Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Pilih Kursi Pesawat agar Tak Kepanasan Sepanjang Penerbangan
ilustrasi kursi pesawat (pexels.com/Pew Nguyen)
  • Memilih kursi pesawat berpengaruh besar pada kenyamanan suhu kabin, terutama untuk menghindari paparan sinar matahari langsung dan area dengan sirkulasi udara kurang optimal.
  • Kursi di sisi yang tidak menghadap matahari serta area tengah kabin cenderung lebih sejuk dan stabil suhunya dibanding bagian depan atau belakang pesawat.
  • Hindari kursi dekat galley belakang dan manfaatkan peta kursi sebelum check-in agar bisa memilih posisi duduk yang lebih tenang, sejuk, dan nyaman selama penerbangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Perjalanan udara bisa terasa sangat nyaman, tetapi suhu kabin yang kurang sesuai sering kali membuat pengalaman terbang menjadi kurang menyenangkan. Tidak sedikit penumpang yang merasa gerah selama penerbangan, terutama saat duduk di kursi yang terkena paparan sinar matahari langsung atau berada di area dengan sirkulasi udara yang kurang optimal. Karena itu, memilih kursi pesawat bukan hanya soal ruang kaki atau akses ke lorong, tetapi juga berpengaruh terhadap kenyamanan suhu selama perjalanan.

Setiap bagian pesawat memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari intensitas cahaya matahari, posisi ventilasi udara, hingga kepadatan aktivitas penumpang dan awak kabin. Memahami hal-hal tersebut dapat membantu mengurangi rasa panas selama penerbangan, baik untuk rute domestik singkat maupun perjalanan internasional yang memakan waktu berjam-jam. Sebelum memilih kursi saat check-in atau membeli tiket, simak beberapa tips berikut agar perjalanan terasa lebih nyaman dari awal hingga mendarat.

1. Pilih kursi di sisi yang tidak menghadap matahari

ilustrasi kursi pesawat (pexels.com/Jeffry Surianto)

Paparan sinar matahari langsung menjadi salah satu penyebab utama kabin terasa lebih panas, terutama pada penerbangan siang hari. Jika pesawat terbang ke arah timur pada pagi hari, kursi di sisi kanan biasanya menerima cahaya lebih banyak. Sebaliknya, penerbangan sore menuju barat sering membuat sisi kiri kabin lebih terpapar matahari.

Sebelum menentukan kursi, coba perhatikan jadwal keberangkatan dan arah rute penerbangan melalui aplikasi pelacak penerbangan. Untuk rute Jakarta–Denpasar pada pagi hari, misalnya, kursi di sisi kiri sering menjadi pilihan yang lebih nyaman karena terhindar dari sinar matahari langsung lebih lama. Tirai jendela memang dapat membantu mengurangi cahaya, tetapi panas dari kaca jendela tetap bisa terasa selama penerbangan berlangsung. Memilih sisi yang tepat sejak awal sering kali lebih efektif dibanding terus menutup tirai sepanjang perjalanan.

2. Pilih kursi di area tengah kabin

ilustrasi kursi pesawat (unsplash.com/Timothee Pineau)

Bagian tengah pesawat umumnya memiliki suhu yang lebih stabil dibanding area paling depan atau paling belakang. Lokasi ini berada relatif dekat dengan pusat distribusi udara sehingga aliran pendingin kabin biasanya terasa lebih merata. Selain itu, perubahan suhu akibat buka-tutup pintu saat boarding juga tidak terlalu terasa di area tengah.

Pada pesawat berbadan sempit seperti Boeing 737 atau Airbus A320 yang banyak digunakan maskapai Indonesia, kursi di sekitar baris sayap sering menjadi pilihan favorit bagi penumpang yang mengutamakan kenyamanan. Area tersebut biasanya tidak terlalu terpengaruh panas dari dapur pesawat maupun aktivitas layanan awak kabin. Suhu yang lebih konsisten membuat perjalanan terasa lebih nyaman, terutama saat penerbangan berlangsung lebih dari dua jam.

3. Hindari kursi dekat galley belakang

ilustrasi kursi pesawat (unsplash.com/Paul Hanaoka)

Galley atau area dapur pesawat merupakan tempat awak kabin menyiapkan makanan dan minuman selama penerbangan. Aktivitas penggunaan oven, pemanas makanan, serta lalu-lalang kru dapat membuat area di sekitarnya terasa lebih hangat dibanding bagian lain kabin. Kondisi ini sering terjadi pada kursi yang berada beberapa baris dari dapur belakang.

Selain suhu yang cenderung lebih tinggi, area belakang juga biasanya menjadi lokasi antrean menuju toilet. Banyaknya pergerakan penumpang membuat sirkulasi udara terasa berbeda dibanding bagian lain pesawat. Pada penerbangan jarak menengah dan jauh, kondisi tersebut dapat berlangsung selama berjam-jam sehingga memengaruhi kenyamanan. Jika memungkinkan, pilih kursi yang berjarak beberapa baris dari galley maupun toilet agar suasana sekitar lebih tenang dan sejuk.

4. Pilih kursi dekat ventilasi udara kabin

ilustrasi kursi pesawat (pexels.com/Kelly)

Setiap kursi pesawat memiliki karakteristik aliran udara yang berbeda tergantung desain kabin dan tipe armada. Pada banyak pesawat modern, ventilasi individu atau air nozzle berada tepat di atas kepala penumpang. Kursi yang posisinya sejajar dengan ventilasi yang berfungsi baik biasanya terasa lebih nyaman dibanding kursi yang aliran udaranya kurang optimal.

Saat sudah berada di dalam pesawat, luangkan waktu untuk mengatur arah ventilasi ke bagian wajah atau bahu agar udara dingin tidak langsung mengenai mata. Cara sederhana ini dapat membantu menjaga suhu tubuh tetap nyaman sepanjang perjalanan. Jika ventilasi di atas kursi terasa kurang berfungsi, penumpang juga bisa meminta bantuan awak kabin untuk memeriksa atau memberikan solusi lain yang memungkinkan.

5. Manfaatkan peta kursi sebelum check-in

ilustrasi kursi pesawat (pexels.com/Jeffry S.S.)

Banyak maskapai dan situs pemesanan tiket kini menyediakan peta kursi yang dapat diakses sebelum keberangkatan. Informasi tersebut membantu melihat posisi jendela, sayap, toilet, dapur, hingga area dengan ruang kaki tambahan. Dengan memanfaatkan fitur ini, peluang mendapatkan kursi yang lebih nyaman dari segi suhu menjadi lebih besar.

Situs seperti SeatGuru atau peta kursi yang tersedia di aplikasi maskapai sering memberikan catatan mengenai lokasi yang disukai maupun dihindari penumpang. Informasi tersebut dapat menjadi referensi tambahan sebelum memilih tempat duduk. Semakin awal proses pemilihan kursi dilakukan, semakin banyak pilihan yang tersedia sehingga peluang memperoleh posisi ideal juga meningkat.

Perjalanan udara yang nyaman tidak selalu bergantung pada kelas penerbangan atau harga tiket yang dibayar. Sedikit perhatian terhadap detail sebelum keberangkatan sering memberikan dampak besar terhadap pengalaman selama berada di udara. Dengan persiapan yang tepat, perjalanan dapat terasa lebih menyenangkan sejak lepas landas hingga tiba di tujuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article