Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi proses pemeriksaan barang di bandara
ilustrasi proses pemeriksaan barang di bandara (pexels.com/Connor Danylenko)

Intinya sih...

  • Cairan di atas 100 ml harus dimasukkan ke dalam kantong transparan khusus agar lolos pemeriksaan keamanan bandara.

  • Power bank dengan kapasitas di atas 100 Wh memerlukan izin maskapai, sedangkan di atas 160 Wh dilarang masuk kabin.

  • Benda tajam seperti gunting dan cutter boleh masuk kabin, namun harus memenuhi standar keamanan bandara.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Naik pesawat dianggap sebagai moda transportasi yang praktis dan cepat. Sebelum naik ke pesawat, penumpang akan melewati proses pemeriksaan keamanan di bandara yang selalu menjadi momen menegangkan.

Tak sedikit orang yang harus merelakan kehilangan barang bawaan karena disita oleh petugas, meskipun barang tersebut sebenarnya boleh masuk ke kabin pesawat. Situasi ini sering terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap aturan yang berlaku di bandara dan maskapai.

Kalau kamu baru pertama kali naik pesawat, simak barang yang boleh dibawa ke kabin tapi sering disita beserta alasannya berikut ini, deh. Cermati, biar gak kejadian padamu, ya!

1. Cairan yang ukurannya lebih dari 100 ml

ilustrasi botol ukuran lebih dari 100 ml (unsplash.com/Taylor Beach)

Cairan seperti sabun, sampo, toner, parfum, lotion, hair spray, dan minuman boleh dibawa ke kabin, tetapi setiap wadah hanya diizinkan maksimal 100 ml. Seluruh cairan harus dimasukkan ke dalam kantong transparan khusus.

Makanan, seperti sambal, saus, sup, bubur, dan makanan bayi bertekstur lembek, masuk ke kategori makanan cairan atau pasta. Kalau volumenya melebihi 100 ml, makanan tersebut bisa ditahan oleh petugas.

Meski isinya tinggal sedikit, petugas akan tetap menilai berdasarkan kapasitas botol kemasan. Jadi, sebaiknya pindahkan cairan tersebut ke dalam botol travel size supaya bisa lolos proses pemeriksaan keamanan.

2. Power bank

ilustrasi power bank (unsplash.com/Kamil Switalski)

Power bank wajib dibawa ke kabin, tetapi tidak semua jenisnya otomatis aman dari penyitaan petugas. Kapasitas di atas 100 Wh harus meminta izin maskapai terkait, sedangkan yang melebihi 160 Wh dilarang untuk di bawa ke kabin.

Masih banyak penumpang yang tidak mengetahui detail kapasitas daya power bank yang akan dibawa. Mereka harus merelakan power bank yang terlihat biasa saja harus disita karena melebihi batas aman penerbangan.

3. Benda tajam sepele

ilustrasi gunting kuku (unsplash.com/Andrey Matveev)

Peralatan perawatan diri, seperti gunting kuku, pinset, gunting kecil, dan cutter boleh diperbolehkan masuk kabin. Namun, kalau ujungnya tajam atau bilahnya melebihi panjang tertentu, pertugas akan menyitanya.

Penumpang sering menganggap semua alat tersebut masih aman tanpa pengecekan. Standar keamanan bandara cukup ketat terhadap benda tajam, sekecil apa pun ukurannya.

4. Korek api

ilustrasi korek api (unsplash.com/Zhivko Minkov)

Sebagian besar bandara hanya membolehkan membawa satu korek api kecil per penumpang dan harus dibawa di saku, bukan di dalam tas kabin. Korek gas, korek elektrik, dan korek kayu yang jumlahnya lebih dari satu langsung disita. Penumpang sering lupa untuk mengeluarkan korek api saat pemeriksaan. Akibatnya, ia dianggap melanggar aturan penerbangan.

5. Alat olahraga kecil

ilustrasi tongkat hiking (unsplash.com/Bjarke Rosenbeck)

Beberapa alat olahraga, seperti tongkat hiking, stik golf mini, dan dumbbell portable dianggap berpotensi membahayakan di kabin. Meskipun ukurannya kecil, benda ini bisa disalahgunakan yang menimbulkan risiko keselamatan penumpang lain.

Petugas akan menyita alat olahraga kecil dan menyarankan untuk memasukkan ke bagasi tercatat. Langkah ini dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang.

6. Mainan anak

ilustrasi pistol mainan (unsplash.com/Andrey Matveev)

Membawa beberapa mainan menjadi langkah yang tepat supaya anak tidak rewel selama penerbangan. Namun, mainan seperti pistol-pistolan, pedang plastik, dan water gun, sering menimbulkan kecurigan saat melewati mesin x-ray. Hal tersebut karena bentuk mainan menyerupai senjata asli, sehingga menjadi masalah. Demi menghindari kesalahpahaman, petugas akan menyita mainan meski jelas itu hanya mainan anak-anak.

7. Obat cair tanpa resep

ilustrasi obat sirup (pexels.com/cottonbro studio)

Obat berbentuk cair sebenarnya boleh dibawa, terutama untuk penumpang yang sedang sakit atau penunjang medis. Namun, tanpa resep dokter atau label resmi, petugas akan menahannya.

Hal ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan cairan berbahaya yang diklaim sebagai obat. Sebaiknya, bawalah obat cair disertai dokumen pendukung.

Penumpang harus selalu memahami dan mematuhi aturan keamanan penerbangan sebelum berangkat. Periksa kembali barang bawaan, terutama yang berpotensi disita di kabin. Dengan persiapan yang tepat, proses pemeriksaan keamanan tidak lagi menjadi momen yang menakutkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team