Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret Phi Phi Islands
Potret Phi Phi Islands (pexels.com/Dan Voican)

Thailand selalu jadi destinasi impian buat kamu yang ingin menikmati laut biru, pasir putih, dan pulau-pulau eksotis. Island hopping di Thailand memang menawarkan pengalaman yang sulit dilupakan, apalagi jika cuaca sedang bersahabat. Namun, salah pilih waktu bisa membuat rencana liburan jadi kurang maksimal, atau bahkan gagal total.

Kalau kamu ingin island hopping dari satu pulau ke pulau lain tanpa hambatan, timing adalah kuncinya. Musim, cuaca, hingga kondisi laut sangat memengaruhi kenyamanan perjalanan, sehingga harus dipertimbangkan dengan matang.

Yuk, bahas satu per satu, agar liburan island hopping di Thailand benar-benar sesuai harapanmu! Simak ulasannya di bawah ini, ya!

1. Musim kemarau jadi waktu paling ideal

Musim kemarau di Thailand biasanya berlangsung antara November hingga April. Pada periode ini, cuaca cenderung cerah dengan curah hujan yang rendah, sehingga laut lebih tenang. Kondisi ini sangat ideal untuk island hopping, karena perjalanan laut jadi lebih aman dan nyaman.

Selain itu, pemandangan laut saat musim kemarau terlihat lebih jernih dan fotogenik. Kamu bisa menikmati snorkeling atau sekadar bersantai di pantai tanpa khawatir hujan tiba-tiba turun. Tak heran jika periode ini disebut sebagai waktu terbaik untuk liburan pulau.

2. Desember hingga Februari, favorit wisatawan

Potret Krabi (pexels.com/Tom Lorber)

Bulan Desember hingga Februari sering dianggap sebagai peak season untuk wisata Thailand. Suhu udara lebih sejuk dan angin laut tidak terlalu kencang, cocok untuk aktivitas island hopping antarpulau. Banyak operator tur juga membuka jadwal perjalanan lebih lengkap di periode ini.

Namun, ramainya wisatawan membuat beberapa pulau terasa lebih padat. Harga akomodasi dan tur biasanya juga lebih tinggi dibanding bulan lain. Meski demikian, kualitas pengalaman island hopping tetap sebanding dengan suasana yang mendukung.

3. Hindari musim hujan agar laut tetap bersahabat

Musim hujan di Thailand umumnya terjadi antara Mei hingga Oktober. Pada periode ini, gelombang laut bisa lebih tinggi dan cuaca cenderung tidak menentu. Kondisi tersebut kurang ideal untuk island hopping, terutama bagi kamu yang mudah mabuk laut.

Beberapa rute kapal bahkan bisa ditutup sementara demi alasan keselamatan. Aktivitas snorkeling dan diving juga menjadi kurang maksimal, karena visibilitas air menurun. Oleh karena itu, sebaiknya hindari musim ini jika ingin island hopping tanpa gangguan.

4. Perhatikan wilayah pulau yang ingin dikunjungi

Potret Koh Samui (commons.wikimedia.org/Vyacheslav Argenberg)

Thailand memiliki dua wilayah utama untuk island hopping, yakni Laut Andaman dan Teluk Thailand. Pulau seperti Phuket, Krabi, dan Phi Phi lebih ideal dikunjungi pada November hingga April. Sementara itu, Koh Samui dan sekitarnya lebih bersahabat pada Januari hingga September.

Perbedaan musim ini seringkali luput dari perhatian wisatawan. Dengan menyesuaikan waktu kunjungan sesuai wilayah, kamu bisa tetap menikmati laut tenang meski datang di bulan tertentu. Strategi ini bikin liburan lebih fleksibel dan efisien.

5. Pilih bulan peralihan untuk liburan lebih tenang

Bulan peralihan seperti April dan November bisa jadi pilihan cerdas untuk island hopping. Cuaca masih relatif baik, tetapi jumlah wisatawan tidak sebanyak peak season. Hal ini membuat suasana pulau terasa lebih santai dan eksklusif.

Harga hotel dan paket tur biasanya juga lebih bersahabat di periode ini. Kamu tetap bisa menikmati laut biru dan aktivitas island hopping tanpa harus berdesakan. Cocok buat kamu yang ingin liburan nyaman tanpa keramaian berlebih.

Merencanakan island hopping di Thailand itu harus pintar membaca waktu, bukan sekadar soal destinasi saja. Dengan memilih bulan yang tepat, setiap perjalanan laut bisa terasa lebih menyenangkan dan penuh cerita seru. Siapkan itinerary-mu dari sekarang, siapa tahu pulau impianmu sudah menunggu untuk dijelajahi!

Editorial Team