Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Nature Escape saat Puasa, Destinasi Memulihkan Energi
Potret wisatawan di ruang terbuka hijau (IDN Times/Fatma Roisatin)

Kehidupan modern menuntut kita untuk selalu bergerak cepat di tengah aktivitas padat dan penuh distraksi digital. Rutinitas yang dilakukan dalam jangka panjang tanpa jeda bisa bikin bosan, bahkan burnout. Oleh karena itu, perlu jeda sejenak untuk mendapatkan kembali ketenangan dan memulihkan energi.

Salah satu cara mudah untuk recharge di tengah kesibukan, yakni nature escape. Tak perlu menunggu liburan, karena dapat dilakukan kapan saja dalam waktu singkat, termasuk saat berpuasa. Lantas bagaimana caranya? Berikut beberapa rekomendasi nature escape saat puasa untuk memulihkan energi di bulan suci Ramadan.

1. Menikmati suasana berbeda di ruang terbuka hijau

Ruang terbuka hijau menjadi oase di tengah hiruk pikuk kota yang bisa dimanfaatkan untuk nature escape. Taman kota, hutan kota, maupun kebun raya dengan pepohonan hijau yang menyegarkan akan memberikan suasana berbeda. Ambil jeda saat pulang kerja atau akhir pekan untuk jalan santai keliling taman kota. 

Jika areanya luas, kamu bisa menggelar tikar untuk piknik atau sekadar duduk sambil menikmati kesejukannya. Meski ruang terbuka hijau cukup ramai pada waktu tertentu, tetapi cukup untuk memberikan efek relaksasi. Sudah punya daftar lokasi terdekat untuk dikunjungi?

2. Berbuka puasa di tempat makan berkonsep nature dining

Tempat makan keluarga dengan konsep saung apung (IDN Times/Fatma Roisatin)

Mau ngabuburit, sekaligus buka bersama? Jika iya, maka pilihlah tempat makan berkonsep nature dining. Kamu akan mendapatkan pengalaman bersantap dengan suasana alam yang nyaman dan bikin betah berlama-lama di sana.

Tempat makan nature dining sudah menjamur di berbagai kota, seperti resto tepi sawah atau sungai, kafe bertema kebun, hingga saung apung di atas kolam ikan. Mereka kerap memadukan unsur alam dengan pilihan menu makan tradisional atau menggunakan bahan lokal. Kamu pun dapat bersantai untuk menikmati unsur alamnya sambil menunggu hidangan datang.

3. Menunggu waktu Maghrib di tepi pantai atau waduk

Selain pemandangan hijau, pantai dan waduk akan memberikan ketenangan yang berbeda. Saat sore hari, air laut akan pasang dan ombak biasanya tidak lagi tenang seperti pagi hari. Deburan ombak menjadi suara alam yang bikin kamu lebih rileks dan merasa bebas.

Di sisi lain, waduk dan danau cenderung lebih tenang, tetapi bisa memanjakan mata. Banyak waduk punya latar yang memukau, seperti gunung atau perbukitan. Kamu pun bisa menjajal naik perahu untuk keliling area waduk maupun danau.

4. Staycation di daerah pegunungan

Tempat wisata keluarga dengan fasilitas penginapan di daerah pegunungan (IDN Times/Fatma Roisatin)

Bulan Ramadan bukan penghalang untuk quality time bareng keluarga pada akhir pekan. Bagi yang punya cukup waktu dan bujet, bisa staycation di daerah pegunungan terdekat. Udara sejuk, pemandangan hijau, dan suasananya lebih tenang.

Kamu dapat menyewa penginapan di dalam area wisata, supaya lebih praktis. Hal ini akan memudahkan untuk melakukan beragam aktivitas di satu kawasan, biar gak mudah bosan. Kamu juga gak perlu bingung membeli makan di mana, ketika waktu sahur dan berbuka puasa telah tiba.

5. Jelajah kebun binatang

Rekomendasi lain yang berbeda dari sebelumnya, yakni menjelajah kebun binatang. Kamu tidak harus menuju kebun binatang besar di tempat tinggalmu. Kini, konsep mini zoo sudah menjamur di berbagai daerah.

Sebagian mini zoo punya fasilitas tempat makan atau terletak di dekat taman kota yang luas. Keuntungan tersendiri buat kamu untuk bisa melakukan aktivitas lebih beragam sambil menunggu waktu berbuka puasa. Kamu bisa mengamati dan memberi makan satwa, kemudian bersiap kulineran atau piknik sambil menyantap bekal yang dibawa dari rumah saat waktu berbuka tiba.

Ternyata beragam cara dapat dilakukan untuk nature escape saat berpuasa. Kamu dapat bersantai serta menikmati keindahan alam tanpa perlu melakukan aktivitas berat. Mana yang paling sesuai untukmu?

Editorial Team