Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Etika Menyeberang Jalan di Hong Kong, Patuhi Aturan yang Ada
Potret jalanan di Hong Kong (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Hong Kong dikenal sebagai salah satu kota metropolitan tersibuk di Asia. Lalu lintasnya begitu padat dengan mobil, taksi, hingga bus tingkat sepanjang hari. Oleh karena itu, aturan lalu lintas dan etika menyeberang jalan di kota ini cukup ketat demi menjaga keselamatan pejalan kaki maupun pengendara.

Hal ini bahkan sempat menjadi sorotan setelah beredar sebuah video yang menunjukkan seorang WNI menyeberang jalan tidak sesuai aturan di Hong Kong. Dalam video tersebut, ia terlihat menyeberang tanpa melalui zebra cross dan langsung ditegur oleh polisi setempat. Tak hanya mendapat teguran, pelanggaran tersebut juga bisa berujung denda yang nilainya cukup besar, yakni 2.000 Dolar Hong Kong atau sekitar Rp4,3 jutaan.

Bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung atau liburan ke Hong Kong, memahami etika menyeberang jalan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Selain untuk menghindari bahaya dan sanksi, mematuhi aturan setempat juga menunjukkan sikap menghargai budaya serta ketertiban kota.

Berikut beberapa etika menyeberang jalan di Hong Kong yang perlu kamu ketahui.

1. Menyeberang hanya di zebra cross atau lampu penyeberangan

Di Hong Kong, pejalan kaki dianjurkan menyeberang hanya di area yang sudah disediakan, seperti zebra cross atau persimpangan dengan lampu penyeberangan. Menyeberang di sembarang tempat sangat tidak dianjurkan, karena lalu lintas di kota ini cukup padat dan cepat.

Biasanya terdapat lampu khusus pejalan kaki yang menampilkan simbol orang berjalan atau berhenti. Pastikan kamu menunggu hingga lampu penyeberangan berubah menjadi hijau sebelum melangkah ke jalan.

2. Ikuti suara sinyal untuk pejalan kaki

Potret menyeberang jalan (pexels.com/Theodore Nguyen)

Salah satu hal yang cukup unik di Hong Kong adalah adanya sinyal suara pada lampu penyeberangan. Saat lampu merah untuk pejalan kaki, biasanya terdengar bunyi lambat seperti ketukan. Ketika lampunya mau berubah hijau, bunyinya menjadi lebih cepat.

Sinyal ini sebenarnya dirancang untuk membantu penyandang disabilitas penglihatan, tetapi juga bisa menjadi panduan bagi semua pejalan kaki. Dengan memperhatikan suara tersebut, kamu bisa mengetahui kapan waktu yang aman untuk menyeberang.

3. Jangan menyeberang saat lampu masih merah

Meski jalan terlihat kosong, masyarakat Hong Kong umumnya tetap menunggu hingga lampu penyeberangan berubah hijau. Menyeberang saat lampu merah dianggap melanggar aturan, bahkan bisa didenda. Jadi, sebagai wisatawan, sebaiknya kamu ikut mematuhi aturan tersebut.

4. Perhatikan arah lalu lintas

Potret menyeberang jalan (pexels.com/kaique)

Hal lain yang perlu diingat adalah arah lalu lintas di Hong Kong mengikuti sistem kiri dengan setir di sebelah kanan (untuk mobil dan sejenisnya), sama seperti di Indonesia. Saat menyeberang, pastikan kamu melihat ke kedua arah untuk memastikan tidak ada kendaraan yang melaju. Perhatikan juga bus atau taksi yang mungkin datang dari jalur khusus.

5. Jangan berhenti terlalu lama di tengah jalan

Saat lampu penyeberangan sudah berubah hijau, biasanya waktu yang diberikan untuk menyeberang tidak terlalu lama. Oleh karena itu, pejalan kaki di Hong Kong umumnya berjalan dengan cepat, supaya tidak menghambat arus lalu lintas.

Hindari berhenti di tengah jalan untuk mengambil foto atau melihat ponsel. Selain berbahaya, hal tersebut juga dapat mengganggu pejalan kaki lain yang ingin menyeberang dan kamu akan dikenai denda.

Menyeberang jalan mungkin terlihat sederhana, tetapi di kota besar dan padat seperti Hong Kong, hal ini tetap memerlukan perhatian khusus. Jadi, saat berkunjung ke Hong Kong, pastikan kamu selalu menyeberang dengan aman dan tertib, ya!

Editorial Team