Kampung Adat Ratenggaro (commons.wikimedia.org/Allwyn Wawyn)
Kampung Adat Ratenggaro di Sumba, Desa Sasak di Lombok, serta Kampung Pegayaman di Bali memperlihatkan bagaimana tradisi lokal berjalan berdampingan dengan praktik keagamaan selama bulan puasa. Lingkungan desa menawarkan pengalaman tinggal yang lebih dekat dengan masyarakat sehingga kamu dapat melihat langsung persiapan sahur, kegiatan sosial, hingga tradisi berbagi makanan menjelang magrib. Akomodasi di kawasan adat biasanya berbentuk homestay yang dikelola warga setempat sehingga perjalanan terasa lebih autentik sekaligus mendukung ekonomi lokal.
Interaksi seperti mengikuti aktivitas memasak, berjalan di area permukiman tradisional, atau berbincang dengan tokoh masyarakat memberi perspektif baru tentang perjalanan berbasis budaya. Kunjungan ke kampung adat juga tidak membutuhkan jadwal padat karena daya tarik utamanya terletak pada suasana kampung. Perjalanan wisata seperti ini justru cocok untuk Ramadan karena kamu dapat menyesuaikan energi, menikmati ketenangan desa, serta merasakan perjalanan yang lebih menyenangkan.
Perjalanan yang disusun secara bijak membuat wisata saat Ramadan tetap terasa menyenangkan tanpa kehilangan makna bulan suci, bahkan sering menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan dibandingkan liburan biasa. Setiap destinasi memberi kesempatan menikmati Indonesia dari sisi yang lebih tenang serta penuh interaksi budaya. Dari berbagai pilihan tersebut, tempat mana yang paling ingin kamu kunjungi terlebih dahulu?