Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi tas gunung
ilustrasi tas gunung (pixabay.com/pixabay)

Buat kamu yang lagi cari tas buat traveling, naik gunung, atau sekadar aktivitas outdoor, pasti pernah bingung dengan pertanyaan: apa beda carrier dan ransel? Sekilas memang kelihatan mirip karena sama-sama tas punggung. Tapi kalau salah pilih, bisa bikin perjalanan kamu jadi gak nyaman, bahkan capek berlebihan.

Sebelum masuk ke detail, penting buat tahu bahwa carrier dan ransel sebenarnya punya fungsi utama yang sama: membawa barang di punggung. Bedanya ada di desain, kapasitas, sampai tujuan pemakaian. Carrier biasanya dipakai untuk kegiatan berat seperti pendakian gunung, sedangkan ransel lebih fleksibel untuk aktivitas harian.

Agar makin jelas, simak beberapa perbedaan utama antara ransel dan carrier berikut ini.

1. Kapasitas dan ukuran tasnya

ilustrasi carrier (pexels.com/Ravindra rawat)

Perbedaan paling gampang dilihat ada di kapasitasnya. Carrier umumnya punya ukuran besar, mulai dari 40 liter sampai lebih dari 80 liter. Tas ini dirancang buat membawa banyak barang seperti tenda, sleeping bag, logistik, sampai peralatan masak saat mendaki.

Sementara itu, ransel punya kapasitas yang lebih kecil dan variatif. Biasanya berkisar antara 10–35 liter. Ransel cocok buat kebutuhan harian seperti ke kampus, kerja, traveling singkat, atau city tour. Kalau dipakai buat naik gunung dengan durasi lama, ransel jelas bakal terasa kurang.

2. Sistem penyangga dan kenyamanan

ilustrasi pendaki menggunakan daypack (pexels.com/Peter Fowler)

Carrier unggul di bagian kenyamanan untuk beban berat. Tas ini dilengkapi dengan frame (internal atau eksternal), hip belt tebal, serta shoulder strap yang empuk. Fungsinya buat mendistribusikan beban ke pinggang, bukan cuma ke bahu. Hasilnya, punggung gak cepat pegal meski membawa beban belasan kilogram.

Sebaliknya, ransel biasanya tidak punya sistem penyangga sekompleks carrier. Walaupun ada ransel dengan bantalan punggung, fungsinya tetap terbatas. Kalau kamu memaksakan ransel buat membawa beban berat, risikonya bisa bikin bahu dan punggung cepat sakit.

3. Fungsi dan tujuan penggunaan

ilustrasi pendaki (pexels.com/Ali Kazal)

Carrier dibuat khusus untuk aktivitas outdoor berat dan jangka panjang, seperti pendakian gunung, camping, atau ekspedisi alam. Desainnya fokus ke fungsi, bukan gaya. Jadi jangan heran kalau tampilannya cenderung besar dan “gendong banget”.

Ransel lebih multifungsi dan fleksibel. Tas ini cocok buat aktivitas ringan sampai menengah, mulai dari sekolah, kerja, traveling, sampai short hiking. Dari segi desain, ransel juga lebih stylish dan gampang dipadukan dengan outfit harian.

4. Harga dan segmentasi pengguna

ilustrasi pendaki menggunakan daypack (pexels.com/Katya Wolf)

Dari sisi harga, carrier umumnya lebih mahal karena materialnya kuat dan sistemnya lebih kompleks. Carrier yang bagus bisa jadi investasi jangka panjang, terutama buat kamu yang sering naik gunung atau beraktivitas di alam bebas.

Ransel punya rentang harga yang jauh lebih luas dan cenderung lebih terjangkau. Ada banyak pilihan sesuai kebutuhan dan budget. Itulah kenapa ransel lebih umum dipakai oleh pelajar, pekerja, dan traveler kasual.

Kalau tujuanmu adalah mendaki gunung, camping beberapa hari, atau membawa beban berat; carrier jelas pilihan yang tepat. Tapi kalau cuma buat aktivitas harian, traveling ringan, atau jalan-jalan, ransel sudah lebih dari cukup.

Intinya, memahami apa beda carrier dan ransel bisa membantu kamu memilih tas yang sesuai, nyaman dipakai, dan gak bikin perjalanan jadi ribet. Jadi sebelum beli, pastikan dulu tas mana yang paling cocok dengan aktivitasmu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team