Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Aturan Membawa Obat-obatan ke Pesawat, Jangan Sampai Ditahan Petugas
ilustrasi obat-obatan (pixabay.com/kravaivan11)

Membawa obat-obatan saat naik pesawat memang terlihat sepele, tapi bisa jadi masalah besar jika kamu tidak tahu aturannya. Banyak penumpang yang akhirnya tertahan di pemeriksaan karena obat yang dibawa dianggap melanggar ketentuan. Padahal, dengan persiapan yang tepat, hal seperti ini bisa dihindari sejak awal.

Kalau kamu sering bepergian, apalagi untuk liburan atau perjalanan jauh, aturan membawa obat ke pesawat wajib kamu pahami. Bukan hanya tentang keamanan, tapi juga kenyamanan selama perjalanan. Yuk, simak aturan penting berikut agar perjalananmu tetap lancar tanpa drama di bandara.

1. Simpan obat di tas kabin, jangan di bagasi

ilustrasi koper dan tas ransel di dalam kabin pesawat (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Obat-obatan sebaiknya selalu disimpan di tas kabin, bukan di bagasi tercatat. Perubahan suhu di bagasi bisa memengaruhi kualitas dan efektivitas obat. Selain itu, kamu akan lebih mudah mengakses obat jika dibutuhkan selama penerbangan.

Petugas bandara juga menyarankan obat pribadi berada dalam pengawasan penumpang. Hal ini mengurangi risiko obat hilang atau rusak selama proses pemindahan bagasi. Dengan menyimpannya di tas kabin, kamu juga lebih siap saat pemeriksaan keamanan.

2. Pastikan obat masih dalam kemasan asli

ilustrasi obat-obatan (pixabay.com/Pexels)

Membawa obat dalam kemasan asli sangat dianjurkan agar tidak menimbulkan kecurigaan. Label pada kemasan berisi informasi penting seperti nama obat dan dosisnya. Ini memudahkan petugas keamanan mengenali obat yang kamu bawa.

Hindari memindahkan obat ke wadah tanpa label, meski tujuannya agar lebih ringkas. Kemasan asli membantu membuktikan bahwa obat tersebut legal dan untuk penggunaan pribadi. Cara ini juga mempercepat proses pemeriksaan di bandara.

3. Sertakan resep dokter untuk obat tertentu

ilustrasi resep dokter (pexels.com/Karola G)

Untuk obat-obatan resep, terutama yang tergolong obat keras, resep dokter adalah dokumen wajib. Resep ini berfungsi sebagai bukti bahwa obat tersebut memang kamu butuhkan secara medis. Tanpa resep, petugas bisa menahan obat bahkan melarang kamu membawanya.

Simpan resep dalam bentuk cetak atau digital agar mudah ditunjukkan saat diminta. Pastikan nama di resep sesuai dengan nama di tiket dan paspor. Langkah sederhana ini bisa menyelamatkan kamu dari masalah yang tidak perlu.

4. Perhatikan aturan cairan dan obat cair

ilustrasi obat-obatan (pexels.com/Christina & Peter)

Obat cair tetap mengikuti aturan cairan di pesawat, terutama untuk penerbangan internasional. Umumnya, cairan dibatasi maksimal 100 ml per wadah dan harus disimpan dalam plastik transparan. Namun, obat cair untuk kebutuhan medis biasanya mendapat pengecualian.

Meski begitu, kamu tetap harus melaporkannya saat pemeriksaan keamanan. Jelaskan bahwa cairan tersebut adalah obat dan tunjukkan kemasan serta resep jika ada. Dengan komunikasi yang jelas, proses pemeriksaan akan berjalan lebih lancar.

5. Cek aturan negara tujuan sebelum terbang

ilustrasi ruang tunggu bandara (pixabay.com/viarami)

Setiap negara memiliki aturan berbeda terkait obat-obatan yang boleh dibawa masuk. Ada obat yang legal di Indonesia, tapi dilarang di negara lain. Jika tidak dicek sejak awal, kamu bisa terkena masalah serius saat tiba di negara tujuan.

Luangkan waktu untuk mengecek aturan bea cukai atau imigrasi negara tujuan. Informasi ini biasanya tersedia di situs resmi kedutaan atau bandara. Langkah ini penting agar perjalananmu tetap aman dan bebas hambatan.

Sedikit persiapan bisa membuat perjalananmu jauh lebih nyaman dan tenang. Jadi, sebelum berangkat ke bandara, pastikan obat-obatanmu sudah sesuai aturan dan siap dibawa terbang tanpa rasa khawatir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team