Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret autogate di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten
Potret autogate di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Intinya sih...

  • Pakaian bergambar wajah dapat membingungkan sistem autogate imigrasi.

  • Sistem bekerja menggunakan teknologi pemindaian biometrik dan pengenalan wajah.

  • Kenakan pakaian simpel, polos, atau bermotif sederhana saat melintasi autogate untuk menghindari hambatan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat hendak bepergian ke luar negeri, setiap orang harus melewati imigrasi yang ada di bandara atau pelabuhan. Saat ini, di beberapa bandara sudah menerapkan sistem imigrasi autogate. Hal ini membuat proses pemeriksaan paspor, baik paspor biasa maupun elektronik, bisa berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan antrean manual.

Cukup pindai paspor di tempat yang disediakan, mengikuti instruksi di layar, lalu pintu atau gerbang akan terbuka secara otomatis Namun, memindai paspor di autogate bandara tidak boleh sembarangan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para pemegang paspor. Salah satunya adalah tidak mengenakan pakaian yang bergambar atau bermotif wajah orang. Pengalaman unik ini IDN Times alami ketika hendak melakukan perjalanan ke luar negeri melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya, Sabtu (24/1/2026).

Kira-kira kenapa tidak boleh mengenakan baju bermotif wajah orang saat melintasi autogate bandara, ya? Simak penjelasannya di bawah ini, yuk!

Pakaian bergambar wajah dapat membingungkan sistem

Saat memasuki autogate imigrasi Bandara Internasional Juanda Surabaya, salah satu tim IDN Times mengenakan kaos dengan wajah orang yang cukup jelas. Halaman profil paspor diletakkan di mesin pemindai, sembari melihat instruksi yang ada di layar. Setelah menunggu beberapa saat, gerbang tidak kunjung bewarna hijau dan terbuka, justru berwarna merah dan tetap tertutup. Hal ini menandakan adanya kegagalan deteksi.

Petugas kemudian mengimbau untuk mundur dan mencoba sekali lagi. Pada percobaan kedua, sistem tetap gagal mendeteksi wajah. Petugas pun menyadari bahwa kaos yang dikenakan salah satu tim IDN Times bergambar wajah orang dan memintanya untuk menutupi kaos tersebut dengan ransel. Akhirnya, sistem bisa mendeteksi wajah dan autogate pun terbuka.

Ternyata, pakaian atau kaos bergambar wajah orang dapat membingungkan sistem pengenalan wajah (facial recognition) di autogate imigrasi. Autogate tersebut bekerja menggunakan teknologi pemindaian biometrik dan pengenalan wajah. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi wajah manusia secara akurat berdasarkan bentuk, jarak mata, hidung, dan kontur wajah.

Saat seseorang mengenakan kaos atau pakaian bergambar wajah orang yang realistis, sistem tersebut mendeteksi ada dua atau lebih wajah orang dalam satu frame dan fokus kameranya bisa teralihkan. Akibatnya, pemindaian menjadi lebih lama atau bahkan gagal, seperti yang dialami tim IDN Times.

Tips berpakaian saat hendak melintasi autogate imigrasi

Potret pintu autogate bandara (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Nah, supaya kejadian seperti di atas tidak terjadi padamu, sebaiknya kamu memerhatikan outfit yang dikenakan saat hendak bepergian keluar negeri dan melewati autogate. Selain menghindari baju atau kaos bergambar wajah orang atau ilustrasi realistis, sebaiknya kenakan pakaian simpel, polos, atau bermotif sederhana.

Pilihan pakaian yang simpel akan membantu kamera fokus pada wajahmu saja, sehingga proses pemindaian paspor berjalan cepat dan tanpa hambatan. Dengan begitu, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan lebih nyaman dan tenang sejak awal. Semoga tips ini dapat membantu dan perjalananmu diberikan kelancaran, ya!

Editorial Team