Mudik Lebaran selalu identik dengan perjalanan panjang yang melintasi banyak kota, desa, hingga jalur alternatif yang jarang dilalui pada hari biasa. Banyak pemudik mengandalkan navigasi digital untuk menemukan rute tercepat, tetapi pengalaman di lapangan sering berbeda dari yang terlihat di layar ponsel.
Tidak sedikit pengendara justru tersesat ke jalan sempit, gang perkampungan, atau jalur yang sebenarnya kurang layak dilalui kendaraan jarak jauh. Situasi tersebut membuat banyak orang mulai mencari tips mudik yang lebih realistis agar perjalanan tetap lancar. Berikut beberapa penjelasan yang dapat membantu memahami mengapa navigasi digital kadang keliru saat arus mudik dan balik.
