Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi wisata musim hujan
ilustrasi wisata musim hujan (pexels.com/Anil Kumar Giridhar)

Bayangkan kamu sudah mengemas baju renang dan kacamata hitam favoritmu untuk rencana liburan akhir pekan yang sudah lama dinanti. Namun, saat menengok ke luar jendela, langit justru tampak mendung kelabu dan rintik air mulai turun membasahi bumi dengan sangat derasnya. Kamu mulai ragu, apakah aman ke pantai saat musim hujan? Pertanyaan ini sering kali muncul karena keinginan untuk healing terkadang harus berbenturan dengan kondisi cuaca yang sedang tidak menentu di wilayah Indonesia.

Aroma laut yang bercampur dengan tanah basah memang menciptakan sensasi unik yang jarang bisa kamu dapatkan saat musim panas yang terik. Namun, di balik keindahan dan suasana syahdu tersebut, ada beberapa risiko keamanan yang harus kamu pertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan untuk berangkat, lho. Jadi, memahami kondisi alam sangatlah penting agar momen liburanmu gak berubah menjadi situasi yang membahayakan diri sendiri dan orang tersayang, ya. Berikut penjelasan detailnya!


1. Mengenali risiko gelombang tinggi dan arus laut

ilustrasi wisata musim hujan (pexels.com/ArtHouse Studio)

Salah satu risiko utama yang harus kamu waspadai saat berkunjung ke pantai di musim hujan adalah meningkatnya tinggi gelombang secara drastis. Cuaca buruk biasanya diikuti oleh angin kencang yang memicu gelombang besar, yang bisa sangat berbahaya bagi siapa saja yang berada di bibir pantai. Kamu mungkin merasa cukup kuat untuk berenang, tetapi kekuatan alam sering kali gak bisa diprediksi dan bisa menyeretmu ke tengah laut dalam sekejap, lho.

Selain gelombang tinggi, arus pecah atau rip current juga menjadi ancaman yang lebih serius saat cuaca sedang buruk. Arus ini kerap gak terlihat dari permukaan tetapi memiliki tarikan yang sangat kuat ke arah laut lepas bagi siapapun yang menerjangnya. Jika kamu tetap memaksakan diri untuk masuk ke air saat hujan deras, risiko terjebak dalam arus ini akan meningkat berkali-kali lipat. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk tetap berada di area pasir yang jauh dari jangkauan ombak jika kondisi laut terlihat mulai gak stabil, ya.


2. Bahaya sambaran petir di area terbuka

ilustrasi wisata musim hujan (pexels.com/ArtHouse Studio)

Pantai merupakan area terbuka yang sangat luas dan sering kali menjadi tempat yang rawan terhadap sambaran petir saat hujan turun. Sebagai titik terendah di sekitar hamparan air, tubuh manusia bisa menjadi target empuk bagi kilat jika gak ada pelindung yang lebih tinggi di sekitarnya. Kamu perlu ingat bahwa petir gak harus menyambar air secara langsung untuk bisa memberikan dampak berbahaya bagi orang-orang yang berada di dekatnya.

Keberadaan air laut yang bersifat konduktif atau menghantarkan listrik juga menambah tingkat risiko saat terjadi badai petir, lho. Jika petir menyambar permukaan air di kejauhan, aliran listriknya bisa merambat melalui air dan mencapai kaki kamu yang sedang terendam di bibir pantai. Jadi, alangkah baiknya kalau kamu segera meninggalkan area pantai dan mencari bangunan yang kokoh saat mendengar suara guntur pertama kali. Jangan sekali-kali berlindung di bawah pohon tunggal atau payung pantai yang justru berisiko tinggi tersambar petir!


3. Penurunan kualitas dan kebersihan air laut

ilustrasi wisata musim hujan (pexels.com/Irina Kraskova)

Hujan deras yang turun terus-menerus biasanya membawa limpasan air dari daratan menuju muara sungai dan akhirnya bermuara ke laut. Air limpasan ini kerap membawa berbagai jenis kotoran, limbah rumah tangga, hingga bakteri berbahaya seperti E. coli yang merugikan kesehatan. Hal ini membuat kualitas air laut di sekitar pantai menurun drastis dan bisa menyebabkan iritasi kulit bagi kamu yang memiliki kulit sensitif.

Selain masalah bakteri, sampah visual seperti kayu-kayu besar dan plastik juga sering  memenuhi bibir pantai setelah hujan lebat terjadi. Material-material tajam yang terbawa arus ini bisa melukai kaki kamu saat sedang berjalan-jalan di tepi pantai yang airnya sedang keruh. Jika kamu melihat air laut berubah warna menjadi cokelat atau terlihat sangat kotor setelah hujan, sebaiknya urungkan niat untuk bermain air demi menjaga kesehatan tubuhmu tetap prima.


4. Persiapan ekstra jika kamu tetap ingin ke pantai saat hujan

ilustrasi wisata musim hujan (pexels.com/Dziana Hasanbekava)

Meski berisiko, kamu tetap bisa menikmati suasana pantai dengan aman jika melakukan persiapan yang ekstra hati-hati, kok. Selama tetap waspada dengan perubahan cuaca dan situasi, kamu tetap bisa menikmati pantai saat hujan. Berikut adalah beberapa hal teknis yang wajib kamu perhatikan sebelum memutuskan untuk tetap berangkat menuju destinasi pantai pilihanmu:

1. Pantau informasi BMKG secara berkala 

Sebelum melangkahkan kaki keluar rumah, pastikan kamu sudah memeriksa ramalan cuaca terkini dari situs atau aplikasi resmi BMKG. Informasi ini sangat krusial untuk mengetahui potensi badai, arah angin, atau peringatan dini mengenai tinggi gelombang laut di lokasi tujuan. Jika ada peringatan waspada atau level bahaya, sebaiknya kamu menunda perjalanan demi keselamatan diri sendiri dan menghindari risiko yang tidak diinginkan.

2. Perhatikan bendera peringatan di lokasi 

Saat sudah sampai di pantai, jangan langsung berlari menuju air tanpa melihat kondisi bendera yang terpasang di sekeliling area tersebut. Perhatikan warna bendera yang dipasang oleh petugas penjaga pantai (lifeguard) karena setiap warna memiliki arti keamanan yang berbeda bagi pengunjung. Bendera merah biasanya menandakan larangan keras untuk berenang karena kondisi arus dan gelombang yang sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa.

3. Bawa perlengkapan jas hujan dan baju ganti 

Hujan di daerah pesisir kerap datang tiba-tiba dengan intensitas yang sangat tinggi dan disertai dengan tiupan angin kencang. Kamu wajib membawa jas hujan yang berkualitas agar tubuh gak langsung terpapar air hujan dingin yang bisa menurunkan daya tahan tubuh. Selain itu, siapkan setidaknya dua pasang baju ganti tambahan untuk memastikan tubuhmu tetap kering setelah selesai beraktivitas di area yang basah, ya.

4. Jaga kondisi fisik dan suhu tubuh 

Berada di lingkungan yang basah dan berangin dalam waktu lama bisa menyebabkan suhu tubuhmu turun dengan cepat secara drastis, lho. Kamu harus waspada terhadap gejala kedinginan yang ekstrem atau hipotermia ringan yang kerap gak disadari oleh para wisatawan. Pastikan kamu selalu memiliki akses ke minuman hangat dan makanan bergizi untuk membantu menstabilkan suhu tubuh selama berada di tengah cuaca yang dingin.

5. Siapkan rencana cadangan  

Liburan ke pantai saat musim hujan menuntut kamu untuk memiliki fleksibilitas tinggi terhadap rencana awal yang sudah disusun. Cari tahu lokasi kafe, restoran, atau penginapan di sekitar pantai yang menawarkan pemandangan laut indah dari balik jendela ruangan tertutup. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati suasana laut yang syahdu dan tenang tanpa harus basah kuyup terkena guyuran hujan deras di luar sana.

Menikmati keindahan laut memang gak harus selalu menunggu matahari terik bersinar sepanjang hari. Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan tinggi terhadap tanda-tanda alam, kamu tetap bisa mendapatkan pengalaman liburan yang berkesan meski cuaca sedang kurang bersahabat, kok. Jadi, jika kamu masih ragu tentang apakah aman ke pantai saat musim hujan?, jawabannya kembali pada seberapa waspada kamu dalam mengikuti protokol keselamatan dan memantau kondisi cuaca secara aktual, ya.




This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team