Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi mendaki gunung
ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Lukas Allspach)

Intinya sih...

  • Tim solid berjalan sesuai ritme untuk menjaga stamina dan mengurangi risiko kelelahan.

  • Komunikasi aktif dan evaluasi rutin membantu mendeteksi masalah serta membuat keputusan yang tepat.

  • Disiplin dalam mengikuti kesepakatan tim mencerminkan rasa saling menghargai dan memastikan kekompakan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pendakian gunung bukan hanya berkaitan dengan kekuatan fisik dan perlengkapan yang memadai, tapi juga berkaitan dengan kerjasama tim yang cukup solid. Banyak insiden di jalur pendakian yang terjadi bukan karena faktor alam semata, namun juga karena kurangnya komunikasi dan koordinasi yang terjalin antar anggota tim.

Tim yang melakukan kebiasaan positif biasanya akan lebih siap dalam menghadapi berbagai perubahan kondisi cuaca, medan yang sulit, hingga situasi yang terbilang darurat. Oleh sebab itu, ketahuilah beberapa kebiasaan tim solid berikut ini yang dapat membuat proses pendakian menjadi jauh lebih aman.

1. Selalu berjalan sesuai ritme tim

ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Waldemar Brandt)

Tim yang dolid tentu tidak akan memaksakan kecepatan individu, melainkan berusaha untuk menyesuaikan langkah dengan kemampuan antar anggota yang dinilai paling lemah. Kebiasaan ini dapat membantu untuk memastikan stamina dari seluruh tim agar tetap stabil sampai mencapai tujuan pendakian.

Dengan ritme yang lebih seimbang, maka risiko mengalami kelelahan berlebih dan cedera pun dapat diminimalisir. Selain itu, suasana pendakian pun akan terasa lebih kondusif karena memang tidak ada anggota yang mungkin merasa tertinggal atau bahkan tertekan.

2. Rutin melakukan komunikasi dan evaluasi

ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Noah Master)

Komunikasi yang aktif selama proses pendakian dapat memungkinkan tim untuk bisa saling mengetahui bagaimana kondisi fisik dan mental dari masing-masing anggotanya. Kebiasaan untuk saling bertanya dan memberi kabar setidaknya dapat membantu untuk mendeteksi masalah sejak awal.

Evaluasi singkat di setiap pos atau titik istirahat sebetulnya bisa membantu dalam menentukan langkah-langkah yang diambil selanjutnya. Setidaknya cara ini dapat membantu untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.

3. Disiplin dalam mengikuti kesepakatan tim

ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Aubrey Odom)

Tim pendakian yang aman tentu akan selalu berusaha mematuhi kesepakatan bersama, mulai dari waktu berangkat hingga aturan berhenti ataupun beristirahat. Disiplin tersebut bisa membantu untuk memastikan keteraturan dan juga meminimalisir risiko tindakan ceroboh yang mungkin terjadi di jalur pendakian.

Kesepakatan yang telah dijalankan dengan konsisten tentu akan mencerminkan rasa saling menghargai antar anggotanya. Hal ini penting agar bisa memastikan kekompakan dan juga kepercayaan selama proses perjalanan berlangsung.

4. Saling mengingatkan soal keselamatan

ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Jamie Fenn)

Kebiasaan untuk saling mengingatkan terkait penggunaan perlengkapan dan juga kondisi jalur yang ada ternyata bisa berpengaruh terhadap keselamatan tim. Setiap anggota pada umumnya memiliki peran untuk menjalankan prosedur keamanan yang benar.

Dengan adanya sikap peduli dan perhatian terhadap satu sama lain, maka potensi kecelakaan pun bisa dihindari. Proses pendakian nantinya akan berjalan dengan lebih aman karena memang setiap anggotanya merasa dilindungi oleh tim.

Pendakian yang aman tidak terlepas dari kebiasaan positif dalam membangun tim. Dengan beberapa hal di atas, maka proses pendakian pun akan lebih nyaman dan aman. Kebersamaan bisa membantu proses pendakian berjalan lancar sampai dengan mencapai puncak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian