalannya waktu, mahya berkembang menjadi bentuk seni yang lebih kompleks dan sekarang melibatkan pemasangan lampu-lampu neon atau juga LED yang diatur sedemikian rupa sehingga membentuk gambar atau kalimat-kalimat mutiara yang indah di atas atap masjid.

Mahya biasanya dipasang di malam hari selama bulan Ramadan dan menjadi pemandangan yang sangat indah dan menarik untuk dilihat.

4. Iftar sofrası

hidangan iftar sofrası (instagram.com/antakyabakkali)

Tradisi iftar sofrası di Turki selama Ramadan adalah tradisi makan malam bersama yang dilakukan setiap hari setelah matahari terbenam untuk memutuskan puasa. Iftar sofrası adalah momen yang sangat penting bagi keluarga dan teman-teman untuk berkumpul dan berbuka puasa bersama-sama.

Tradisi ini memiliki makna yang sangat dalam di masyarakat Turki karena tidak hanya merupakan momen untuk makan bersama, tetapi juga sebagai ajang untuk mempererat hubungan antara keluarga dan teman-teman.

Biasanya, iftar sofrası diisi dengan hidangan-hidangan khas Turki seperti sup ayam, döner kebab, adana kebab, sarma, baklava dan minuman seperti teh dan jus buah.

5. Ramazan topu

Tradisi menembakkan meriam saat berbuka puasa di Turki adalah sebuah tradisi yang cukup legendaris dan unik. Di Turki, tradisi ini dikenal sebagai ramazan topu atau meriam Ramadan. Tradisi ini berawal dari era Kesultanan Utsmaniyah ketika meriam digunakan untuk memberi tanda waktu berbuka puasa.

Saat waktu berbuka puasa tiba, meriam akan ditembakkan sebagai tanda untuk mengumumkan waktu berbuka. Hal ini dimaksudkan untuk memberi tahu orang-orang yang berpuasa bahwa waktu untuk berbuka puasa telah tiba. Pada saat ini, suara meriam akan terdengar di seluruh kota dan diikuti oleh adzan yang dipanggil oleh seorang muadzin.

Tradisi menembakkan meriam ini terus berlanjut hingga saat ini dan menjadi bagian dari perayaan Ramadan di Turki. Meskipun tradisi ini terdengar sangat keras dan dapat mengganggu, tetapi warga Turki menganggapnya sebagai suara yang menenangkan dan memberi semangat selama bulan Ramadhan.

Namun di beberapa daerah di Turki, penggunaan meriam telah dilarang karena dianggap sebagai suara yang mengganggu dan dapat mengancam keamanan publik. 

6. Ramazan davulcusu

penabuh drum sedang membangunkan sahur warga Turki (instagram.com/pendiklitv)

Tradisi membangunkan sahur di Turki mirip dengan di Indonesia. Untuk membangunkan sahur di Turki, orang-orang biasanya menggunakan alat seperti beduk atau drum untuk membangunkan orang-orang di sekitarnya.

Pada waktu subuh, sekelompok pemuda yang disebut davulcu akan membangunkan orang-orang untuk makan sahurdengan cara menabuh drum ataupun gendang.

Tradisi ini berasal dari zaman Ottoman ketika belum ada sistem pengerasan suara atau jam alarm. Oleh karena itu, para davulcu mulai berkeliling desa atau kota pada waktu subuh untuk membangun orang-orang untuk makan sahur.

Saat davulcu menabuh drum mereka juga akan bernyanyi lagu daerah, menyerukan doa dan mengumumkan waktu imsak. Namun, di beberapa kota besar di Turki, tradisi ini sudah mulai berkurang karena dianggap mengganggu ketenangan warga yang tidur.

7. Ramazan bazaar

Grand Bazaar di Istanbul, Turki (pexels.com/enginakyurt)

Ramazan bazaar adalah sebuah tradisi yang sangat populer di Turki selama bulan Ramadhan. Bazaar ini biasanya terdiri dari berbagai toko dan penjual makanan yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman khas Turki yang hanya ada khusus untuk bulan Ramadhan. Selain itu, ada juga penjual yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, perhiasan, dan barang-barang lainnya.

Tradisi ini dimulai pada masa Ottoman ketika pedagang membuka pasar khusus di bulan Ramadhan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama berpuasa. Kini, tradisi Bazar Ramazan telah menjadi sebuah perayaan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Turki.

Ramazan Bazaar biasanya dibuka setiap malam selama bulan Ramadan dan menjadi tempat berkumpulnya warga setempat dan wisatawan. Suasana yang meriah dengan penjual dan pengunjung yang bercampur aduk sambil menikmati makanan dan minuman yang dijual di bazar, membuat tradisi ini sangat menyenangkan dan dinikmati oleh banyak orang.

Itulah beberapa tradisi unik yang dilakukan oleh umat Muslim di Turki selama bulan suci Ramadhan. Meskipun setiap tradisi memiliki ciri khasnya masing-masing, namun semuanya memiliki satu tujuan yang sama yaitu memperkuat ikatan antara sesama manusia dan mendekatkan diri dengan Allah SWT. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team