Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi seseorang packing
ilustrasi seseorang packing (pexels.com/Vlada Karpovich)

Intinya sih...

  • Membiarkan koper melebihi batas berat, bisa memicu biaya tambahan dan membuat proses check-in gak nyaman.

  • Menyimpan barang terlarang di tas kabin, kurangnya pemahaman aturan menjadi penyebab utama kesalahan ini.

  • Menaruh barang penting di bagasi tercatat, bisa menyulitkan saat check-in dan memakan waktu.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Packing sering dianggap sebagai tahap paling sepele sebelum bepergian dengan pesawat. Banyak orang merasa cukup asal memasukkan barang ke koper tanpa perencanaan khusus. Kamu mungkin berpikir urusan penting baru dimulai saat tiba di bandara. Padahal, kesalahan packing justru bisa menimbulkan masalah sejak proses check-in. Antrean menjadi lebih lama, barang harus dibongkar ulang, bahkan ada risiko biaya tambahan. Semua itu sering berawal dari keputusan kecil saat menyiapkan barang di rumah.

Proses check-in menuntut koper dan tas kabin memenuhi aturan tertentu. Jika packing dilakukan tanpa mempertimbangkan ketentuan maskapai, dampaknya langsung terasa. Kamu bisa merasa gugup ketika petugas mulai memeriksa barang bawaan. Situasi ini membuat perjalanan terasa gak nyaman sejak awal. Padahal, sebagian besar masalah bisa dihindari dengan persiapan yang lebih rapi. Berikut beberapa kesalahan packing yang sering terjadi dan tanpa sadar menyulitkanmu saat check-in.

1. Membiarkan koper melebihi batas berat

ilustrasi koper (pexels.com/Gustavo Fring)

Berat koper sering menjadi sumber kejutan di konter check-in. Kamu mungkin merasa barang yang dibawa gak terlalu banyak. Namun, timbangan berkata sebaliknya ketika koper diletakkan di konter. Selisih satu atau dua kilogram saja bisa memicu biaya tambahan. Situasi ini sering membuat penumpang panik di depan petugas.

Kesalahan ini biasanya terjadi karena gak menimbang koper sebelum berangkat. Kamu bisa saja mengira masih aman tanpa memastikan angka pastinya. Akibatnya, kamu harus memindahkan barang secara terburu-buru. Proses check-in pun menjadi gak nyaman. Padahal, menimbang koper di rumah bisa menghindari situasi ini. Kesadaran kecil membantu menghemat waktu dan biaya.

2. Menyimpan barang terlarang di tas kabin

ilustrasi koper (pexels.com/Jake Ryan:)

Tas kabin sering diisi barang penting agar mudah diakses. Kamu mungkin memasukkan cairan, alat tertentu, atau benda tajam tanpa berpikir panjang. Saat pemeriksaan keamanan, barang tersebut langsung terdeteksi. Kamu pun diminta mengeluarkannya atau bahkan harus merelakan barang tersebut. Situasi ini sering menimbulkan rasa kesal.

Kurangnya pemahaman tentang aturan barang kabin menjadi penyebab utama. Setiap bandara dan maskapai memiliki ketentuan yang perlu diperhatikan. Kamu sebaiknya memisahkan barang yang berpotensi bermasalah sejak awal. Packing yang rapi memudahkan proses pemeriksaan. Kesalahan ini sering terjadi karena menganggap aturan gak terlalu ketat. Padahal, dampaknya langsung terasa saat check-in dan security check.

3. Menaruh barang penting di bagasi tercatat

ilustrasi seseorang packing (freepik.com/Lifestylememory)

Barang penting seperti dokumen, obat pribadi, atau barang elektronik seharusnya mudah dijangkau. Namun, banyak penumpang justru memasukkannya ke bagasi tercatat. Kamu mungkin merasa lebih praktis agar tas kabin ringan. Padahal, risiko kehilangan atau keterlambatan bagasi selalu ada. Situasi ini bisa sangat merepotkan.

Saat check-in, kamu gak lagi memiliki akses ke bagasi tercatat. Jika baru menyadari ada barang penting di dalamnya, kepanikan bisa muncul. Kamu terpaksa membongkar koper di area check-in. Proses ini jelas menyulitkan dan memakan waktu. Packing yang terencana membantu menghindari kejadian ini. Kesalahan ini sering terjadi karena terburu-buru saat menyiapkan barang.

4. Mengemas barang tanpa pengelompokan yang jelas

ilustrasi seseorang packing (freepik.com/freepik)

Packing tanpa sistem membuat koper terlihat penuh dan berantakan. Kamu mungkin mencampur pakaian, aksesoris, dan barang kecil dalam satu ruang. Saat diminta membuka koper, kamu kesulitan mencari barang tertentu. Proses pemeriksaan pun menjadi lebih lama. Penumpang lain harus menunggu lebih lama di antrean.

Pengelompokan barang memudahkan saat check-in dan pemeriksaan. Kamu bisa memisahkan pakaian, perlengkapan mandi, dan barang elektronik. Jika perlu membuka koper, kamu tahu bagian mana yang harus diakses. Situasi menjadi lebih terkendali dan gak memalukan. Kesalahan ini sering dianggap sepele, tapi dampaknya cukup terasa. Packing rapi membuat perjalanan lebih tenang sejak awal.

5. Mengabaikan aturan ukuran tas kabin

ilustrasi seseorang packing (pexels.com/Timur Weber)

Ukuran tas kabin sering dianggap fleksibel. Kamu mungkin membawa tas yang sedikit lebih besar dengan harapan masih lolos. Namun, petugas check-in atau boarding bisa meminta pengecekan ukuran. Jika tas gak sesuai, kamu harus memasukkannya ke bagasi tercatat. Proses ini sering terjadi di saat-saat terakhir.

Kesalahan ini membuat perjalanan terasa gak nyaman. Kamu harus mengeluarkan barang penting dari tas secara terburu-buru. Waktu check-in pun bertambah lama. Padahal, mengecek ukuran tas sejak awal bisa menghindari masalah. Setiap maskapai memiliki standar yang perlu dipatuhi. Kesadaran ini sering terlewat karena merasa tas masih terlihat wajar.

6. Membawa terlalu banyak barang yang sebenarnya gak perlu

ilustrasi packing barang dalam koper (unsplash.com/Arnel Hasanovic)

Packing sering dipengaruhi oleh rasa takut kekurangan barang. Kamu mungkin membawa pakaian berlebihan atau barang cadangan yang jarang dipakai. Akibatnya, koper menjadi penuh dan berat. Saat check-in, kondisi ini langsung terasa. Kamu pun harus berhadapan dengan batasan berat dan ukuran.

Membawa barang seperlunya membantu menjaga koper tetap efisien. Kamu bisa fokus pada kebutuhan utama selama perjalanan. Packing yang realistis membuat proses check-in lebih lancar. Kamu juga lebih leluasa bergerak di bandara. Kesalahan ini sering terjadi karena kurangnya perencanaan. Padahal, perjalanan akan terasa lebih ringan dengan barang yang lebih sedikit.

7. Gak menyiapkan koper untuk pemeriksaan acak

ilustrasi wanita packing barang (pexels.com/Vlada Karpovich)

Pemeriksaan acak bisa terjadi kapan saja saat check-in. Kamu mungkin diminta membuka koper untuk dicek. Jika koper dikunci berlapis atau disusun terlalu padat, prosesnya menjadi rumit. Kamu bisa terlihat gugup dan panik di depan petugas. Situasi ini sering membuat penumpang gak nyaman.

Menyiapkan koper agar mudah dibuka adalah langkah bijak. Kamu tetap bisa mengamankan barang tanpa membuatnya sulit diakses. Susunan yang rapi membantu proses pemeriksaan berjalan cepat. Kamu pun gak perlu membongkar seluruh isi koper. Kesalahan ini sering diabaikan karena dianggap jarang terjadi. Padahal, kesiapan kecil membuat proses check-in jauh lebih lancar.

Packing bukan sekadar memasukkan barang ke dalam koper. Proses ini menentukan kelancaran perjalanan sejak langkah pertama di bandara. Kesalahan kecil bisa berdampak besar saat check-in. Kamu bisa merasa stres bahkan sebelum naik pesawat. Padahal, semua itu bisa dihindari dengan persiapan yang lebih matang. Packing yang tepat membuat perjalanan terasa lebih tenang.

Memahami kesalahan packing membantu kamu menjadi penumpang yang lebih siap. Kamu gak hanya memudahkan diri sendiri, tapi juga membantu kelancaran proses di bandara. Check-in menjadi lebih cepat dan tertib. Perjalanan pun dimulai tanpa rasa cemas yang berlebihan. Ketika koper sudah siap dengan benar, kamu bisa fokus menikmati perjalanan. Dan pengalaman terbang pun terasa jauh lebih menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team