Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pramugari membantu penumpang
ilustrasi pramugari membantu penumpang (pixabay.com/StockSnap)

Intinya sih...

  • Demi keselamatan penerbangan
    Aturan baru bagasi kabin diterapkan untuk menjaga berat lepas landas pesawat agar tetap dalam batas aman dan stabil.

  • Menjaga keseimbangan pesawat
    Berat dan dimensi tas atau koper di bagasi kabin diperketat untuk menghindari pengaruh terhadap pusat gravitasi pesawat.

  • Merepotkan awak kabin
    Bagasi kabin yang besar memperlambat proses boarding, menyebabkan kompartemen penuh, dan dapat menunda keberangkatan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mulai 2026, sejumlah maskapai menerapkan aturan baru untuk bagasi kabin. Bahkan, dari Citilink hingga Air Canada menekankan standar ukuran dan berat yang lebih ketat untuk barang bawaan para penumpang, termasuk tas jinjing hingga koper.

Tentunya, pengurangan dan pembatasan terhadap bagasi kabin oleh sejumlah maskapai di tahun ini tak hanya didasari beberapa alasan yang berfokus pada keselamatan para penumpang saja, lho. Kira-kira, kenapa sekarang banyak maskapai yang ketat soal bagasi kabin, ya?

1. Demi keselamatan penerbangan

Ilustrasi penumpang pesawat (pixabay.com/OrnaW)

Dilansir INDEPENDENT, setiap pesawat memiliki berat lepas landas maksimum yang tidak boleh dilampaui untuk memastikan penerbangan yang aman. Total berat tersebut mencakup berat pesawatnya sendiri, ditambah bahan bakar, persediaan makanan dan minuman di dapur, kargo, pilot dan awak kabin, serta penumpang dan bagasi kabin.

Semakin berat total pesawat, semakin panjang landasan yang akan dibutuhkan untuk lepas landas. Selain itu, tenaga mesin yang diperlukan akan lebih besar. Oleh karena itu, sejumlah maskapai, termasuk penerbangan jarak panjang maupun pendek, sangat ketat terhadap bagasi kabin belakangan ini guna memastikan pesawat tetap dalam batas aman dan stabil.

2. Menjaga kseimbangan pesawat

ilustrasi landasan pacu pesawat (pixabay.com/huynhkimdaihuu30051999)

Banyak penumpang yang mencoba untuk menghindari biaya tambahan dengan membawa semua barang bawaan mereka sebagai bagasi kabin. Fenomena ini juga merupakan salah satu alasan sejumlah maskapai mulai memperketat aturan terkait berat dan dimensi untuk tas atau koper di bagasi kabin belakangan ini, lho.

Bagasi kabin yang terlalu berat atau tidak merata di kompartemen atas dapat mempengaruhi pusat gravitasi pesawat. Tentunya, kelebihan muatan tersebut akan berpengaruh terhadap keseimbangan pesawat yang cukup berisiko saat lepas landas, turbulensi, hingga pendaratan. Maka dari itu, sejumlah maskapai dengan tegas akan mengenakan biaya tambahan kepada penumpang yang melebihi batas bagasi kabin.

3. Merepotkan awak kabin

ilustrasi pramugari membantu penumpang (pixabay.com/StockSnap)

Meski sering diabaikan, bagasi kabin juga benar-benar merepotkan bagi awak kabin. Bahkan banyak dari mereka yang terkadang menderita cedera punggung atau bahu saat membantu penumpang untuk menyimpan tas hingga koper yang berat di kompartemen atas.

Selain risiko fisik, awak kabin harus berurusan dengan kepadatan penumpang yang memakan waktu karena bagasi kabin mereka yang besar. Tak hanya menyebabkan kompartemen penuh, tetapi juga memperlambat proses masuk pesawat (boarding), dan berpotensi menunda keberangkatan.

4. Tidak menghalangi jalur evakuasi

ilustrasi kabin pesawat (unplash.com/Mohammad Arrahmanur)

Meski menghemat uang karena tidak perlu membeli bagasi tercatat, ruang penyimpanan di bagasi kabin sangat terbatas. Sejumlah maskapai belakangan ini telah menerapkan aturan baru, di mana setiap kelas memiliki maksimal barang bawaan untuk memastikan bagasi muat di kabin dan tidak menghalangi jalur evakuasi darurat.

Karena saat terjadi situasi darurat, awak kabin tidak memiliki waktu maupun ruang untuk mengurus bagasi kabin. Terlebih, barang bawaan penumpang harus muat di kompartemen atas atau di bawah kursi dan tidak berserakan di koridor. Jalur menuju pintu keluar harus benar-benar bebas hambatan agar evakuasi berjalan lancar.

Jadi, sebaiknya cek ketentuan bagasi kabin dari maskapai yang akan digunakan sebelum penerbangan. Mulai 2026, banyak maskapai yang telah membatasi dan mengurangi berat barang bawaan penumpang sesuai kelas untuk alasan keamanan hingga kenyamanan selama penerbangan. Catat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team