Musim dingin selalu menjadi periode tersibuk dalam kalender pariwisata Jepang, terutama di kota-kota dengan salju tebal dan festival tahunan yang mendunia. Banyak pelancong bertanya-tanya, apakah wisata musim dingin Jepang masih memungkinkan dilakukan secara spontan tanpa rencana pemesanan yang matang. Peak winter kerap identik dengan antrean panjang, penginapan penuh, dan harga yang melonjak dalam waktu singkat.
Meski begitu, pengalaman traveling di Jepang sering kali tidak sesederhana hitam dan putih seperti yang dibayangkan. Ada situasi tertentu yang justru memberi ruang fleksibilitas bagi pelancong independen. Realitas di lapangan sering berbeda dengan asumsi umum tentang musim liburan. Berikut penjelasan yang bisa menjadi gambaran sebelum memutuskan bepergian tanpa reservasi saat puncak musim dingin.
