Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pendaki gunung
ilustrasi pendaki gunung (pexels.com/Nina Uhlikova)

Intinya sih...

  • Pilih gunung dengan trek ramah pemula, jalur resmi, dan tingkat kesulitan rendah hingga menengah.

  • Mulai pendakian sejak subuh untuk udara segar dan cadangan waktu, serta gunakan perlengkapan ringkas yang esensial.

  • Atur ritme jalan yang konsisten, perhatikan asupan energi dan cairan, turun lebih hati-hati daripada saat naik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tektok atau naik-turun gunung dalam satu hari kini jadi tren di kalangan pendaki pemula. Selain hemat waktu, metode ini juga cocok buat kamu yang punya jadwal padat, tapi tetap ingin menikmati suasana alam. Namun, tektok di gunung dengan ketinggian 1.000–2.000 meter di atas pemukaan laut (mdpl) tetap butuh strategi supaya perjalanan aman, nyaman, dan tidak bikin tubuh drop.

Buat kamu yang baru mau mencoba, tak ada salahnya mengikuti beberapa strategi tektok gunung 1.000–2.000 mdpl untuk pemula berikut ini. Panduan ini bisa jadi panduan agar pendakian berjalan lancar.

1. Pilih gunung dengan trek ramah pemula

ilustrasi pendaki gunung (pexels.com/Karolina)

Langkah pertama yang gak boleh kamu abaikan adalah memilih gunung sesuai kemampuan. Untuk pemula, pilih gunung dengan jalur resmi, trek jelas, dan tingkat kesulitan rendah hingga menengah. Biasanya, gunung di rentang 1.000–2.000 mdpl punya jalur yang relatif landai, meski tetap ada tanjakan yang menguras tenaga.

Pastikan juga jalur tersebut sering dilalui pendaki, sehingga minim risiko tersesat. Beberapa gunung di Jawa dan Sulawesi terkenal ramah buat tektok pemula karena punya waktu tempuh naik 2—4 jam. Dengan trek seperti ini, kamu bisa fokus menikmati perjalanan tanpa tekanan berlebih.

2. Mulai pendakian sejak subuh

ilustrasi pendaki trekking (pexels.com/Nur Andi Ravsanjani Gusma)

Waktu adalah kunci utama dalam tektok. Idealnya, kamu mulai pendakian sekitar pukul 04.00—06.00 pagi. Selain udara masih segar, kamu punya waktu cadangan yang cukup kalau terjadi kendala di jalur.

Pendakian pagi juga mengurangi risiko kelelahan akibat panas matahari. Saat siang, energi tubuh cepat terkuras, apalagi kalau jalurnya terbuka. Dengan start lebih awal, kamu bisa mencapai puncak sebelum siang dan turun dengan kondisi fisik yang masih stabil.

3. Gunakan perlengkapan ringkas yang esensial

ilustrasi pendaki (pexels.com/Ben Maxwell)

Strategi tektok gunung 1.000—2.000 mdpl untuk pemula berikutnya adalah membawa perlengkapan yang ringan, tapi tetap lengkap. Fokus pada barang esensial, seperti air minum, makanan ringan berenergi, jas hujan, jaket, senter, P3K, dan ponsel dengan baterai penuh.

Hindari membawa barang berlebihan, karena beban berat bikin langkah jadi lambat dan cepat lelah. Tas 15—20 liter biasanya sudah cukup untuk kebutuhan tektok. Ingat, semakin ringan beban, semakin nyaman perjalananmu.

4. Atur ritme jalan yang konsisten

ilustrasi pendaki (pexels.com/Mas Anam)

Kesalahan umum pemula adalah terlalu semangat di awal, lalu kehabisan tenaga di tengah jalur. Untuk menghindari hal ini, atur ritme jalan yang stabil. Gunakan teknik jalan santai tapi konsisten, tanpa banyak berhenti.

Kalau napas mulai terengah, kecilkan langkah, bukan berhenti total. Istirahat ideal dilakukan setiap 30—45 menit selama 5 menit saja. Cara ini menjaga stamina tetap awet sampai puncak dan turun kembali dengan aman.

5. Perhatikan asupan energi dan cairan

ilustrasi pendaki minum air (pexels.com/Olga Lioncat)

Tektok tetap menguras energi besar. Oleh karena itu, kamu wajib menjaga asupan makanan dan minuman. Bawa minimal 1,5—2 liter air, tergantung durasi dan cuaca. Konsumsi air sedikit-sedikit tapi sering agar tubuh tetap terhidrasi.

Untuk makanan, pilih yang praktis dan tinggi energi, seperti roti, cokelat, kurma, biskuit gandum, atau energy bar. Hindari makanan berat yang bikin perut gak nyaman saat jalan.

6. Turun lebih hati-hati daripada pada saat naik

ilustrasi pendaki gunung (unsplash.com/Daniil Silantev)

Banyak pendaki menganggap turun itu mudah, padahal justru lebih berisiko. Lutut, pergelangan kaki, dan telapak kaki mendapat tekanan besar saat menuruni jalur. Oleh karena itu, turunkan tempo, jaga pijakan, dan fokus setiap langkah.

Gunakan trekking pole jika ada untuk membantu keseimbangan. Jangan ragu beristirahat sejenak jika kaki mulai pegal. Strategi ini penting agar kamu bisa menyelesaikan tektok tanpa cedera.

Tektok gunung 1.000—2.000 mdpl memang cocok buat pemula, asalkan dilakukan dengan persiapan matang dan strategi yang tepat. Dengan memilih jalur ramah, mengatur waktu, membawa perlengkapan esensial, menjaga ritme, serta fokus pada asupan energi, pengalaman mendakimu bakal terasa lebih aman dan menyenangkan.

Kalau kamu baru pertama kali mencoba, jangan gengsi buat berjalan pelan. Yang terpenting bukan seberapa cepat sampai puncak, tapi bagaimana kamu bisa pulang dengan selamat dan penuh cerita seru. Selamat mencoba!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team