ilustrasi paspor Jepang (commons.wikimedia.org/Evisa Express)
Paspor Jepang memberi akses bebas visa ke lebih dari 180 destinasi, termasuk kawasan Schengen, Inggris, Kanada, dan banyak negara Asia. Kemudahan ini mendukung model perjalanan yang disebut open jaw trip, yaitu perjalanan ketika kota kedatangan dan kota kepulangan berbeda. Contohnya, berangkat dari Tokyo ke Paris, lalu pulang ke Tokyo dari Roma tanpa kembali ke Paris lebih dulu. Skema seperti ini sering dipakai untuk perjalanan keliling Eropa agar tidak bolak-balik ke satu kota yang sama.
Dengan akses masuk yang luas, perpindahan antarnegara dalam satu kawasan tidak terkendala urusan visa terpisah. Hal ini membuat rute darat atau kereta antarnegara bisa disusun lebih leluasa sesuai minat dan durasi tinggal. Kemudahan juga terasa saat memanfaatkan transit panjang di kota tertentu, karena keluar bandara untuk singgah singkat tidak memerlukan visa reguler di banyak destinasi.
Dengan posisi paspor Malaysia yang setara dengan lima negara tersebut, pilihan rute perjalanan jadi jauh lebih terbuka. Liburan ke Eropa, lanjut ke Amerika, atau menyusun perjalanan Asia Timur dalam satu agenda bukan hal yang rumit dari sisi dokumen masuk. Kalau aksesnya sudah seluas itu, kira-kira kapan, ya negara kita punya kekuatan paspor yang sama sekuat Malaysia?