Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Itu Mountain Hut yang Ada di Jalur Pendakian Ekstrem?
ilustrasi mountain hut di Talkeetna Mountains of Alaska (commons.wikimedia.org/Mudflattop)
  • Mountain hut adalah pondokan permanen di pegunungan tinggi yang digunakan pendaki untuk beristirahat, makan, dan berlindung dari cuaca ekstrem, biasanya hanya beroperasi pada musim tertentu.
  • Sejarahnya bermula abad ke-19 di Pegunungan Alpen sebagai tempat perlindungan dan pertemuan pendaki, lalu berkembang menjadi sistem akomodasi dengan penjaga serta konsep pendakian hut-to-hut modern.
  • Tersedia berbagai jenis mountain hut dari yang darurat hingga lengkap fasilitasnya, menjadi solusi legal dan nyaman bagi pendaki di wilayah bersalju seperti Alpen, Himalaya, hingga New Zealand.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah kamu pernah mendengar istilah mountain hut? Dari namanya, kamu dapat menebak bahwa istilah tersebut berkaitan dengan aktivitas di gunung dan pendakian. Meski terdengar asing untuk wilayah tropis, tetapi sering dijumpai di wilayah subtropis, terutama di pegunungan tinggi.

Keberadaan mountain hut sesuai kebutuhan untuk melindungi para pendaki dari cuaca ekstrem dan jalur yang panjang. Oleh sebab itu, budaya mendaki berbeda dengan wilayah tropis yang relatif hangat, vegetasi lebat, dan dapat mengandalkan tenda. Masih penasaran apa itu mountain hut? Mari cari tahu!

1. Apa itu mountain hut?

ilustrasi bangunan mountain hut (commons.wikimedia.org/禁樹なずな)

Mountain hut merupakan bangunan atau pondokan di area pegunungan tinggi untuk istirahat, makan, dan bermalam bagi pendaki. Kerap kali lokasinya terpencil dan hanya dapat diakses dengan berjalan kaki. Penyebutannya berbeda di setiap negara dan bahasa lokalnya, seperti refuge, cabane, alpine hut, dan hutte.

Bangunan tersebut umumnya bersifat permanen dengan status kepemilikan beragam dan dipelihara alpine club setempat. Sebagian dibangun oleh klub pendaki gunung, tetapi ada pula yang dimiliki secara pribadi dan dibuka untuk umum. Ukurannya bervariasi, dapat menampung antara 20–200 orang.

Bangunannya memang permanen, tetapi hanya beroperasi pada musim tertentu dan memerlukan reservasi. Umumnya, hanya buka selama musim panas atau musim pendakian berlangsung. Sebagian lagi di lokasi yang mudah diakses masih buka pada musim dingin antara bulan Desember dan Januari. Sejumlah mountain hut yang tidak dijaga menyediakan tempat tidur sederhana tetap buka sepanjang tahun.

2. Sejarah singkat mountain hut

ilustrasi jalur menuju mountain hut (pexels.com/Pradeep Nair)

Sebelum ada mountain hut, para pendaki gunung bermalam dengan berlindung di dalam gua atau di bawah batu. Selain itu, bivak sederhana juga menjadi tantangan tersendiri. Saint-bernard melansir, bahwa pada abad ke-19 pondokan mulai dibangun di seluruh Pegunungan Alpen. Cabane d’Orny adalah yang pertama dibangun pada 1876.

Awalnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga para pendaki bertemu serta berbagi informasi. Bangunan tersebut tidak dijaga dan sering kali mengalami kerusakan. Lambat laun, muncul penjaga mountain hut yang membantu merawat bangunan dan memastikan keselamatan pengunjung.

Saat ini, penjaga mountain hut juga mencakup menyambut tamu, mengelola akomodasi dan makanan, serta memberikan saran tentang rencana perjalanan. Kemudian berkembang di era modern, memungkinkan konsep hut-to-hut hiking (trek multi-hari tanpa tenda). Beban yang dibawa pendaki akan lebih ringan, akses jalur panjang pegunungan Alpen lebih mudah, dan bisa berlindung dari cuaca ekstrem.

3. Fasilitas yang tersedia

ilustrasi fasilitas mountain hut, tempat makan di Absaroka Mountain Lodge (commons.wikimedia.org/MarilynReedCox)

Tahukah kamu kalau berkemah di alam bebas ilegal di sebagian wilayah Pegunungan Alpen? Sebagai gantinya, mereka punya jaringan mountain hut yang luas, lebih dari 800 pondok. Pendakian pun menjadi aktivitas yang menyenangkan dan patut untuk dinikmati.

Keberadaan mountain hut pun berkembang di pegunungan yang punya karakteristik serupa, seperti Pegunungan Alpen Jepang, Himalaya, Pegunungan Rocky, Pegunungan Skandinavia, dan Pegunungan Alpen Selatan New Zealand. Fasilitas yang tersedia menyesuaikan dengan kondisi pegunungan di mana pondokan tersebut berada. Minimal adalah bangunan kosong yang dapat digunakan untuk kondisi darurat.

Kondisi pegunungan tinggi di daerah subtropis yang umumnya terjal dan bersalju membuat pendaki harus ekstra hati-hati dengan perubahan cuaca ekstrem. Belum lagi kalau jalur ditutup karena tumpukan salju. Mountain hut menjadi tempat perlindungan yang penting sesuai fungsi utamanya, meski hanya bangunan permanen di tempat terpencil.

Bagi yang ingin trekking tanpa membawa banyak logistik, dapat menuju pegunungan yang punya mountain hut dengan fasilitas terbatas maupun lengkap. Lebih nyaman untuk istirahat, karena dilengkapi dengan tempat tidur, dapur dan peralatan memasak, serta toilet. Biasanya terdapat penjaga, meski kamu tetap harus membawa bahan makanan sendiri.

4. Jenis mountain hut

ilustrasi mountain hut (commons.wikimedia.org/Gvjekoslav)

Mountain hut semakin berkembang dan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, sesuai fasilitasnya. Refuge hut atau emergency shelter merupakan pondokan yang fungsi utamanya untuk keselamatan, bukan kenyamanan. Biasanya gratis dengan fasilitas sangat minim, bahkan kadang hanya bangunan kosong tanpa air maupun makanan.

Basic hut atau self-service hut adalah tipe menengah dengan fasilitas terbatas, tapi tetap nyaman untuk istirahat. Biasanya terdapat penjaga, tempat tidur sederhana, dan dapur kecil. Namun, pendaki harus mandiri, seperti membawa makanan sendiri.

Satu lagi, serviced hut atau mountain lodge, tipe yang paling nyaman karena fasilitasnya lengkap. Termasuk penjaga, menyediakan makanan, tempat tidur yang layak seperti dormitory atau bunk bed. Kadang dilengkapi dengan listrik, kamar mandi, bahkan restoran sederhana.

Sederhananya, mountain hut adalah bangunan permanen atau pondokan yang umum dijumpai di pegunungan tinggi untuk berlindung dari cuaca ekstrem sekaligus beristirahat. Fasilitasnya pun beragam, mulai dari hanya bangunan kosong hingga penginapan dengan tempat tidur dan restoran. Keberadaannya bukan sekadar memudahkan perjalanan, tetapi telah menjadi bagian dari budaya pendakian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team