ilustrasi menyiapkan hadiah untuk White Day (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Satu bulan setelah Hari Valentine, tepatnya pada 14 Maret, Jepang merayakan White Day. Pada hari ini, laki-laki yang menerima cokelat dari perempuan diwajibkan untuk memberikan balasan. Namun, gak seperti Hari Valentine, pada White Day laki-laki diharapkan memberi hadiah yang nilainya lebih besar, yakni dua hingga tiga kali lipat dari yang mereka terima.
Hadiah yang diberikan gak terbatas pada cokelat saja, tetapi juga bisa berupa perhiasan, tas, atau barang mewah lainnya. Tradisi ini membuat White Day menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para perempuan untuk melihat bagaimana pria menanggapi cokelat yang mereka berikan. Jika seorang laki-laki membalas dengan hadiah yang lebih berharga, itu bisa menjadi tanda bahwa perasaannya juga tulus, lho.
Bagi kamu yang tertarik dengan budaya Jepang, tradisi unik Hari Valentine di Jepang ini sangat menarik, ya. Jika suatu hari kamu berada di Negeri Sakura ini saat perayaan Valentine berlangsung, jangan kaget dengan berbagai kebiasaan ini, ya. Siapa tahu, kamu juga bisa ikut merasakan pengalaman seru dari perayaan Hari Valentine ala Jepang!
Mengapa perempuan yang memberi cokelat saat Hari Valentine di Jepang? | Di Jepang, perempuan memberi cokelat kepada laki-laki karena tradisi ini berkembang sejak pertengahan abad ke-20 melalui kampanye pemasaran industri cokelat. Seiring waktu, kebiasaan tersebut diterima masyarakat dan menjadi budaya Valentine yang khas, berbeda dari negara Barat. |
Apa perbedaan honmei-choco dan giri-choco di Jepang? | Honmei-choco diberikan kepada pasangan atau orang yang disukai sebagai ungkapan cinta yang serius, sedangkan giri-choco diberikan kepada teman, rekan kerja, atau atasan sebagai bentuk sopan santun dan kewajiban sosial tanpa makna romantis. |
Apa itu White Day dan kapan dirayakan di Jepang? | White Day dirayakan pada 14 Maret, satu bulan setelah Hari Valentine. Pada hari ini, laki-laki yang menerima cokelat di Hari Valentine memberikan balasan kepada perempuan, biasanya dengan hadiah bernilai lebih tinggi sebagai bentuk apresiasi atau balasan perasaan. |
Mengapa banyak perempuan Jepang membuat cokelat Valentine sendiri? | Membuat cokelat sendiri dianggap lebih tulus dan personal, terutama untuk honmei-choco. Selain menunjukkan usaha dan ketulusan, tradisi ini juga menjadi sarana kreativitas dan cara menyampaikan perasaan secara lebih bermakna. |