Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi tax refund
ilustrasi tax refund (commons.wikimedia.org/KKPCW)

Ketika saat liburan ke Malaysia sering terasa sayang jika melewatkan fasilitas tax refund, terutama jika kamu membeli produk lokal, suvenir, atau barang bermerek di kawasan wisata populer. Tax refund menjadi bagian dari travel experience karena prosesnya berkaitan langsung dengan mobilitas wisatawan, bandara, serta ritme perjalanan pulang.

Banyak pelancong sebenarnya sudah memenuhi syarat, tetapi gagal klaim karena kurang memahami alurnya sejak awal perjalanan. Padahal, jika dipahami dengan benar, tax refund di Malaysia bukan proses yang rumit dan bisa memberi penghematan yang cukup terasa. Berikut panduan agar klaim tax refund di Malaysia bisa dilakukan tanpa kebingungan.

1. Wisatawan asing memenuhi syarat klaim tax refund

ilustrasi wisatawan (commons.wikimedia.org/Marcin Konsek)

Tax refund di Malaysia hanya berlaku untuk wisatawan asing yang masuk menggunakan paspor non-Malaysia dan tidak memiliki status permanent resident. Status ini biasanya langsung terverifikasi melalui paspor yang digunakan saat transaksi belanja di toko tax-free. Skema ini dirancang khusus untuk pelancong yang benar-benar membawa barang keluar wilayah Malaysia, bukan untuk konsumsi jangka panjang di dalam negeri. Karena itu, wisatawan yang bepergian singkat seperti city trip ke Kuala Lumpur atau Penang justru paling sering memanfaatkannya.

Syarat lain yang sering luput diperhatikan adalah batas waktu keberangkatan, yaitu maksimal tiga bulan sejak tanggal pembelian. Artinya, barang yang dibeli saat liburan harus benar-benar dibawa pulang dalam periode tersebut. Ketentuan ini berkaitan langsung dengan pola perjalanan wisata, misalnya tur lintas kota Kuala Lumpur–Malaka–Johor Bahru yang biasanya masih dalam satu rentang kunjungan. Jika melewati batas waktu, klaim otomatis gugur meskipun struk masih tersimpan rapi.

2. Toko berlogo tax free menjadi titik awal proses tax refund

Pavilion KL, Malaysia (commons.wikimedia.org/Renek78)

Proses klaim tax refund selalu dimulai dari toko tempat berbelanja, bukan di bandara. Di Malaysia, toko yang tergabung dalam Tourist Refund Scheme biasanya menampilkan logo “Tax-Free Shopping di etalase atau dekat kasir. Lokasinya tersebar di area yang akrab dengan wisatawan, seperti Pavilion Kuala Lumpur, Suria KLCC yang berada tepat di bawah Menara Kembar Petronas, hingga deretan butik di Bukit Bintang.

Minimal belanja yang diakui adalah 300 Ringgit Malaysia dalam satu hari di toko yang sama, bukan gabungan dari toko berbeda. Ketentuan ini penting dipahami agar strategi belanja lebih terarah, misalnya memusatkan pembelian di satu department store. Saat membayar, kasir akan meminta paspor asli untuk mengisi formulir tax refund dan mencocokkan identitas. Dari sini, dokumen perjalanan dan aktivitas belanja mulai saling terhubung sebagai satu rangkaian perjalanan wisata.

3. Dokumen dan barang belanja wajib dijaga sejak awal

ilustrasi struk pembelian (commons.wikimedia.org/Donald Trung Quoc Don)

Struk pembelian dan formulir tax refund memiliki posisi krusial karena keduanya menjadi bukti sah saat validasi di bandara. Banyak wisatawan gagal klaim bukan karena tidak memenuhi syarat, tetapi karena struk tercecer selama berpindah hotel atau destinasi. Bayangkan perjalanan dari George Town di Penang ke Kuala Lumpur dengan kereta ETS, lalu lanjut belanja, tanpa pengelolaan dokumen yang rapi.

Barang belanjaan juga sebaiknya tidak langsung digunakan sebelum meninggalkan Malaysia, terutama untuk produk fesyen, jam tangan, atau elektronik. Petugas bea cukai berhak meminta barang ditunjukkan secara fisik untuk memastikan kesesuaiannya dengan dokumen. Inilah alasan mengapa tax refund menjadi bagian dari perencanaan, bukan sekadar urusan administrasi belanja.

4. Bandara menjadi tahap penentu keberhasilan klaim

Kuala Lumpur International Airport (commons.wikimedia.org/AhmadElq)

Proses klaim tax refund dilakukan di bandara internasional sebelum meninggalkan Malaysia, seperti Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 1 dan KLIA2. Wisatawan disarankan datang lebih awal karena alurnya melibatkan beberapa titik, mulai dari konter bea cukai hingga loket pengembalian dana. Untuk barang yang masuk bagasi tercatat, validasi harus dilakukan sebelum check-in agar petugas bisa memeriksa barang jika diperlukan.

Sementara itu, barang yang dibawa sebagai bagasi kabin bisa divalidasi setelah melewati imigrasi. Area ini biasanya berada di sekitar ruang tunggu keberangkatan, tidak jauh dari gerbang menuju pesawat. Skema ini memudahkan wisatawan yang membawa barang bernilai kecil atau mudah rusak agar tetap aman sampai masuk pesawat.

5. Metode pengembalian dana disesuaikan dengan nilai belanja

ilustrasi kartu kredit (commons.wikimedia.org/Erable16)

Setelah dokumen tax refund divalidasi oleh petugas, wisatawan akan diarahkan ke konter pengembalian dana yang lokasinya masih berada di area keberangkatan bandara. Pengembalian tunai biasanya tersedia untuk nilai klaim tertentu dan langsung diterima saat itu juga, tetapi jumlahnya dibatasi serta bergantung pada ketersediaan kas di konter. Jika nilai klaim melebihi batas tunai, petugas akan memproses pengembalian melalui kartu kredit yang datanya sudah tercantum di formulir.

Dana non-tunai umumnya masuk ke kartu kredit dalam rentang waktu dua hingga enam minggu setelah wisatawan meninggalkan Malaysia, tergantung bank penerbit kartu. Skema ini banyak dipilih pelancong yang terbang dari KLIA atau KLIA2 menuju Jakarta, Surabaya, atau melanjutkan perjalanan ke Singapura karena tidak menambah uang tunai di akhir perjalanan. Dengan memahami perbedaan metode pengembalian sejak awal, wisatawan dapat menyesuaikan nilai belanja dan mengatur pengeluaran terakhir di bandara tanpa terburu-buru mengejar waktu boarding.

Tax refund di Malaysia bukan sekadar urusan pengembalian pajak, melainkan bagian dari pengalaman travel yang menyatu dengan rute belanja, perpindahan kota, hingga proses kepulangan. Dengan memahami alurnya sejak awal, wisatawan bisa berbelanja lebih terarah tanpa rasa khawatir kehilangan hak klaim. Jadi, saat liburan berikutnya ke Malaysia, sudah siap memanfaatkan tax refund dengan lebih cermat?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team