ilustrasi negara Denmark (pexels.com/Maria Orlova)
Denmark memilih pendekatan berbasis perubahan perilaku di ibu kota Kopenhagen. Program CopenPay memungkinkan wisatawan mendapatkan akses pengalaman wisata dengan melakukan aksi ramah lingkungan. Contohnya datang ke museum naik sepeda atau ikut membersihkan kanal sambil kayak. Wisatawan merasa liburan mereka punya makna lebih dari sekadar bersenang-senang.
Rikke Holm Petersen, direktur pemasaran dan komunikasi di Wonderful Copenhagen, menyebut banyak peserta termotivasi karena ingin mencoba pengalaman berbeda. Ia juga menilai kebiasaan baik ini sering terbawa pulang ke negara asal wisatawan. Model ini menarik perhatian ratusan destinasi lain di dunia untuk meniru konsep serupa. Denmark membuktikan bahwa perubahan kecil dalam perilaku wisatawan bisa berdampak besar pada keberlanjutan kota.
Berbagai negara kini sadar bahwa overtourism gak bisa diatasi dengan cara lama. Pembatasan akses, tarif khusus, insentif musim sepi, kecerdasan buatan, sampai sistem hadiah ramah lingkungan menjadi bukti kreativitas pemerintah dan industri pariwisata. Para pejabat dan pakar menekankan pentingnya keseimbangan antara kunjungan wisata dan kualitas hidup warga lokal.
Buat kamu sebagai traveler, kebijakan ini menjadi pengingat untuk lebih sadar saat berkunjung ke suatu tempat. Liburan tetap seru, tapi sikap bertanggung jawab membuat destinasi bisa dinikmati lebih lama oleh semua orang.