Banyak orang baru menyadari naiknya biaya visa ini saat sudah berada di tahap akhir perencanaan perjalanan. Bukan saat membaca berita, bukan pula saat ngobrol soal destinasi, tapi ketika membuka laman resmi visa dan melihat angka yang terasa berbeda dari ingatan terakhir. Tidak melonjak ekstrem, tapi cukup untuk membuat dahi berkerut sebentar.
Visa yang dulu terasa seperti formalitas kini mulai terasa sebagai bagian serius dari anggaran perjalanan. Perubahan ini tidak datang bersamaan di semua negara, tapi arahnya mirip. Negara-negara favorit wisatawan global mulai menyesuaikan biaya masuknya. Menariknya, kenaikan ini jarang diumumkan dengan kata naik. Ia hadir lewat istilah yang terdengar teknis dan netral. Penyesuaian sistem, pembaruan kebijakan, atau integrasi layanan.
Di balik bahasa yang rapi itu, ada realitas baru dalam dunia traveling. Perjalanan lintas negara kini tidak lagi sesederhana beberapa tahun lalu. Visa bukan cuma soal izin, tapi juga tentang bagaimana sebuah negara mengatur ritme kunjungan. Dan di 2026, perubahan itu mulai terasa lebih nyata di kantong pelancong.
