Dalam era globalisasi dan otomatisasi kerja yang semakin berkembang, digital nomad atau pekerja jarak jauh, telah berubah dari sekadar tren menjadi gaya hidup produktif yang diidamkan banyak orang. Banyak negara kini berlomba-lomba menarik minat pekerja digital global melalui kebijakan Digital Nomad Visa yang menawarkan izin tinggal jangka panjang untuk bekerja secara remote sambil menikmati kualitas hidup lokal.
Kebijakan tersebut bukan hanya memengaruhi ekonomi negara yang menerapkannya, tetapi juga berpotensi memberikan dampak besar baik positif maupun negatif bagi traveler Indonesia yang ingin mengeksplor dunia sambil bekerja. Sebagai salah satu warga negara dengan populasi milenial dan generasi Z yang besar, Indonesia memiliki segudang pekerja kreatif, freelance, dan profesional remote yang bisa mendapatkan peluang dari kebijakan ini.
Namun, apakah benar Digital Nomad Visa hanya membawa keuntungan? Atau justru menghadirkan tantangan baru bagi worker-traveler Indonesia? Dalam artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif dampak kebijakan Digital Nomad Visa bagi traveler Indonesia dari berbagai sisi. Mulai dari peluang ekonomi, pertumbuhan karier, hingga risiko yang mungkin belum banyak disadari.
