Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi traveling bersama sahabat
ilustrasi traveling bersama sahabat (freepik.com/freepik)

Memilih untuk pergi sendirian atau bersama teman sering jadi dilema sebelum memesan tiket liburan. Ada orang yang merasa sangat hidup saat harus menentukan segalanya sendiri, namun ada juga yang merasa perjalanan gak ada artinya jika tidak ada teman untuk berbagi. Masalahnya, pilihan ini bukan soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang paling sesuai dengan karakter dan kebutuhan mental kamu saat ini.

Memahami kepribadian diri sendiri menjadi kunci utama agar liburanmu tidak berakhir dengan rasa stres atau penyesalan. Gaya traveling yang dipaksakan hanya akan membuatmu lelah secara emosional. Apakah kamu tipe orang yang butuh tantangan kemandirian, atau kamu tipe yang mencari kenyamanan dalam kebersamaan? Mari kita bedah perbandingannya untuk membantumu menentukan tipe liburan yang paling cocok dengan kepribadianmu!

1. Si pemuja kebebasan vs si pencinta kebersamaan

Potret traveling ke Thailand (freepik.com/jcomp)

Jika kamu adalah tipe orang yang sangat mandiri dan gak suka diatur oleh jadwal orang lain, solo traveling adalah pilihan tepat. Kamu bebas bangun jam berapa pun, mengubah rute mendadak karena melihat kafe lucu, atau menghabiskan waktu berjam-jam di satu museum tanpa rasa bersalah. Kemandirian penuh ini memberi rasa puas bagi mereka yang merasa bahwa liburan adalah waktu untuk memegang kendali atas hidup sendiri.

Sebaliknya, jika kamu adalah tipe ekstrovert yang merasa energi kamu terisi saat berinteraksi dengan orang lain, group traveling adalah pilihan yang tepat. Berbagi momen sunset atau mencoba makanan unik bersama teman-teman akan terasa jauh lebih berkesan bagi kamu. Kebersamaan memberikan rasa hangat dan pengalaman yang bisa dibahas terus bahkan setelah perjalanan berakhir, sesuatu yang tidak akan kamu dapatkan jika pergi sendirian.

2. Keamanan emosional dan rasa tenang

ilustrasi sekelompok anak muda sedang road trip (freepik.com/freepik)

Bagi sebagian orang, bepergian sendiri bisa sangat mengintimidasi dan memicu kecemasan, terutama saat harus menghadapi masalah di tempat asing. Jika kamu tipe orang yang merasa lebih aman secara psikologis saat ada orang yang bisa diajak diskusi atau berbagi beban, maka pergi dalam grup akan memberikan rasa tenang. Kamu tahu ada orang-orang yang akan membantumu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Namun, bagi mereka yang ingin melatih ketangguhan mental, solo traveling justru menjadi ajang pembuktian diri. Kamu dipaksa untuk keluar dari zona nyaman dan mengandalkan insting kamu sendiri. Jika kamu merasa kepribadianmu sedang butuh upgrade dalam hal kepercayaan diri dan pemecahan masalah, tantangan sendirian ini akan memberikan transformasi karakter yang jauh lebih kuat dibandingkan saat kamu terus berlindung di balik rombongan.

3. Kamu tipe yang mandiri atau terima beres?

ilustrasi seorang wanita sedang traveling (freepik.com/Vidlstudio)

Apakah kamu tipe orang yang suka riset mendalam, membaca peta, dan mengatur detail perjalanan? Jika iya, kamu akan menikmati peran sebagai kapten bagi dirimu sendiri dalam solo traveling. Kamu punya kuasa penuh atas budget dan standar kenyamanan yang kamu inginkan tanpa perlu berkompromi dengan orang lain yang mungkin berbeda.

Namun, jika membayangkan harus memesan transportasi, mencari hotel, dan menyusun rute membuatmu pusing, maka bergabung dengan group tour atau pergi bersama teman-teman yang terorganisir adalah penyelamatmu. Liburan bagi kamu mungkin berarti melepas penat sepenuhnya dari segala urusan memusingkan. Dalam grup, tanggung jawab logistik bisa dibagi atau bahkan diserahkan sepenuhnya kepada tour guide, sehingga kamu tinggal duduk manis dan menikmati perjalanan.

4. Berinteraksi dengan orang lokal vs banyak orang yang dikenal

ilustrasi traveling bersama keluarga (pexels.com/kampusproduction)

Dalam solo traveling, kamu cenderung memiliki interaksi yang lebih dalam dengan lingkungan sekitar dan warga lokal. Karena tidak punya teman mengobrol, kamu dipaksa untuk membuka diri pada orang baru yang kamu temui di jalan. Ini sangat cocok bagi kamu yang ingin benar-benar meresapi budaya setempat dan mencari perspektif hidup yang baru.

Di sisi lain, group traveling lebih menekankan pada bonding dengan orang-orang yang sudah kamu kenal atau sesama pelancong dalam rombongan. Ini sangat bagus untuk kamu yang ingin memperbaiki hubungan dengan pasangan, keluarga, atau teman dekat. Kamu mungkin tidak terlalu banyak mengobrol dengan warga lokal, tapi kamu menciptakan kenangan dengan orang-orang terdekatmu.

5. Pertimbangan biaya dan efisiensi

ilustrasi traveling bersama sahabat (freepik.com/freepik)

Secara teknis, group traveling lebih hemat karena kamu bisa berbagi biaya kamar, sewa mobil, hingga porsi makan yang besar. Jika kamu adalah tipe orang yang kalkulatif dan ingin mendapatkan fasilitas mewah dengan harga miring, maka berkelompok adalah pilihan tepat. Kamu bisa menghemat banyak uang hanya dengan memesan satu kamar untuk berdua atau bertiga.

Solo traveler harus siap membayar biaya kebebasan yang biasanya lebih mahal karena semua tanggungan ditanggung sendiri. Namun, jika kamu tipe orang yang sangat spesifik soal pengeluaran, misalnya kamu lebih suka makan roti di taman daripada makan di restoran mahal, maka kamu justru bisa lebih hemat karena tidak tertekan untuk mengikuti gaya hidup teman seperjalanan. Kamu punya kendali penuh atas setiap sen yang keluar dari kantongmu.

Jadi, mana yang lebih kamu banget? Jika kamu fokus pada penemuan jati diri dan kebebasan, bepergian sendiri bisa memaksimalkan potensimu. Namun, jika kamu mencari kebersamaan dan kenyamanan, group traveler adalah pilihan terbaik. Gaya liburan apa pun yang kamu pilih nanti, pastikan itu membuatmu bahagia, bukan karena sekadar ikut-ikutan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy