Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Di Manakah Posisi Window Seat Kereta Api?
Potret suasana di dalam Kereta Api Logawa kelas Ekonomi New Generation (IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Ramai di media sosial, banyak penumpang kereta berdebat soal posisi window seat karena kurang paham sistem penomoran kursi yang menentukan letak jendela dan lorong.
  • Setiap kelas kereta punya konfigurasi berbeda: pada 2-2 window seat ada di huruf A dan D, sedangkan pada 2-3 berada di huruf A dan E sesuai aturan KAI.
  • Penumpang disarankan memahami pola kursi sebelum memesan tiket, mencocokkan nomor saat naik, serta menghormati hak duduk orang lain agar perjalanan tetap nyaman tanpa konflik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, di media sosial ramai dengan keluhan penumpang kereta api berkaitan dengan posisi tempat duduk. Mereka harus berhadapan dan berdebat dengan orang lain yang duduk tidak sesuai nomor kursi. Salah satu hal yang paling sering jadi perdebatan adalah soal posisi window seat alias kursi dekat jendela.

Padahal, posisi window seat di kereta api sudah diatur dengan jelas melalui sistem penomoran kursi. Jika kamu memahami pola tempat duduknya, kamu bisa langsung tahu mana kursi jendela tanpa perlu bingung atau berdebat.

Untuk itu, para penumpang perlu memahami posisi window seat di kereta api berikut ini, agar terbebas dari drama perjalanan. Simak baik-baik, ya!

1. Sistem penomoran kursi kereta api

Potret kursi kereta api (pexels.com/Emmanuel Codden)

Kereta api di Indonesia umumnya menggunakan kombinasi angka dan huruf untuk menunjukkan posisi kursi. Angka menunjukkan nomor baris, sedangkan huruf menunjukkan posisi kursi dalam satu baris. Biasanya, setiap baris terdiri dari 2-4 kursi, tergantung kelas keretanya. Sistem ini sebenarnya cukup mudah dipahami jika sudah tahu polanya.

Huruf pada kursi biasanya berurutan, seperti A, B, C, dan D. Namun, tidak semua huruf memiliki posisi yang sama di setiap jenis kereta. Misalnya, pada kereta dengan konfigurasi 2-2, akan ada dua kursi di sisi kiri dan dua di sisi kanan. Di sinilah pentingnya memahami mana yang benar-benar berada di dekat jendela.

Kesalahan sering terjadi karena penumpang hanya melihat huruf tanpa memahami posisinya. Akibatnya, kursi lorong bisa dikira sebagai kursi jendela. Jadi, memahami sistem penomoran adalah langkah penting yang wajib dipahami semua penumpang kereta api.

2. Posisi window seat di berbagai jenis dan kelas kereta

Potret kursi kereta kelas eksekutif (vecteezy.com/Hanggoro Prasongko)

Melansir unggahan di Instagram @kai121_ pada Minggu (29/3/2026), setiap kelas kereta api memiliki konfigurasi kursi yang berbeda. Hal ini tentu berpengaruh pada posisi window seat.

Di kereta komersial dengan kelas Eksekutif, Ekonomi Premium, Ekonomi New Generation atau modifikasi dengan konfigurasi kursi 2-2, maka posisi window seat-nya adalah kursi huruf A dan D. Kursi huruf B dan C adalah aisle seat alias kursi lorong.

Sementara itu, kereta subsidi dan ekonomi kerakyatan biasanya memiliki susunan atau konfigurasi kursi 2-3 dengan kode huruf A, B, C, D, dan E. Jika demikian, posisi window seat ada di huruf A dan E. Kursi dengan kode huruf C dan A adalah kursi lorong.

Kereta Luxury Generasi 2 dan 3 memiliki kapasitas lebih sedikit dan konfigurasi yang berbeda, yakni 1-2. Window seat pada kereta ini adalah kursi dengan huruf A dan C, sedangkan huruf B adalah kursi lorong. Namun, karena kursi A "sendiri," maka posisinya juga bisa disebut sebagai kursi lorong.

3. Tips biar gak salah duduk

Potret kursi Kelas Ekonomi New Generation Modifikasi (IDN Times/Fatma Roisatin)

Duduk di window seat kereta api memang memberikan kelebihan dan kenyamanan tersendiri. Penumpang bisa menikmati pemandangan alam, pedesaan, dan perkotaan sepanjang perjalanan. Penumpang jug tidak terlalu merasa "terganggu" dengan penumpang dan petugas yang berlalu-lalang di lorong.

Ada beberpa tips penting yang harus diperhatikan, supaya tidak salah kursi. Berikut di antaranya:

  1. sebelum memesan tiket kereta api dan ingin duduk di window seat, pastikan kamu memahami konfigurasi kereta api yang hendak dinaiki dan posisi window seat-nya sesuai dengan penjelasan di atas,

  2. saat hendak naik kereta api, pastikan kamu selalu memeriksa nomor kursi di tiket, lalu cocokkan nomor dan huruf kursi dengan sign atau petunjuk yang tertera di atas tempat duduk. Jangan hanya melihat posisi kosong, lalu langsung duduk. Kebiasaan ini sering jadi penyebab utama konflik di dalam kereta,

  3. jika ragu, bertanyalah kepada petugas atau penumpang lain. Lebih baik memastikan sejak awal daripada harus berpindah tempat di tengah perjalanan, serta

  4. hargai hak penumpang lain dengan tidak mengambil kursi yang bukan milikmu. Jika ingin bertukar kursi, pastikan meminta izin dengan sopan. Dengan begitu, perjalanan bisa tetap nyaman untuk semua orang.

Nah, sekarang kamu sudah tahu posisi window seat di kereta api yang tepat. Semoga terhindar dari drama "perebutan kursi" kereta api, ya!

Editorial Team