Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi traveling dengan pesawat
ilustrasi traveling dengan pesawat (pexels.com/ Adrienn)

Intinya sih...

  • Pilih kursi yang minim guncangan, seperti di sekitar sayap pesawat atau dekat jendela

  • Perhatikan asupan makan sebelum terbang, hindari makanan berlemak dan minuman berkafein

  • Atur napas dan tubuh agar tetap rileks, alihkan fokus dari rasa tidak nyaman dengan mendengarkan musik atau mengunyah permen jahe

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perjalanan naik pesawat memang cepat dan praktis, tapi tak semua orang bisa menikmatinya dengan nyaman. Buat sebagian orang, duduk berjam-jam di udara justru sangat melelahkan. Belum lagi karena muncul rasa mual, pusing, kepala berat, bahkan sampai ingin muntah.

Mabuk udara atau motion sickness saat naik pesawat adalah hal yang cukup umum. Masalahnya, mabuk udara bisa bikin perjalanan yang seharusnya menyenangkan berubah jadi perjuangan. Berikut lima cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi mabuk udara saat naik pesawat agar perjalananmu tetap nyaman.

1. Pilih kursi yang paling minim guncangan

ilustrasi penumpang pesawat (unsplash.com/ Toa Heftiba)

Posisi duduk ternyata punya pengaruh besar terhadap mabuk udara. Kursi yang paling stabil biasanya berada di sekitar sayap pesawat. Di area ini, pergerakan pesawat terasa lebih seimbang dibandingkan bagian belakang yang cenderung lebih terasa guncangannya.

Kalau memungkinkan, jangan duduk terlalu belakang atau dekat ekor pesawat, jika kamu mudah mabuk. Kursi dekat jendela juga bisa jadi pilihan, karena kamu bisa melihat pemandangan, yang membantu otak menyesuaikan antara apa yang dilihat mata dan apa yang dirasakan tubuh.

2. Perhatikan asupan makan sebelum terbang

ilustrasi tempat makan kertas (pexels.com/Mikhail Nilov)

Perut yang terlalu kosong atau justru terlalu penuh sama-sama bisa memperparah mabuk udara. Idealnya, kamu harus makan secukupnya, sekitar 1—2 jam sebelum terbang. Pilih makanan ringan yang mudah dicerna, seperti roti, oatmeal, pisang, atau biskuit.

Jangan pilih makanan berlemak, pedas, atau terlalu berminyak, karena bisa memicu asam lambung dan rasa mual. Minuman berkafein dan bersoda juga sebaiknya dikurangi, karena bisa membuat perut terasa tidak nyaman di udara. Kalau perlu, sediakan camilan ringan di tas kabin untuk berjaga-jaga.

3. Atur napas dan tubuh agar tetap rileks

ilustrasi di pesawat (pexels.com/Sergey Zhumaev)

Stres dan kecemasan sering kali memperburuk mabuk udara tanpa disadari. Saat tubuh tegang, otot kaku, dan pikiran tidak tenang, sensasi pusing bisa terasa lebih kuat. Oleh karena itu, menjaga tubuh tetap rileks sangat penting.

Coba tarik napas dalam-dalam secara perlahan, lalu embuskan dengan tenang. Ulangi beberapa kali sampai tubuh terasa lebih santai. Posisi duduk juga berpengaruh, pastikan punggung bersandar dengan nyaman dan kepala tidak terlalu menunduk. Menutup mata sejenak bisa membantu mengurangi rangsangan yang memicu mual.

4. Alihkan fokus dari rasa tidak nyaman

ilustrasi di pesawat (unsplash.com/mpumelelomacu)

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan dan bikin mual adalah terlalu fokus pada rasa mual itu sendiri. Semakin dipikirkan, biasanya sensasinya justru makin parah. Mengalihkan perhatian bisa jadi cara efektif untuk mengatasinya.

Kamu bisa mendengarkan musik favorit, podcast, atau menonton film yang tidak terlalu banyak gerakan cepat. Jangan membaca terlalu lama atau menatap layar jika itu membuat pusing bertambah. Banyak juga orang merasa terbantu dengan mengunyah permen atau permen jahe, karena bisa memberikan sensasi segar di mulut dan membantu menenangkan lambung.

5. Manfaatkan bahan alami dan persiapan tambahan

ilustrasi botol minyak (unsplash.com/kellysikkema)

Selain obat antimabuk, ada beberapa bahan alami yang cukup populer untuk membantu mengatasi mabuk udara. Jahe salah satunya. Jahe dikenal bisa membantu meredakan mual dan gangguan pencernaan.

Minyak aromaterapi, seperti peppermint atau lavender, juga bisa membantu sebagian orang merasa lebih rileks. Cukup hirup aromanya secara perlahan saat mulai merasa tidak nyaman. Selain itu, pastikan kamu cukup tidur sebelum terbang, karena kondisi tubuh yang lelah lebih rentan mengalami mabuk udara.

Mabuk udara di pesawat memang gak berbahaya, tapi bisa sangat mengganggu kenyamanan. Setiap orang punya pemicu mabuk udara yang berbeda, jadi tak ada salahnya mencoba beberapa cara sekaligus untuk menemukan mana yang paling cocok buat kamu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team