Liburan selama ini sering identik dengan kota besar, destinasi terkenal, dan agenda super padat dari pagi sampai malam. Banyak orang merasa harus pergi jauh supaya dianggap benar-benar “traveling”. Namun, pola itu mulai berubah seiring munculnya tren slow travel.
Slow travel mengajakmu menikmati perjalanan dengan tempo lebih pelan dan fokus pada pengalaman, bukan jumlah tempat yang dikunjungi. Kamu gak harus pergi ke luar negeri atau kota besar untuk merasa puas saat liburan. Perjalanan sederhana justru bisa meninggalkan kesan yang lebih dalam.
Tahun 2026 diprediksi menjadi puncak popularitas slow travel karena semakin banyak orang mencari liburan yang tenang, murah, dan bermakna. Apakah benar? Coba kita bahas, ya!
