Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
UAE Tanggung Biaya Hotel Turis yang Terjebak Konflik Iran vs AS-Israel
Potret pemandangan masjid di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (unsplash.com/Artur Aldyrkhanov)
  • Pemerintah UEA menanggung biaya hotel dan konsumsi turis yang tertahan akibat penutupan wilayah udara imbas konflik Iran, AS, dan Israel.
  • Lebih dari 20 ribu penumpang terdampak pembatalan penerbangan di kawasan Teluk, dengan hotel diminta memperpanjang masa inap tamu tanpa biaya tambahan.
  • Sejumlah bandara utama di Dubai, Abu Dhabi, hingga Qatar menghentikan operasional sementara karena kerusakan dan risiko keamanan dari eskalasi konflik regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) memastikan akan menanggung biaya hotel dan konsumsi bagi turis yang tertahan akibat penutupan wilayah udara menyusul eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Kebijakan tersebut diumumkan General Civil Aviation Authority (GCAA). Otoritas menyatakan pemerintah akan menanggung seluruh biaya akomodasi dan jamuan bagi penumpang terdampak dan yang tertahan selama situasi belum memungkinkan untuk perjalanan.

Menurut Euronews, sekitar 20.200 penumpang terdampak akibat pembatalan maupun penjadwalan ulang penerbangan di berbagai bandara kawasan Teluk. Instruksi resmi juga disampaikan Department of Culture and Tourism Abu Dhabi (DCT Abu Dhabi) kepada sejumlah hotel.

Dalam surat edarannya, hotel diminta memperpanjang masa tinggal tamu yang masa inapnya telah habis, tetapi tidak dapat bepergian karena kondisi di luar kendali mereka. Biaya tambahan tersebut akan ditanggung DCT Abu Dhabi.

Langkah serupa diambil Dubai Department of Economy and Tourism (DET). Otoritas meminta hotel memberikan opsi perpanjangan masa inap dengan ketentuan yang sama seperti pemesanan awal. Jika ada tamu yang tidak mampu membayar biaya tambahan, pihak hotel diminta segera melapor ke DET untuk tindak lanjut.

Operasional bandara terganggu

Potret Burj Al Arab, Uni Emirat Arab (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

Dampak konflik juga dirasakan di sejumlah bandara utama kawasan Teluk. Dubai Airports menangguhkan seluruh penerbangan dari Dubai International Airport (DXB) dan Al Maktoum International Airport (DWC) hingga pemberitahuan lebih lanjut. Salah satu concourse di DXB dilaporkan mengalami kerusakan pada 1 Maret dan menyebabkan empat staf terluka.

Di Abu Dhabi, Zayed International Airport juga menghentikan operasional setelah serpihan hasil pencegatan drone dilaporkan menyebabkan satu korban jiwa dan tujuh orang luka-luka. Maskapai nasional Etihad Airways menyatakan penangguhan penerbangan berlangsung hingga Selasa pukul 14.00 waktu setempat.

Sementara itu, Emirates menghentikan operasional hingga pukul 15.00 waktu setempat pada hari yang sama. Bandara internasional di Sharjah dan Ras Al Khaimah turut ditutup sementara sebagai langkah antisipasi.

Potret The Palm, Uni Emirat Arab (unsplash.com/Aldo Loya)

Gangguan penerbangan tidak hanya terjadi di Uni Emirat Arab. Hamad International Airport di Qatar juga menangguhkan seluruh operasional. Maskapai nasional Qatar Airways menyatakan akan memberikan pembaruan lanjutan pada 3 Maret.

Di Kuwait, wilayah udara ditutup setelah Terminal One di Kuwait International Airport terdampak serangan drone pada 28 Februari yang menyebabkan sembilan pekerja terluka. Otoritas setempat masih melakukan penilaian kerusakan untuk memulihkan operasional secepat mungkin.

Sementara itu, Oman Air membatalkan sejumlah penerbangan ke dan dari kota-kota, seperti Amman, Dubai, Bahrain, Doha, Dammam, dan Kuwait pada 2 Maret. Beberapa rute lain tetap beroperasi dengan potensi keterlambatan.

Maskapai Saudia juga membatalkan penerbangan ke dan dari Amman, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, Moskow, dan Peshawar hingga 2 Maret pukul 23.59 waktu setempat.

Situasi ini menunjukkan bagaimana ketegangan geopolitik dapat berdampak langsung pada sektor penerbangan dan pariwisata global. Meski demikian, langkah cepat pemerintah UEA dalam menjamin akomodasi turis dinilai sebagai upaya menjaga kepercayaan dan keselamatan wisatawan di tengah kondisi darurat.

FAQ Seputar UAE Tanggung Biaya Hotel Turis yang Terjebak Konflik

Apakah pemerintah UEA menanggung biaya hotel bagi turis yang tertahan karena penutupan wilayah udara?

Ya. General Civil Aviation Authority (GCAA) menyatakan pemerintah UEA akan menanggung biaya akomodasi (hotel) dan konsumsi/jamuan bagi penumpang/turis yang terdampak dan tertahan, selama kondisi belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan.

Apa yang harus dilakukan turis yang masa menginapnya habis tapi tidak bisa pulang dari Abu Dhabi atau Dubai?

Di Abu Dhabi, Department of Culture and Tourism Abu Dhabi (DCT Abu Dhabi) menginstruksikan hotel untuk memperpanjang masa tinggal tamu yang masa inapnya habis tetapi tidak dapat bepergian karena kondisi di luar kendali; biaya tambahan ditanggung DCT Abu Dhabi.Di Dubai, Dubai Department of Economy and Tourism (DET) meminta hotel memberi opsi perpanjangan dengan ketentuan yang sama seperti pemesanan awal; bila tamu tidak mampu membayar, hotel diminta melapor ke DET untuk tindak lanjut.

Bandara mana saja di kawasan Teluk yang menghentikan atau menangguhkan operasional penerbangan akibat konflik?

Sejumlah bandara terdampak, termasuk Dubai International Airport (DXB) dan Al Maktoum International Airport (DWC) (penerbangan ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut), Zayed International Airport (Abu Dhabi) (operasional dihentikan), serta penutupan sementara di Sharjah dan Ras Al Khaimah. Di luar UEA, Hamad International Airport (Qatar) juga menangguhkan seluruh operasional, dan wilayah udara Kuwait ditutup.

Maskapai apa saja yang membatalkan atau menangguhkan penerbangan, dan sampai kapan?

Beberapa maskapai menyampaikan penangguhan/pembatalan, antara lain: Etihad Airways (penangguhan hingga Selasa pukul 14.00 waktu setempat), Emirates (hingga pukul 15.00 waktu setempat pada hari yang sama), Oman Air (membatalkan sejumlah rute pada 2 Maret), Saudia (membatalkan penerbangan hingga 2 Maret pukul 23.59 waktu setempat), serta Qatar Airways yang menyatakan akan memberikan pembaruan lanjutan pada 3 Maret.

Editorial Team