Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Coolcation, Tren Liburan Sejuk yang lagi Viral
Potret tabanan (unsplash.com/Andreas Felske)
  • Coolcation adalah tren liburan ke destinasi bersuhu sejuk sebagai respons terhadap meningkatnya suhu global, menawarkan pengalaman wisata yang menenangkan dan menyegarkan.
  • Destinasi populer untuk coolcation meliputi pegunungan, danau, serta hutan pinus yang menawarkan udara segar dan suasana alami jauh dari polusi kota.
  • Tren ini viral karena memberikan kenyamanan termal, menurunkan stres, serta memungkinkan aktivitas luar ruangan tanpa khawatir panas berlebih atau sunburn.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah gak, sih, kamu merasa rencana liburan ke pantai yang tadinya terdengar seru malah berakhir melelahkan karena cuaca yang panasnya minta ampun? Matahari yang terlalu terik terkadang bikin kita lebih cepat emosi dan gampang capek. Nah, kalau kamu mulai merasa gerah dengan destinasi yang itu-itu saja, ada kabar baik buat kamu.

Belakangan ini, muncul sebuah tren baru di dunia traveling yang bernama Coolcation. Tren ini seolah jadi jawaban buat kita yang butuh "ngadem" di tengah suhu Bumi yang makin meningkat. Penasaran apa itu sebenarnya dan kenapa kamu harus mencobanya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

1. Apa itu coolcation? mengenal lebih dekat istilahnya

ilustrasi tenda camping (unsplash.com/Sergey Chuprin)

Istilah coolcation sebenarnya adalah sebuah portmanteau atau gabungan dari dua kata bahasa Inggris, yaitu cool (sejuk atau dingin) dan vacation (liburan). Jadi, secara sederhana, coolcation adalah aktivitas wisata yang fokus utamanya adalah mengunjungi destinasi dengan suhu udara yang rendah, berhawa sejuk, atau cenderung dingin.

Kalau biasanya orang-orang berbondong-bondong cari sun-tanning di pinggir pantai, pelaku coolcation justru melakukan hal sebaliknya. Mereka akan mencari tempat yang membuat mereka harus memakai sweater atau jaket. Tren ini muncul bukan tanpa alasan. Meningkatnya suhu global atau global warming secara signifikan membuat banyak wisatawan mulai merasa tidak nyaman dengan cuaca panas yang ekstrem. Akhirnya, kenyamanan cuaca menjadi prioritas utama dalam menentukan lokasi liburan agar pikiran benar-benar segar kembali.

2. Destinasi pilihan: dari pegunungan hingga danau yang asri

Ilustrasi camping dengan hammock (pexels.com/Leonie Fahjen)

Lalu, ke mana biasanya orang pergi saat ingin mencoba coolcation? Fokus utamanya adalah tempat-tempat yang memiliki ekosistem alam yang terjaga dan jauh dari polusi perkotaan yang bikin pengap.

  • Pegunungan dan dataran tinggi: Ini adalah pilihan paling klasik. Kamu bisa memilih menginap di kaki gunung yang berkabut. Bayangkan bangun pagi disambut udara dingin yang menusuk tulang, bukan deru mesin AC.

  • Wilayah perairan tawar: Danau yang dikelilingi perbukitan sering kali memiliki iklim mikro yang lebih sejuk. Suara air dan angin sepoi-sepoi di tepi danau memberikan efek relaksasi yang tidak akan kamu dapatkan di tengah keramaian kota.

  • Hutan pinus atau ekowisata: Berjalan di bawah rindangnya pepohonan besar tidak hanya memberikan oksigen bersih, tetapi juga menurunkan suhu di sekitar kamu secara alami.

Di Indonesia sendiri, destinasi seperti Ciwidey, Tawangmangu, atau Dataran Tinggi Dieng menjadi primadona bagi mereka yang ingin merasakan sensasi coolcation tanpa harus pergi ke luar negeri.

3. Alasan mengapa coolcation sangat relevan saat ini

Ilustrasi camping dengan hammock (pixabay.com/TheMetalMann)

Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa tren ini mendadak viral? Jawabannya adalah kenyamanan termal. Saat tubuh kamu merasa sejuk, kualitas tidur biasanya meningkat dan tingkat stres menurun. Liburan seharusnya menjadi sarana untuk melepas penat, bukan malah menambah beban fisik karena kepanasan di jalan.

Selain faktor suhu global yang makin tinggi, coolcation juga memberikan pengalaman visual yang berbeda. Kamu bisa menikmati pemandangan kabut tipis, hutan yang hijau royo-royo, hingga fenomena embun es di beberapa daerah tertentu. Ini memberikan kepuasan psikologis yang berbeda dibandingkan dengan hanya melihat hamparan pasir dan laut. Kamu tidak perlu khawatir akan kulit terbakar matahari (sunburn) yang perih, sehingga kamu bisa lebih bebas beraktivitas di luar ruangan sepanjang hari.

4. Tips mempersiapkan liburan coolcation yang seru

Ilustrasi tenda camping (unsplash.com/Jesse Gardner)

Meskipun tujuannya mencari tempat dingin, bukan berarti kamu tidak butuh persiapan matang. Agar liburan kamu gak berantakan, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

  • Pakaian berlapis (layering): Jangan hanya bawa satu jaket tebal. Gunakan teknik layering agar kamu bisa menyesuaikan pakaian jika suhu tiba-tiba berubah.

  • Skincare tetap penting: Meskipun udara dingin, sinar UV tetap ada. Jangan lupa pakai pelembap karena udara sejuk cenderung membuat kulit lebih cepat kering.

  • Cek kondisi kendaraan: Destinasi sejuk biasanya berada di dataran tinggi dengan tanjakan yang ekstrem. Pastikan kendaraan kamu dalam kondisi prima agar tidak mogok di tengah jalan.

  • Siapkan fisik: Udara dingin terkadang membuat oksigen terasa lebih tipis. Pastikan kamu dalam kondisi sehat sebelum berangkat.

Setelah mengenal apa itu coolcation, apakah kamu sudah terpikir untuk segera mengepak koper dan mencari tempat yang adem? Liburan itu tidak harus selalu tentang pantai dan matahari. Kadang, duduk tenang di teras vila sambil menyeruput kopi panas di tengah kabut adalah bentuk healing yang paling maksimal. Jadi, jangan ragu buat merencanakan coolcation kamu berikutnya. Dijamin, pulang-pulang pikiran bakal lebih jernih dan badan terasa lebih segar!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team